
Malam pun kini telah tiba.
Jake dan Maria datang ke mansion Daniel.
Ah ternyata mansion Daniel tak jauh berbeda dari mansion miliknya, yah walaupun lebih besar mansion milik Jake yang ia tempati bersama dengan Maria di Milan.
"Selamat datang Jake,," Daniel langsung memeluk keponakannya dengan sangat erat.
"Selamat datang Maria.." Carrol memeluk Maria lembut.
Carrol tersebut manis.
"Maria, kau sangat cantik.. dres yang kau kenakan sangat indah, warna hitam cocok sekali dengan kulitmu yang putih." puji Carrol.
"Terimakasih Aunty,," lirih Maria.
"silahkan masuk." Daniel dan Carrol mempersilahkan Jake dan Maria untuk memasuki mansion.
terdapat banyak sekali pelayan yang berbaris rapi menyambut kedatangannya, Maria berjalan perlahan-lahan, melihat ruangan demi ruangan ia sempat terkagum-kagum. pasalnya mansion ini sangat indah, selain megah, mansion ini juga sangat sejuk dan segar , banyak sekali tanama dan dedaunan hijau berada di sekeliling. mansion ini tampak rumah kaca yang penuh dengan tanaman hijau.
setelah puas melihat-lihat. kini mereka sudah sampai di meja makan. ternyata sudah ada Lucas dan rose di sana.
Jake sangat romantis, pria itu dengan tak tau malunya menyeret kursi mempersilahkannya duduk. ahh Maria sangat senang dengan tingkah manis suaminya itu.
"Terimakasih sayang,," lirih Maria.
"Jake kau sangat romantis." ujar rose, sembari melirik Lucas.
tetapi Lucas? pria itu bahkan tidak pernah menatap rose sedikit saja. bahkan hanya sekedar melirikpun tak pernah. wajahnya sangat datar dan dingin.
"terimakasih rose." kata Maria.
kini mereka semua telah berkumpul bak keluarga bahagia, sayangnya mereka kurang lengkap tanpa adanya mom kara, dad bara, Jay, Mark, dan Grace.
oh hei dimana gadis pirang itu?.
"Maria makanlah yang banyak nak.." ujar Daniel.
"Iya uncel.." Maria tersenyum manis, "Ah ya dimana Grace? Aku tidak melihatnya.."
Mendengar kata 'Grace' wajah Lucas seperti berubah, tubuhnya menegang. entah ada apa dengan pria itu.
biarlah, itu urusan mereka Maria tak berhak ikut campur bukan?
Carrol tersenyum manis.
"Grace, gadis itu sibuk dengan kuliahnya, dia melanjutkan kuliah.. dan sekarang Grace berada di las Vegas."
__ADS_1
"Masih sebagai Agen Rahasia?"
"Iya, Grace sangat ingin menjadi seorang agen rahasia, walaupun itu akan sangat berbahaya." timpal Daniel.
"Omong-omong Maria, ku dengar kau hamil. sudah berapa bulan?" tanya Carrol.
tubuh Maria menegang, ia tak tau harus menjawab apa.
"Maria mengalami keguguran." singkat Jake.
Jake menatap bola mata biru Maria dalam, sembari menyentuh tangannya. agar Maria tak bersedih. karena Tentu saja suaminya akan selalu ada di sisinya untuk melindunginya.
rose terkejut hingga terbatuk.
"B-benarkah Maria?Kau keguguran?"
Maria terdiam.
"Astaga,, apa mom dan dad kalian tau soal ini?" tanya Daniel.
"Tidak." singkat Jake.
"Kalian tidak memberitahu mom dan dad?" timpal Carrol.
"Tidak. kita tidak ingin membuat mereka khawatir." lagi-lagi Jake yang menjawab seluruh pertanyaan dari Daniel dan Carrol.
Lucas?Pria itu tampak santai dengan memakan makanan.
Maria tersenyum getir.
memang benar apa yang di katakan oleh Carrol.
tetapi dalam hal ini masalahnya berbeda, Carrol keguguran bisa hamil lagi, sedangkan Maria? Bagaimana ia bisa hamil?itu akan merenggut nyawanya jika ia benar-benar mengambil jalan dengan hamil.
"Kau tidak perlu bersedih Maria, justru kau hanya perlu bahagia. karena kau memiliki suami seperti Jake yang sangat mencintaimu." sahut rose. sesekali melirik ke arah Lucas. membuat Maria langsung mengerti dengan maksud dari ucapan rose.
"Kau juga rose." Maria tersenyum sebagai balasan. "Oh ya lucas, bagaimana dengan pekerjaan mu?Ku dengar kau memiliki bisnis di las Vegas.kau bahkan juga membeli beberapa kasino dan club malam disana. apa kau berencana untuk selalu tinggal disana?Lalu bagaimana dengan Rose?" imbuhnya.
"Kau sangat benar Maria. aku membeli kasino dan club di las Vegas hanya untuk berbisnis tidak lebih.Membahas soal Rose, tentu istriku ini tidak bisa ikut, kau tau sendiri bukan dia juga memiliki banyak pekerjaan disini yang tidak bisa di tinggalkannya?Dad juga sangat membutuhkan rose untuk mengurus perusahaan sebagai pewaris setelahnya." jelas lucas.
"Ah ya. kau sangat benar Lucas." Maria mengulas senyum tipisnya.
"Omong-omong Maria, bagaimana kabar dari mommy mu? Aku tidak pernah mendengar kabar tentang orang tuamu?Dan yaa Frans dr Angelo?Ku dengar sahamnya menjolak tinggi selama berbulan-bulan ini." tanya Carrol.
"Itu pasti berkat suamiku.." lirih Maria sembari menatap Jake teduh.
Rose yang melihat keharmonisan rumah tangga Jake dan Maria hanya bisa tersenyum getir, ingin sekali rasanya Lucas memperlakukannya seperti Jake memperlakukan Maria seperti seorang ratu. tetapi semua hanya bisa menjadi angan-angan.
__ADS_1
nyatanya Lucas tak pernah mencintainya, bagaimana mungkin Rose dapat di perlakukan seperti itu? bahkan menatap pun Lucas tak pernah. ingin sekali rasanya Rose di tatap oleh manik mata kecoklatan indah milik Lucas, walaupun sejenak tapi dia pasti akan sangat bahagia.
bahkan rumah tangga mereka hanya Sandiwara. sungguh sejujurnya rose sudah tidak kuat menahan apa yang di rasa, tapi rose tak bisa berbuat apa-apa. karena dia sangat mencintai pria bajingan seperti Lucas.
"Benar sekali, Jake pasti tidak akan membiarkan ayah mertuanya bangkrut. dia pasti akan balas Budi, karena telah memiliki putri cantik sepertimu. kau sangat beruntung Maria, Jake begitu mencintaimu." sahut Daniel.
"kau benar Uncle, Aku memang harus membayar mahal." imbuh Jake.
"Kau terlalu berlebihan sayang." lirih Maria.
"Tidak ada yang gratis. setelah ini kau harus memberiku sesuatu yang kusukai." lirih Jake sembari terkekeh geli.
"Cih dasar mesum."
*
*
*
setelah semuanya usai, kini mereka telah menjalankan aktivitas malam mereka masing-masing, termasuk Rose yang kini tengah bersedih karena Lucas tidak mau tidur bersebelahan dengannya di ranjang.bahkan Lucas lebih memilih tertidur di sofa tak jauh darinya.
hati rose sangat sakit. bagaimana mungkin suami istri tidak pernah melakukan hubungan seksual? atau bahkan sekedar oral ****. pun tak pernah. apalagi bercinta?Yang hanya di lakukan oleh orang-orang yang saling mencintai.
"L-lucas..." panggil Rose.
Lucas tak menjawab.
"Apa yang kau lakukan?"
Lucas masih tak menyahut.
Rose pun berdiri menghampiri Lucas, dengan sedikir amarah, rose mengambil ponsel Lucas dengan kasar. dan menatapnya penuh kekesalan yang kental.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau sibuk dengan ponselmu sepanjang hari? apa yang ada di ponsel ini?Aku curiga kau memiliki wanita lain dan berselingkuh di belakangku." geram Rose.
Lucas yang awalnya diam, kini mulai berdiri, wajahnya yang menakutkan terlihat jelas jika ia sedang marah.
"Lancang sekali kau!!! memangnya kau siapa?!Apa urusanmu jika aku berselingkuh darimu? Bukankah aku selalu mengatakan jika aku tidak pernah mencintaimu?Jadi jangan pernah berharap lebih padaku!!" tindas Lucas.
rose terdiam sejenak.
"Apa kau lupa? Pernikahan kita hanya sandiwara!! Kau tidak perlu khawatir, aku akan segera melepaskan mu dan mengurus surat cerai !!." imbuh Lucas.
Deg.....
Air mata rose menetes seketika, ia tak mampu menahan tangis, dia tak bisa mengatakan sepatah kata selain membeku dan menangis. hatinya sangat sakit, bagai di tusuk oleh ribuan duri yang tajam, menusuk-nusuk jauh dari dalam rongga dadanya.
__ADS_1
setelah mengatakan sedemikian rupa, Lucas pun keluar sembari mengambil kembali ponselnya dari genggaman rose. dengan amarah yang tertahan.lucas membanting pintu kamar dan pergi entah kemana.
Bersambung~