My Posesif Desire

My Posesif Desire
Resignation


__ADS_3

Seorang pria tampan terduduk di kursi kebesarannya, menyilangkan kaki, sorot mata elangnya yang tajam menatap kedepan, wajahnya yang rupawan kini terlihat sangat menakutkan. ia menghembuskan asap rokoknya dengan kasar, lalu kembali meminum sebotol wine yang tersusun rapi di atas meja.


Lucas meletakkan serbuk rokoknya ke dalam asbak, lalu kembali menghirupnya dan menghembuskan kembali. fikirannya tampak kacau.


Prang...


Lucas benar-benar gila!


memecahkan beberapa vas bunga, lalu membuang rokoknya, ia mencari ponselnya, melihat notifikasi tapi tak ada balasan dari Grace,, yang ada hanya beberapa pesan masuk dari orang-orang yang tak penting.


"Apa yang dia lakukan??Kenapa sampai sekarang Grace belum juga membalas pesanku!" ujar Lucas, nada berat yang khas, namun tersirat ketajaman.


Lucas memukul- mukul meja lalu kembali memukul di udara, mengacak2 rambutnya frustasi.


"Aku bisa gila!" erangnya.


Lucas kembali menelfon nomor Grace..


tapi tak ada jawaban.


perasaan khawatir, gelisah, dan takut kini telah menguasai fikirannya. ingin sekali rasanya Lucas kembali ke las Vegas, menemui Grace. Lucas ingin melihat keadaan wanitanya.


terakhir, ponsel Grace bahkan tak bisa di hubungi.


Lucas di pusingkan oleh kegilaan Anaya yang ingin menghancurkan rumah tangga Jake dan Maria. bahkan wanita psikopat itu mengancam Jake jika dia akan membunuh Maria. sebenarnya ingin sekali Lucas ikut serta dalam rencana pembantaian untuk melawan Anaya. tapi dia juga harus kembali ke las Vegas. karena banyaknya ancaman yang mulai datang untuk membunuh Grace, terlebih yang membuat Lucas gila adalah, selama 2 hari lamannya, Grace tak juga menghubunginya.


bahkan si keparat James itu, adalah ancaman terbesar bagi keluarganya. Lucas yakin, jika James pasti Sudah merencanakan sesuatu untuk membalas dendam kepada dirinya dan keluarganya.


bedebah!


Lucas pun langsung pergi, kini dia pun menghubungi Arthur untuk menjemputnya ke bandara,, Lucas benar-benar gila. bahkan dia berencana kembali ke las Vegas dengan meninggalkan rose sendirian di Milan,


Lucas tak bisa menunggu hari esok, karena dia sudah di buat frustasi karena gadisnya.


sementara di sisi lain,


seorang wanita berdiri, menatap rekannya yang sedang merencanakan ide untuk menangkap musuh dan menyelesaikan misinya. walaupun dia terdiam tapi fikirannya sedang berputar searah jarum jam, untuk berfikir dengan matang dalam rencana menangkap salah satu kriminal paling berat.


"Sepertinya rencana itu tidak akan berhasil." ujar Grace.


"Bagaimana bisa kau beranggapan jika ini tak akan berhasil?Kita bahkan belum melakukannya.." ayu tak terima.

__ADS_1


"Mereka adalah kriminal paling licik, jika kita mengepung markasnya sekarang, tanpa merencanakannya dengan matang, kita pasti akan mati." jelas Grace "Dia adalah seorang pemimpin dari kelompok mafia Black Tiger, Selain berkuasa, dia juga pasti memiliki banyak sekutu. dengan kebodohan tanpa rencana dalam menyergap markasnya, kita pasti tak akan pernah bisa kembali. karena sudah pasti kita akan langsung di habisi oleh anggota, sekaligus sekutu yang terlibat." imbuhnya.


"Kurasa yang di katakan Grace benar." sahut Stella.


"Satu-satunya cara untuk membekukan seorang kriminal adalah mencari tau kelemahannya, saat kita mengetahui kelemahannya, maka sudah pasti, dia tak mampu melawan kita dan sudah pasti pula dia tidak bisa berbuat apa-apa." jelas Grace.


"Aku setuju dengan Grace" imbuh west.


"ya, sepertinya itu lebih baik dari rencana awal." sambung Owen.


"kapten Geo memang tidak salah memilihmu untuk menjadi ketua tim kami.. kau sangat cerdik Grace.." imbuh Dixon.


"Tentu saja, Karena yang dia Lawan adalah musuhnya sendiri." celetuk ayu.


"Apa maksudmu?" Stella menghampiri ayu,menatap wajah menyebalkan itu tak suka.


"James adalah mantan kekasihmu bukan?" dengan percaya diri, Ayu mengatakan sedemikian, membuat Dixon dan Owen mengerutkan keningnya.


"Ayu.. kau itu benar-benar ya.." geram Stella.


"Kau pernah menjalin hubungan dengan seorang kriminal?Aku tidak percaya, jika kau mampu menyelesaikan misi ini dengan baik. kau pasti merencanakan sesuatu untuk menyelamatkannya,, yah berpura-pura menjalankan misi dengan baik lalu,, kau akan membebaskannya.."


plak...


plak..


plak...


"Tutup mulutmu itu Bit*h!!!" tindas Grace, nada suara yang tadinya indah kini terdengar tajam. mata Grace yang indah kini berubah menjadi singa betina yang garang dengan tatapan mematikannya seakan mampu menembus retina mata milik ayu.


"Omong kosong apa yang kau bicarakan??!!!"


ayu terdiam seribu bahasa, namun matanya tak berhenti menatap Grace tajam.


"Grace sudah..." Stella berusaha untuk menjauhkan Grace dari ayu.


west pun menyentuh tangan Grace seakan memuat Grace mundur Agar sedikit menjauh dari ayu.


"ya! dia adalah mantan kekasihku, jika aku tau dia seorang kriminal, aku tak akan pernah Sudi menjalani hubungan dengannya!!!" teriak Grace.


"Apa?Grace kau...?" Dixon terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Grace. "Grace kau tidak salah?Kau pernah menjalin hubungan dengan ketua mafia black Tiger?James Morrone??Aku bahkan belum pernah melihat wajahnya sama sekali. bukankah dia adalah pemimpin rahasia yang tak pernah di publikasikan oleh kelompok mafia lain termasuk Xavier Morrone sendiri."

__ADS_1


"Apakah kita harus mempercayakan misi ini kepadanya?" sahut Owen. "aku mulai meragukannya.." imbuh Owen.


"Aku percaya dengan Grace.. dia tak Mungin menghianati kita,, lagipula Grace sudah mengakhiri hubungannya dengan James." kata Stella.


"Ya, Grace tidak mungkin mengecewakan kita, bersikaplah profesional..." imbuh west kepada Dixon dan owen.


Owen tersenyum kecut.


"Walaupun Grace sudah mengakhiri hubungan dengannya, tidak mungkin Grace bisa melupakan mantan kekasihnya itu dengan mudah.. apalagi pernah menjalin cinta bersama. Grace pasti masih mencintainya." ujar Owen.


west pun mencengkram kerah kemeja hitam milik Owen kasar, menghimpitnya hingga mengenai dinding. mata west menatap tajam Owen seakan ingin menghabisinya.


"Bagaimana bisa kau meragukan Grace??apa kau lupa, dengan apa yang dia lakukan untuk misi kita ini??" tindas west.


Owen terdiam,


west yang murka pun meninju wajah Owen berkali-kali sampai akhirnya Owen pingsan.


Stella berteriak, sedangkan Dixon mendorong west untuk menjauh.


"Apa yang kau lakukan west??Kau memukul Owen hanya karena dia??" Dixon menunjuk Grace, terlihat dari raut wajahnya, Dixon seakan kecewa.


"Cukup!! Hentikan kegaduhan ini!!" teriak Grace. "Baik, aku akan mengundurkan diri dari misi ini." imbuh Grace.


Stella pun menatap Grace tak percaya.


"Grace,, apa yang kau katakan??" ujar Stella.


"Jika dalam sebuah tim sudah tidak ada lagi rasa percaya, lebih baik kita akhiri saja misi ini." jelas Grace.


"Grace kau.."


"Aku akan mengundurkan diri dari misi ini.." pungkas Grace, sebelum west menyelesaikan kalimatnya.


"Selamat tinggal.." Grace pun pergi,


menyisakan Stella, west, ayu, Dixon dan Owen yang Sedang pingsan.


"Ini semua gara-gara kau!!Fu*k!!" west mengatakan hal itu lali pergi mengajak Stella untuk meninggalkan markas tempat mereka berkumpul.


ayu tersenyum licik.

__ADS_1


sedangkan Dixon di buat pusing karena Owen tak kunjung sadar juga.


bersambung~


__ADS_2