
Grace yang sebal, dia pun langsung menelfon Sahabatnya..
"*Hallo Grace,, ada apa? tumben sekali kau menelfonku pagi-pagi. kau butuh sarapan?" ujar Stella.
"Dasar bodoh! aku tidak sedang bercanda." ujar Grace.
"Lalu..?"
"Sepupuku dia datang kemari, dengan tidak tau malunya dia masuk ke apartemenku, mencuri rumahku, dan mengganti kode apartemenku.. Aku sangat kesal. terlebih Daddy dan Uncel membelanya,, bahkan uncel mengancamku jika aku tidak memperlakukannya dengan baik. maka aku akan di pulangkan. aku tidak akan bisa melanjutkan kuliah dan sudah pasti cita-cita ku sirna sudah." gerutu Grace.
"Siapa nama sepupumu?"
"Lucas." singkat Grace "Sebenarnya dia tidak hanya sepupu, tapi juga kakak iparku, karena Rose baru saja menikah dengannya.."
"Apa dia sangat tampan?" tanya Stella lagi.
"Yah,, wajahnya sangat tampan." tentu saja Secara otomatis bibirnya langsung mengatakan hal yang tak terduga. Grace pun segera membekap mulutnya dengan tangannya. "Astaga Stella,, kenapa kau malah bertanya seperti itu?" gerutu Grace.
"Lalu?Apa yang aku lakukan?Apa aku harus datang ke sana?Dan membawamu pergi?"
"Tidak. tentu tidak,, setidaknya bantu aku berfikir... bagaimana caranya agar dia segera pergi dari sini, Cih.."
"Lebih baik kau telfon saja James, agar dia datang dan menjemputmu lalu membawamu pergi.. bagaimana?Kau setuju?"
"itu sama saja mencari mati Stella,, Daddy bahkan meminta Lucas datang ke las Vegas untuk menjaga dan mengawasi ku,, agar aku tidak bisa bersenang-senang di luar sana bersama dengan kalian,, terlebih James. jika dad dan uncel tau, maka aku akan langsung di pulangkan ke Los Angeles." jelas Grace.
"Atau jangan-jangan Daddy dan Uncel mu tidak menyukai James,, buktinya harus meminta Lucas untuk selalu mengawasi mu,, memangnya kau anak kecil bau kencur? Sampai-sampai harus di awasi?"
"Entahlah,," singkat Grace. "Stella,, hubungi polisi sekarang juga, katakan padanya jika di sini ada orang jahat yang sudah mencuri rumahku,, "
"Kau kan bisa menelfon polisi sendiri.. kenapa harus aku?"
"Aku sudah menghubungi seluruh kantor polisi yang berada di las Vegas, tapi tak ada satupun yang datang kesini,, aku bahkan sudah menunggu hampir 2 jam. dan aku sangat lelah..." gerutu Grace.
"Baiklah Grace,, aku akan menelfon polisi,, kau bersabarlah.. aku akan segera datang bersama para polisi menuju ke apartemen mu.." ujar Stella.
"Baiklah Stella,, aku akan menunggumu,, segeralah datang." ujar Grace*.
Grace menutup sambungan teleponnya,,
dan berdecak sebal, sembari menunjukkan wajah kesal, Amarah, takut tercampur aduk menjadi satu adonan, yang tidak bisa di jelaskan betapa Grace sangat ingin segera pergi dari apartemennya.
dia yang menjadi pemilik apartemen, tapi dia juga yang berasa tak aman.
__ADS_1
Cih,, bukankah ini semua adalah ulah si menyebalkan Lucas?
berani sekali pria itu mengganti kode apartemennya,, tak memberitahunya pula. bagaimana Grace bisa keluar dan pergi dari apartemen sialan yang begitu nyaman awalnya, tentu saja sebelum kedatangan Lucas.
Tanpa sadar, semua aktivitas yang Grace lakukan, Lucas mengetahui semuanya, dari Grace mencoba menghubungi kekasih sialannya, menghubungi polisi, sampai akhirnya dia menghubungi sahabatnya yang bernama Stella itu.
Lucas tidak memiliki rasa takut sedikitpun, pria itu terlihat tenang, Seolah tidak akan terjadi apa-apa.
Sangat menyenangkan bukan? Menganti kode apartemen Grace, menjadikan apartemen itu miliknya walaupun dengan cara kotor, mengambil sidik jari Grace saat tertidur. dan yang terakhir,, memerintahkan Arthur untuk membereskan masalah yang terjadi di luar sana.
buktinya tak ada satupun polisi yang datang, saat mendengar laporan dari Grace, itu karena Lucas sudah mengurus semuanya, dia sudah tau jika Grace bukanlah gadis lemah. dia sangat tangguh dan berani. dia akan melakukan segala cara untuk ambisinya,, Grace memang sudah terlihat bak agen rahasia profesional. tak memiliki campuran darah psikopat dan pembunuh bayaran.
tentu saja, walaupun rose memiliki sikap yang hangat, ceria dan tenang. justru rose lah yang memiliki sifat turunan dari Carrol, Rose memang hanya berprofesi sebagai sekertaris di perusahaan Daniel sendiri, tapi terbebas dari itu, profesi Rose adalah seorang pembunuh bayaran yang juga di segani oleh para pembunuh bayaran yang lain. tentu saja dia terlatih. dengan sikapnya yang tenang, dia tidak dapat di curigai bahwa dia sebenarnya adalah pelakunya.
Lucas menyeringai licik, sembari menatap layar laptop yang memperlihatkan wajah cantik Grace yang merajuk. Grace sangat menggemaskan. sesekali Lucas terkekeh geli, dan kembali menyesap wine dan menghirup kembali cerutu rokok yang terletak di atas asbak.
"Kau tidak akan bisa kemana-mana sayang.." lirih Lucas, dengan seringai licik khas Devil.
...
Grace kini sudah bersiap, hanya memakai kaos hitam, celana jeans dan jaket kulit berwarna hitam. walaupun dia tampak sederhana, tentu saja yang ia pakai sangat berkelas.
Sedari tadi Grace sibuk berkutat dengan ponselnya, membuka beranda dan kembali membuka pesan singkat. berharap Stella akan mengirimkan pesan atau hanya sekedar menelfonnya, memberinya kabar bahwa polisi akan datang.
Oh good!
Grace sangat pusing, dia hampir gila karena situasi ini..
Terpaksa, Grace pun keluar dari kamar, dengan membawa tas untuk pergi.
"Mau pergi kemana?" tanya Lucas.
"Bukan urusanmu!" tindas Grace.
Lucas diam, kembali menyesap kopi dengan menyilangkan kaki, dan menonton televisi. Lucas sempat tersenyum sekilas. tanpa ia jawab pun, pasti Grace akan bertanya kode apartemennya.
tentu saja Lucas tak akan membiarkan Grace pergi.
"Berapa kode apartemennya?" tanya Grace.
Lucas tak menyahut, telinganya seakan tuli. dia bahkan tak melirik Grace walau hanya sesaat.
"Aku bertanya padamu.." geram Grace. "Hei.."
__ADS_1
Lucas masih tak menyahut.
"Lucas!!" teriak Grace.
"Ya Sayang?" Lucas baru menyahut saat Grace memanggil namanya.
Ahh rasanya yang suara itu terdengar indah jika terus menyebut namanya, terlebih jika suara itu mengeluarkan suara erotis dan menyebut-nyebut namanya.. pasti itu sangat luar biasa.
Oh Good Damn it!
"Kau mendengarku?" tanya Grace dengan nada yang mulai nyaring.
"I don't hear you."
"Aku bertanya padamu.. apa kau tidak mendengarnya?" tanya Grace.
"Apa yang kau tanyakan hm?"
"Apa kode apartemennya?Aku ingin tau."
"Kenapa kau sangat ingin tau sekali?" tanya Lucas.
"Tentu saja aku ingin tau, karena aku akan keluar menemui temanku."
"Teman?" Lucas tersenyum kecut "Aku tak percaya,, jangan-jangan kau akan bertemu dan berkencan dengan kekasihmu itu."
Grace mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu? Memangnya kenapa jika aku berkencan dengan kekasihku?,apa masalah mu sebenarnya?"
"Tentu saja aku tak akan mengijinkannya."
"Kau benar-benar menyebalkan." Grace menatap mata Lucas dengan tatapan penuh permusuhan.
"kembalilah ke kamar, atau ku perkosa kau sekarang juga." ancaman Lucas mampu membuat Grace bungkam. dan matanya menatap tajam Lucas dengan sorot mata Nyalang.
"Dasar gila!! bagaimana bisa kau mengatakan itu kepadaku?!Aku adalah sepupumu bajingan!! dan aku adalah adik iparmu, apa kau lupa jika kau adalah pria yang sudah berkeluarga,??!!".
"Lalu apa salahnya??" dengan santainya Lucas menunjukkan ekspresi datar, seakan tak terjadi apa-apa. itu membuat Grace berkali-kali lipat marah.
"Aku sangat-sangat membencimu.. bagaimana mungkin dad menikahkan rose dengan pria brengsek sepertimu, Cih!!!!" tindas Grace.
setelah mengatakan hal itu, Grace langsung meninggalkan Lucas dengan langkah tergesa2, menuju kamar, dan lagi-lagi Grace membanting pintu kamar dengan sangat-sangat keras. membuat Lucas diam.
__ADS_1
bersambung~