
Di sudut ruangan, tepat dimana Broke Atkinson akan di eksekusi oleh segerombol polisi yang menatapnya tak suka. dengan sigap para polisi mengangkat senjata berupa pistol untuk di tembakkan ke Broke dengan aturan tak boleh mengenai otak dan jantung.
bagi mereka ini adalah hukuman yang setimpal atas kejahatannya sebagai seorang kriminal, yakni mata-mata, penyelundupan senjata api ilegal, bandar narkoba, dan mengkonsumsinya pula.
Grace hanya menatap Broke datar, seakan tak ada yang Iba kepadanya. Bahkan pada saat Broke menjerit histeris akibat tembakan yang mengenai beberapa anggota tubuhnya.
"Keparatt kau ragillll!!!!" teriak Broke, sembari menjerit histeris yang terdengar nyaring menusuk telinga.
teriakan terakhir broke terdengar nyaring, saat Grace menembak kepala Broke hingga peluru tersebut Berhasil menembus otak, tembakan kedua mengenai jantung, darah pun tercecer dimana-mana. cipratan darah Broke mengenai wajah cantik Grace. betapa malangnya nasib kriminal satu ini.
"Grace."
"Ya kapten."
"Aku bangga, kau sudah menyelesaikan misi yang ku berikan padamu, tapi ingatlah Grace, misi terakhirmu sangatlah berbahaya, Karena kau harus berurusan dengan para mafia untuk menangkapnya. kau harus berfikir matang. dan memikirkan cara untuk melakukan penyergapan. lakukanlah negosiasi jika itu di perlukan." jelas kapten Geo.
"Terimakasih kapten, tentu saya akan melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya." tegas Grace.
menjadi seorang agen rahasia bukanlah hal yang mudah, Karena para agen rahasia harus menyelesaikan misi yang di berikan dengan mental dan kecerdasannya untuk menangkap musuh. sebagai seorang abdi negara yang Rahasia, ia juga harus tetap menjalankan misi hingga menuntaskannya. jika tidak, ataupun gagal, para agen rahasia terancam untuk di pecat dari pekerjaan, bahkan ada juga yang di bunuh, karena tak mampu menyelesaikan misi yang harus ia tuntaskan.
dan Grace adalah seorang FBI rahasia, yang baru saja mendapatkan tugas untuk menjalankan misi, yah bisa di bilang cukup sulit. tentu jika Grace dapat menyelesaikan misi tersebut, Grace akan menjadi FBI yang berpengaruh. karena sampai detik ini belum ada yang bisa mendapatkan bukti berupa clip yang Grace berikan.
mereka sibuk bertanya-tanya bagaimana Grace bisa mendapatkan clip tersebut?, bahkan mampu membuat broke Atkinson seorang mata-mata paling setia itu membuka mulutnya dan mengatakan segalanya.
"Ku percayakan misi ini padamu sepenuhnya." ujar kapten sembari menepuk pundak Grace dan mengulas senyum tipisnya.
Grace mengangguk sebagai jawaban.
.....
Sepulangnya Grace, ia pun di kejutkan dengan adanya Arthur di rumahnya,
"Kau disini?" tanya Grace.
"Seperti yang kau lihat Miss."
__ADS_1
"kenapa kau datang kemari?Dimana Lucas?" tanya Grace.
"i'm here my Angel." ujar Lucas.
Grace pun melihat ke arah suara, memperlihatkan Lucas yang rapi dengan pakaian formalnya, hendak turun dari tangga.
"Kau mau pergi kemana?Memakai stelan rapi dan.. membawa koper?!" tanya Grace.
"Aku akan pergi ke Milan 2 hari," ujar Lucas.
"K-kenapa?Apa kau berniat untuk meninggalkanku sendiri di sini?"
"Bukan begitu, uncel David mengadakan acara pertunangan Davis dan Delilah. tentu aku harus datang menghadirinya my Angel." jelas Lucas.
"Kau akan pergi bersama Rose?"
"Hm."
Rasanya Grace tak bisa membiarkan Lucas pergi, ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama dengan Lucas, tapi pekerjaannya telah menganggunya, terlebih Lucas Juga harus mengurus usahanya setiap malam. bahkan Lucas jarang sekali pulang. mereka hanya berhubungan tiap pagi hingga petang, saat malam, Grace sibuk dengan urusannya, sedangkan Lucas pun sama. sibuk mengurus bisnis clubnya.
mendengar ucapan Lucas, sebenarnya membuat dirinya sedih, Grace hampir lupa dengan statusnya yang hanya sebagai adik ipar. apalagi mendengar ucapan Lucas yang mengatakan jika dirinya harus menghadiri acara pertunangan Davis dan Delilah. dengan Rose, istrinya. dan gilanya kenapa Grace sangat sedih jika Lucas menghabiskan waktu bersama Rose? ada apa ini. Grace tak mengerti dengan dirinya sendiri.
bukankah ia mencintai James? Tetapi kenapa saat hubungannya dan James berakhir, Grace sama sekali tidak merasakan rasa sakit sedikitpun. seolah tak ada cinta untuk James, hanya ada ketertarikan semata, karena James memperlakukannya dengan baik semasa mereka berhubungan sepasang kekasih.
tetapi bersama Lucas, ia merasakan keteduhan dan kesejukan yang tak ada dalam diri James. akhir-akhir ini Grace dan Lucas bahkan sering menghabiskan waktu bersama. itu membuat Grace binggung dengan perasaannya.
ingin sekali Grace menghentikan perasaannya, tapi ia tak mampu. seolah dirinya sudah terpikat oleh pesona Lucas.
ya Lucas. dan gilanya pria itu adalah kakak iparnya.
Grace menatap ke arah lain,
melihat Grace yang terlihat sedih, Lucas langsung memeluk tubuh gadisnya dari belakang, mendekapnya erat, sesekali mencium ceruk leher Grace dengan kelembutan.
"Jangan sedih my Angel, aku tak akan lama. aku akan segera pulang untuk menemuimu hm..." lirih Lucas sembari menyentuh garis wajah Grace lembut.
__ADS_1
Grace membalikkan tubuhnya, ia menatap mata Lucas dalam, manik mata itu terlihat tulus.
"Aku tak bisa pergi darimu walau hanya sesaat. pasti aku akan sangat merindukanmu." sambung Lucas. "Aktifkan ponselmu, aku akan sering menghubungimu setiap 5 menit sekali hm..." imbuh Lucas.
perkataan tersebut membuat Grace mengulas senyumnya, tak habis pikir dengan tingkah konyol Lucas, menghubunginya setiap 5 menit? Bukankah itu sangat berlebihan?.
"Kau sangat berlebihan." ujar grace sembari tersenyum.
"you know my Angel?You are my soul mate. I really love you." lirihnya.
Grace sempat terkejut dengan pernyataan tiba-tiba Lucas, mengatakan perasaannya. suara rendah yang khas mampu membuat jantung Grace berpacu dengan sangat cepat, seolah dirinya benar-benar telah gila. ia tak tau harus menjawab apa. tetapi hatinya seakan bersorak riang.
walaupun Grace tak menjawab, ia langsung membungkam bibir Lucas dengan bibirnya, mengecupnya dan ********** , mencecap segala rasa dari bibir tersebut.
Lucas pun tersenyum sebagai balasan. tentu ia tak mungkin melewatkan kesempatan emas tersebut, pria itu mengeratkan pelukannya, tangannya meremas kuat gundukan kenyal sekitar bawah. Grace tertegun sejenak, tanpa melepaskan pangutan bibirnya.
"Cepatlah pulang,, aku menunggumu." lirih Grace di sela-sela ciuman panasnya.
Lucas mencium pucuk kepala Grace, lalu tersenyum singkat sebagai jawaban.
"Tunggu aku.." lirihnya.
Grace tersenyum singkat.
"Ayo Arthur kita harus segera pergi."
"Baik sir, sesuai perintah anda."
Lucas melangkahkan kakinya, saat dirinya telah sampai di depan pintu, dia kembali membalikkan badannya, untuk menatap Grace yang tak jauh darinya.
sebenarnya Lucas juga tak mau jauh-jauh dari gadisnya, tapi apa boleh buat, Daniel sudah menelfonnya kemarin untuk memberitahukan jika dia telah mendapatkan undangan pertunangan dari David dan Ashley. terpaksa Lucas harus datang, terlebih David dan Ashley adalah orang tua dari Victor, sahabat dekatnya, tak mungkin Lucas melewatkan acara tersebut bukan?.
Grace hanya bisa terdiam dan menatap kepergian Lucas, walaupun dirinya sangat sedih, tapi ya sudahlah. mau bagaimana lagi?. status hubungannya dan Lucas hanya sebatas sepupu, tidak lebih. hanya saja perasaan dan cinta keduanya tak terkendali, sehingga mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan siapapun. tidak tau hubungan apa, yang jelas mereka saling membutuhkan satu sama lain.
Bersambung~
__ADS_1