
2 bulan setelah kejadian itu, Kara pun menantikan Grace yang tak kunjung pulang, dia sangat merindukan keponakan yang sangat ia sayangi. terlebih Lucas pun tak pernah mengunjunginya setelah dia selamat Dari kematian.
Jake mengurus bisnisnya, Jay,mark, Victor dan Justin pun tengah sibuk karena mereka sedang dalam masalah besar, karena salah satu dari anak buahnya tertangkap oleh kelompok mafia lain.
"Apa yang kau lakukan sayang?" ujar bara yang tiba-tiba datang membuyarkan fikiran yang kini menggerogoti otak kara. karena tak habis pikir dengan semua orang, seakan-akan semua orang tengah menyembunyikan sesuatu.
"Tidak ada, hanya sedikit pusing." singkat kara sembari mengulas senyum manisnya.
"Kenapa kau memeluk foto Grace?"
"Entahlah, aku sangat merindukannya.. kenapa dia tak pulang, bahkan dia tak pulang saat aku sekarat di rumah sakit." jelas kara, di sentuhnya tangan suaminya dengan kelembutan serta tatapan penuh permohonan "Tolong bawa Grace pulang, atau telfon dia, aku ingin mendengar suaranya, aku sangat merindukan Grace. sudah lama setelah pernikahan rose, dia tak pernah kembali, bahkan terakhir menelfon saat kita pergi ke Berlin 6 bulan lalu."
bara menggenggam tangannya "Baiklah aku akan menelfon Lucas dan memintanya untuk pulang bersama dengan Grace."
"Lucas?"
"Ya, apa kau lupa jika Lucas punya bisnis di sana? Selain dia sibuk dengan pekerjaannya, dia pun telah menjaga Grace dari mantan kekasihnya." ujar bara.
"mantan kekasih Grace? maksudmu James??"
"Ya. James, dia adalah pria brengsek." kini sorot mata bara berubah yang tadi terlihat meneduhkan, menjadi sorot mata berapi-api seakan memiliki dendam tersembunyi.
"apa maksudmu, aku tak mengerti dengan apa yang kau bicarakan."
"James, dia adalah brengsek. dia musuh terbesar kita sekarang, apa kau tak mengenalnya?" yang bara. "Dia adalah putra John."
"John?"
"John Palmer, pria yang telah kau bunuh bertahun-tahun silam, dan sekarang dia kembali untuk balas dendam atas kematian dari ayahnya." jelas bara.
"A-apa?lalu_Bagaimana dengan Grace?apa dia baik-baik saja?apa pria itu menyiksa Grace?" kara bertanya seolah khawatir terjadi sesuatu pada Grace.
__ADS_1
"Justru Grace adalah jembatan untuk balas dendam, untunglah Lucas menggagalkan rencana jahatnya. " jelas bara "bahkan ayah angkat James yang telah memberikan racun agar kau lenyap sehingga kau sekarat di rumah sakit." sambungnya. "dan Lucas juga yang sudah menyelamatkan mu dari kematian, dengan menyekap xavier, menyiksanya, lalu membuatnya buka mulut dan mengatakan penawar dari racun mematikan yang bersarang di dalam tubuhmu waktu itu."
air mata kara menetes seketika. "aku tau putraku tak mungkin mengecewakanku dan akan selalu melindungi keluarga kita dari para musuh2 kita di luar sana."
"Tapi dia telah melakukan suatu kesalahan. yang mungkin kau tak akan menerimanya."
kara mengerutkan keningnya, "kesalahan apa yang kau maksud?"
"Kau akan tau saat dia pulang bersama Grace." imbuhnya
bara pun keluar dari kamar, meninggalkan kara yang kini tengah berfikir, apa maksud dari perkataan bara barusan.
....
Las Vegas~
Grace berdiri di balkon kamar, melihat sekeliling yang senyap, karena malam yang semakin larut, suara pohon yang tertiup angin kencang mengeluarkan suara, ia menghirup udara malam yang penuh kedamaian, dan sejenak termenung seolah-olah tengah memikirkan sesuatu, bahkan ia tak bisa tidur, terlebih fikirannya melalang buana entah apa yang telah menganggunya sehingga ia tak bisa tenang.
"Aku sedang berfikir, mungkin kedamaian yang kita rasakan sekarang, tak bisa kita dapatkan esok." ujar Grace.
Lucas membalikkan tubuh Grace , menatapnya dalam "Apa yang kau katakan?ada aku. aku akan selalu memberimu kedamaian dan kebahagiaan. "
Grace terdiam..
"jangan khawatir, aku akan melindungimu dari seluruh anggota keluarga kita, bahkan jika aku harus melawan mom Sekalipun." Lucas membelai lembut wajah Grace, dan mencoba untuk meyakinkan Grace, bahwa dia akan selalu ada untuknya, untuk melindunginya, dan akan selalu menjaganya.
"Bagaimana jika mom dan dad tidak menerima hubungan kita? bahwa aku adalah wanita ****** yang tega merusak hubungan antara kau dan rose." tindas Grace.
"Aku akan katakan bahwa aku mencintaimu dan aku tak pernah mencintai rose."
"Jangan gila, mereka pasti akan memukulmu, dan merasa kecewa karena kau laki-laki brengsek yang tidak waras, dengan menikahi kakaknya lalu dengan tidak tahu malunya kau mencintai adik iparnya begitu?" kata Grace.
__ADS_1
"Lalu?aku akan ciptakan film yang berjudul, adik iparku adalah wanita cantik. atau aku mencintai adik iparku,atau kekasihku adalah adik iparku." bahkan di saat-saat seperti ini Lucas pun dapat membuat lelucon hingga membuat Grace kesal .
"Lucas jangan membuat lelucon!"
Lucas tertawa, dan kembali mengeratkan pelukannya "baiklah my angel."
"Lucas tolong mengertilah, aku takut, aku tak bisa pulang dan menemui mom, dad, dan yang lainnya. karena aku belum siap untuk mendapatkan kebencian dari mereka semua." ujar Grace. "Lucas, bukankah kita sangat jahat, karena sudah mengecewakan keluarga kita?"
"kita tidak jahat, bagaimana mungkin orang yang sedang jatuh cinta di katakan sebagai penjahat? justru bahkan Tuhan pun merestui cinta kita. buktinya aku mencintaimu dan kau mencintaiku. walaupun kita harus melawan keluarga karena sudah mempermainkan perasaan dari kakakmu. itu bukan semata-mata di sengaja. aku tidak sengaja mencintaimu. bahkan aku pun tak tau kenapa aku mencintaimu." jelas Lucas.
Grace terdiam, ia tak habis pikir dengan otak Lucas yang seolah-olah dia sudah siap dengan kebencian dari keluarganya. bahkan Grace pun tak bisa membayangkan bagaimana keluarganya merasa kecewa pada dia dan Lucas karena telah mengkhianati rose, bahkan sekarang ia tengah hamil anak Lucas.
"Kau tak perlu khawatir, dan Jangan stres oke? karena kita harus menjaga bayi-bayi kita di dalam sana." Lucas terkekeh singkat, sembari menyentuh perut Grace yang sedikit membuncit. "Apa yang sedang kau lakukan di sana sayang-sayang ku hm?katakan pada mom kalian untuk tidak stres dan berfikir yang tidak tidak. karena dad akan menjaga kalian semua. " lirih Lucas dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Grace.
Grace tersenyum getir, ia takut jika kepulangannya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan mom kara, dan tentu Carrol tak akan tinggal diam. pasti Carrol akan memakinya sebagai wanita tak tau malu karena sudah menjadi penghalang kebahagiaan antara Lucas dan rose. sedangkan kara pasti akan sangat kecewa, dengan kasih sayang begitu besar yang kara berikan padanya, namun Grace telah membalasnya dengan suatu dosa besar.
Grace telah menghancurkan mimpi semua orang terhadap dirinya, mereka pasti beranggapan bahwa dia telah menjadi FBI handal yang tengah bekerja menjalankan misi untuk memberantas para mafia, membanggakan keluarga, lalu pulang dengan membawa bukti bahwa Grace adalah FBI. walau keluarganya sendiri adalah seorang kriminal klas atas yang di cari-cari para FBI di penjuru dunia.
keluarga pasti berfikir bahwa dia adalah satu-satunya klan Valentino yang tak memiliki darah psikopat, mafia, dan kriminal.padahal dia pun tidak jauh-jauh dari darah keluarganya. namun Grace telat menyadarinya. bahwa ia sama dengan yang lain. bahwa dia pun punya darah pembunuh yang kental dan kini mengalir deras di dalam nadinya. bahkan ia sudah beberapa kali membunuh orang-orang jahat yang tak berguna dan hanya menjadi sampah jalanan.
"Masuklah my angel, malam semakin larut, aku tak mau bayi-bayi kita merasa kedinginan." kata Lucas.
Grace mengangguk. "Lucas, bagaimana jika keluarga kita tak menerima kita?"
"Kita akan pergi jauh, menikah, lalu hidup bahagia dengan anak-anak kita, walaupun tanpa keluarga. karena kita tak butuh mereka. " tindas Lucas. tegas dan penuh tekanan.
Grace terdiam, "Kau tak perlu memikirkannya hm..?" lirih Lucas. "Kalau begitu ayo masuk dan tidur." sambungnya.
Grace mengangguk. kau tak pernah tau, bahwa mom pasti tidak akan membiarkan kita untuk hidup tenang, sekalipun kau bersamaku Lucas_(batin Grace).
bersambung
__ADS_1