My Posesif Desire

My Posesif Desire
Mystery


__ADS_3

Lucas menatap nanar Grace yang kini terduduk dengan tangan yang menyatu menjadi tumpuan dagu. kakinya yang jenjang, di biarkan meringkuk. Grace menatap depan dengan sorot mata datar di penuhi oleh buliran air mata deras membasahi wajahnya yang cantik pucat itu.


"Lucas.." lirihnya.


"Hm..?"


"Apa James benar-benar melakukan itu?Apa dia benar-benar ingin menodaiku dan membuatku hamil?" tanyanya tiba-tiba.


"Kau akan mengetahuinya sendiri."


"Aku ingin mengetahuinya sekarang. kumohon beritahu aku yang sebenarnya." Grace menyentuh telapak tangan, menatap wajah tampan Lucas dengan teduh, penuh permohonan.


"Bukankah kau mendapatkan misi untuk menjadi seorang agen rahasia seutuhnya?" tanya Lucas.


Grace mengangguk singkat.


"Siapa nama kapten tim mu?" tanya Lucas


"Kapten Geo dari D19." ujar Grace.


"Kau akan di perintahkan menjalankan misi untuk mencari tau dan menangkap sekolompok mafia penyelundup narkoba. mafia black Tiger adalah salah satunya." jelas Lucas.


Grace mengerutkan keningnya.


"Siapa itu mafia black Tiger?" tanya Grace.


"Kau akan tau sendiri."


"Kenapa kau penuh dengan teka teki?" gerutu Grace "Terkadang aku heran denganmu, mengapa Tuhan menciptakan pria misterius dan dingin seperti dirimu?" imbuhnya.


"bukankah kau ingin menjadi agen Karena kau tidak mau menjadi salah satu dari klan Valentino? kau tidak mau menjadi seorang Psikopat. Mafia, seorang pembunuh dan kriminal. Karena itulah kau ingin jauh dari anggota keluarga, dengan beralasan kuliah di las Vegas." jelas Lucas "Karena kau memiliki alasan untuk tidak ingin menjadi salah satu keturunan dari seorang kriminal."


Grace menatap mata Lucas dalam, berusaha untuk menerka-nerka maksud dari pria satu ini.


omong-omong memang apa yang di katakan Lucas benar, dia memang tak ingin menjadi seorang kriminal seperti keluarganya, yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran, hingga pembunuh berantai, dan berdarah dingin, lalu menjadi seorang mafia. pengedar narkotika, perdagangan bisnis gelap dan lain-lain.


Grace tak mau jika dirinya menjadi salah satu dari klan nya.


"Asal kau tau Grace, kau adalah anak dari Uncel Daniel. kau memiliki sisi gelap tetapi kau belum mengetahuinya." imbuh Lucas.


"Sama halnya seperti James, dia yang terlihat baik. sebenarnya dia adalah seorang keparat paling bajingan yang tak kau ketahui." sambung Lucas.


"tolong beritahu aku Lucas, aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksud." ujar Grace.


"Itu adalah tugasmu untuk mencari tau sendiri." tegas Lucas. "Buktikan jika kau memang seorang agen rahasia, bukankah itu adalah impianmu?" Lucas tersenyum kecut.


"Kau akan menjadi seorang agen sesungguhnya, jika kau menyelesaikan misi dengan sempurna bukan?." imbuh Lucas. "kalau begitu lakukanlah..!"


Lucas berdiri dan hendak meninggalkan Grace terpaku, seakan sedang berfikir sesuatu.


"Kau mau kemana?" tanya Grace.

__ADS_1


"ku rasa kau butuh istirahat."


"Aku butuh kau." Grace sempat menatap wajah Lucas sekilas, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Tolong temani aku disini." lirihnya.


Lucas mengulas senyum tipisnya.


dan kembali duduk tak jauh dari gadisnya.


"Omong-omong, maafkan aku.." lirih Grace, nada bicaranya terselip rendah dan penuh penyesalan.


"Untuk apa?"


"Karena sudah membencimu dan selalu memakimu.." Lucas tersenyum sekilas dengan permintaan maaf tiba-tiba yang keluar dari mulut Grace.


apakah karena Grace hampir mati, dia menjadi bertaubat dan ingin memperbaiki hubungan dengannya?.


jika memang begitu, kenapa tidak sedari dulu Lucas melakukannya?


"Lagipula itu bukan salahku sepenuhnya, kau datang tiba-tiba, mengurungku di apartemen ku, mencuri apartemen ku dengan cara licik, mengatur hidupku, memaksa, dan memperkosaku." Grace terus menggerutu.


"Aku Tidak pernah memperkosamu, aku hanya sedang menolongmu waktu itu, seharusnya kau berterimakasih padaku." dengan santainya Lucas mengatakan sedemikian.


"Ya tapi kau melakukan itu lagi pada pagi harinya kan?"


"Itu karena tidak sengaja. lagipula aku adalah pria normal, aku tidak bisa menahan diri jika melihat tubuh telanjang seorang wanita."


"Dengar, aku akan memaafkanmu tapi tolong rahasiakan ini."


"Tidak mungkin kan kita tidak merahasiakannya, kau adalah kakak ipar ku. sekaligus sepupuku. bagaimana mungkin semua orang tau jika kau pernah berhubungan badan denganku? Aku terdengar seperti wanita murahan." jelas Grace.


"A-apa kau mabuk saat melakukan itu?" tanya Grace terbata-bata.


"Tidak."


"Dengar, jika kau mabuk. mungkin aku akan memakluminya.. karena itu semua di lakukan karena tidak ada unsur kesengajaan. "


"Aku tidak mabuk Grace."


"Kau yakin?"


"Sangat. alkohol tak kan mampu melemahkan Syaraf sadar ku." tindas Lucas.


"Kalau begitu kita buat kesepakatan saja bagaimana?"


"Kesepakatan apa?" tanya Lucas.


"Kita akan tinggal bersama, asalkan kau tidak mencampuri urusanku dan aku akan melakukan hal yang sama, bagaimana? kita bisa berhubungan baik layaknya sepupu dan Adik ipar."


"Tidak."


"Kenapa tidak? Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" tanya Grace.

__ADS_1


"Aku ingin kau."


"Omong kosong. kau adalah sepupuku, dan Statusmu sekarang adalah sebagai kakak iparku karena kau menikahi Rose kakakku. apa kau lupa?"


"jangan bahas status jika kita sedang bersama."


"Lucas. kau tidak waras!"


"Apa kau tau Grace? entah yang ku rasakan adalah obsesi atau cinta, yang jelas aku begitu menginginkanmu."


plak...


Grace menampar keras wajah Lucas, hingga kini wajah pria itu tertoreh ke kanan Karena tamparan keras tersebut.


"Apa yang kau bicarakan? apa kau tidak tau kau sedang bicara dengan siapa??!! bagaimana mungkin kau berfikir seperti itu?Kau menginginkan ku?Aku adalah adik iparmu. kau adalah suami kakakku, apa kau berniat menikahi kedua wanita bersaudara sekaligus??" teriak Grace, kini nada bicara mulai meninggi.


bukannya marah akibat tamparan keras yang mendarat di wajahnya yang rupawan, Lucas malah tersenyum miring.


"Aku hanya akan mencintaimu seorang, dan kau akan menjadi milikku."


"Lalu bagaimana dengan Rose?Kau berniat mempermainkan perasannya?"


"Aku tidak pernah mencintainya."


Grace kembali mengangkat tangan hendak untuk menampar wajah Lucas lagi, tapi kali ini pria itu berhasil mencekal tangan Grace dengan erat.


"Katakan padanya sudah berapa kali ku sentuh." teriak Lucas yang tak kalah meninggi. "Aku bahkan belum sama sekali menyentuhnya, karena aku tidak mau mempermainkan perasaannya lebih dalam lagi." imbuh Lucas.


"Jika kau tak mencintainya kenapa kau menikahinya?"


"Karena aku terpaksa."


"terpaksa?"


"Ya. aku terpaksa melakukannya, Karena aku berusaha untuk melindungimu dan keluarga kita dari bahaya yang datang!!" ujar Lucas "Dan Gilanya, kau sendiri yang membawa bahaya itu datang."


"Kenapa kau terus mengatakannya?Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini?!"


Lucas tak menggubris pertanyaan dari Grace, ia memilih untuk pergi dengan membanting pintu keras.


Grace terus memanggil-manggil namanya, tapi Lucas tak memperdulikannya, sampai akhirnya Grace berusaha untuk mengejar Lucas walaupun tubuhnya belum stabil. ia masih sangat lemah.


Grace pun terjatuh dari ranjang, dengan tangis yang tersedu-sedu.


"Aku akan mencari tau sendiri. apa yang sebenarnya terjadi?? kenapa kau melakukan ini padaku James?. kenapa Lucas berbicara seperti itu?" teriak Grace.


Arthur datang, melihat Grace terjatuh dari ranjang, dan menangis. ia segera menggendong Grace, membawanya kembali ke ranjang dan menyelimutinya,


saat Arthur akan pergi, Grace mencekal tangan. dan menatap Arthur dengan tajam seakan meminta penjelasan.


"Katakan padaku, siapa James sebenarnya?"

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2