
#Flash on
Lucas meletakkan benda pipih di telinganya, seakan sedang menghubungi seseorang, Lucas terlihat serius.
"Hallo Arthur, pergilah ke Alamat yang ku berikan padamu di Milan, bebaskan salah satu tawanan yang ku ikat dengan rantai besi, dengan wajah dan sekujur tubuh penuh luka akibat siksaan yang Ku berikan. dia berada di sel penjara paling ujung, Namanya Ragil, bawa dia ke sini." titah Lucas. "Aku sudah mengutus beberapa pengawal untukmu." imbuhnya.
"Baik sir.."
"Dan ya, berikan dia suntikan yang ku siapkan untukmu, sebelum kau membawanya kemari, agar ia tak bisa melarikan diri!." sambung Lucas.
"Aku mengerti sir."
Tut...
Lucas menutup ponselnya, sorot matanya menatap datar.
"Kau yang lebih dulu memulai permainan, dan aku yang akan mengakhirinya.!" lirih Lucas, bernada rendah namun tajam.
#Flash off
Grace melewati lorong-lorong sempit, yang membawanya menuju markas berkumpulnya ia dengan rekan kerja tim nya.
"Kau mau membawaku kemana?" ujar pria itu.
"Diamlah, kau akan mengetahuinya sendiri," Grace mengulas senyum tipisnya.
Grace melewati koridor, ia pun memasuki ruangan dan yah, disana rekan kerjanya sudah berkumpul lengkap.
mereka menatap Grace terheran-heran, Karena membawa orang yang lain. karena tempat ini adalah markas yang tak boleh di ketahui oleh orang lain.
bukannya Grace tak tau jika markas ini adalah tempat rahasia mereka, tetapi Grace membawa orang yang mambu membuat Broke Atkinson buka suara.
"Grace,, siapa dia? kenapa kau membawanya kemari?" tanya Dixon. dengan raut wajah terheran-heran.
"Ya, kenapa kau membawa orang asing kemari?Apa kau begitu bodoh sehingga membiarkan orang lain mengetahui Markas rahasia kita?!." sahut Owen.
"Yaya, seperti itulah dia." ayu tersenyum remeh, sembari memutar matanya tak suka.
"Hentikan! apa kalian begitu meragukan Grace?" Stella menimpali. "Sehingga tak percaya dengan apa yang ia lakukan?"
"Grace tak mungkin melakukan sesuatu, tanpa berfikir terlebih dulu. jika Grace membawa pria itu kemari, itu artinya dia memang di butuhkan dalam misi kita." ujar west.
"Aku cukup muak mendengar ocehanmu!!" tindas Grace, matanya Yang tajam berkilau itu menatap ayu dengan sorot mata elangnya. "Jika kau tak menyukaiku, dan tak pernah mendukung tim ini, setidaknya diamlah, atau pergi dari sini.!!" tindasnya.
Ayu menelan ludah susah payah.
__ADS_1
"Grace, apa alasanmu membawa pria ini kemari?" tanya Stella.
"Dia adalah Ragil." Grace pun memperkenalkan Ragil kepada teman-temannya. dan menceritakan siapakah Ragil sebenarnya.
"Dia dulunya adalah seorang mata-mata para mafia seperti Broke Atkinson. Dan dia juga pernah beberapa kali tertangkap oleh polisi, dan beberapa kali pula dapat meloloskan diri." jelas Grace.
"Apakah itu tandanya, dia mengenal Broke?" tanya west.
"Ya, aku mengenalnya. dia adalah teman ku." Ragil angkat bicara.
"Kalian mengerti sekarang? Kenapa aku membawanya kemari??!" tegas Grace, sembari melirik ayu yang terlihat menyesali ucapannya.
"Grace bagaimana kau tau jika dia adalah teman Broke?dan bagaimana kau dapat menemukannya?" tanya Dixon.
"Ya Grace, bagaimana kau bisa melakukan ini sendirian?" sahut Owen.
"Kalian tak perlu mengetahui, yang terpenting sekarang adalah kita harus segera membawanya bertemu dengan Broke." ujar Grace.
Grace menatap Ragil singkat.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan?" tanyanya. "Ajaklah dia berbicara, dan tanyakan segala sesuatu mengenai bisnis gelap yang sudah ia lakukan, rekam pernyataannya dan berikan padaku. jika kau ingin kebebasanmu!" titah Grace padanya.
Ragil hanya mengulas senyum tipisnya.
"Sebenarnya kau siapa Lucas?" tanya Ragil dengan lirih namun Grace mendengar ucapannya.
"Lakukan sekarang juga!!"
Dixon dan Owen pun menuntun Ragil ke penjara yang di tempati oleh Broke Atkinson di sel penjara bawah tanah, dengan gerguji baja yang tak bisa di tembus oleh pistol bahkan bom sekalipun.
Ragil pun di masukkan kedalam sel untuk bertemu dengan Broke, yang terlihat sedang menghirup serbuk putih berupa narkotika.
ah pria itu terlihat menyedihkan, karena tak bisa lepas dari narkotika. dia sangat kecanduan.
Broke yang melihat kedatangan Ragil, ia pun hanya melihat dan bertanya.
"Kau juga sudah tertangkap?" tanya Broke.
"Kenapa kau disini?" tanya Ragil.
melalui rekaman cctv, Grace dan yang lain sedang sibuk mengawasi pergerakan kedua kriminal itu dari komputer.
"Rekam mereka." titah Grace.
"Aku hanya sedang bersenang-senang di sel ini.." Broke tertawa rendah.
__ADS_1
"Omong kosong!Apa kau baru saja tertangkap? Kenapa kau bisa tertangkap? hingga mereka membawamu kemari?" tanya Ragil.
"Ini bermula saat aku mengirim kontainer kokain kita ke pasar gelap, James memintaku membawa kokain, untuk dijual belikan secara illegal kepada para mafia sekutu." jelas Broke.
"Kau ternyata memang seorang kacung.." Ragil tertawa mengejek. "Kau sangat setia padanya, hingga kau rela di jadikan kambing hitam untuk meloloskan diri."
"mungkin James dan anggota yang lain sedang mencariku."
Ragil tertawa terbahak-bahak,
"Mereka tak akan pernah mencarimu, sekalipun mereka membebaskanmu kau juga akan terbunuh juga, karena kau tertangkap dan sudah membuka mulut."
"selama ini aku belum pernah membuka mulut dengan mengatakan apa yang sudah terjadi. tentu aku masih setia dengan James." imbuh Broke.
Ragil tersenyum kecut.
"Kau sangat bodoh!'
"Jadi James lah yang sudah mengirimmu kemari?" tanya Ragil. "Kau itu sangat bodoh Broke, menjadi kacung, di kambing hitam kan, karena mengedarkan narkotika, menjualnya di pasar gelap kepada sekutu, serta menyelundupkan senjata api? dan kau tertangkap??!!" lagi-lagi Ragil mengulas senyum liciknya. "lalu? bagaimana dengan uang yang kau hasilkan??Kau sudah memberikannya pada James?"
"uang itu ada padaku."
"Dimana uang itu?"
"Aku sempat berlari saat para polisi berhasil menyergap pasar gelap milik mafia sekutu James, aku pun membawa uang itu ke gereja dan menyembunyikannya disana." jelas Broke.
"Para sekutu juga sudah tertangkap, mereka membunuh mati semua, tapi mereka menyisakan aku karena aku adalah juru kunci dari penyergapan di pasar gelap. mereka sangat ingin mengajakku berbicara agar aku buka mulut, tapi aku tak mungkin menghianati James begitu saja." imbuhnya.
"Cincin apa yang kau pakai?Aku baru melihatnya,, selama ini sepertinya kau tak pernah membawa cincin semacam itu." tanya Ragil. yang sedari tadi mentap cincin yang di pakai oleh Broke.
"Cincin ini adalah clip bukti kejahatan james. yang sedang melakukan bisnis gelap." jelas Broke.
"kau merekamnya?Kenapa kau merekam Semua itu?"
"James sendiri yang memintaku untuk selalu menjadi mata-mata dan merekam aktifitas para mafia yang terlibat sekutu dengannya, agar kelak James bisa meminta bantuan tanpa harus ada perjanjian darah. " jelas Broke.
"Dia sangat licik." Ragil menyeringai. "Dia mencoba untuk menghindari Perjanjian darah, dengan andaman clip yang kau bawa. Karena clip itu berisikan banyak bukti para mafia yang terlibat." ujar Ragil.
"Omong-omong Ragil, aku baru saja melihatmu.. dari mana saja kau selama ini?" tanya Broke setelahnya.
"Aku tertangkap oleh Lucas, aku di jadikan tawanan."
"Kenapa kau bisa lolos?"
"Karena aku butuh kau untuk bisa lepas dari cengkraman Lucas." Ragil meninju wajah Broke secara tiba tiba, hingga membuat hidungnya berdarah dan Ragil pun pingsan. karena Ragil juga telah menyuntikkan obat kepada Broke. lalu mengambil clip tersebut untuk di berikan kepada Grace dan Lucas.
__ADS_1
Bersambung~