
Malam harinya, Lucas berencana untuk pergi ke club, tapi dus akan pergi nanti.
tak terasa kini pernikahannya dan rose sudah seminggu, tak ada yang mereka berdua lakukan, selain berdiam diri, tanpa komunikasi. sebenarnya rose sering berkunjung ke kamar Lucas, memberinya makan, tapi pria itu tidak pernah menganggapnya. selain Lucas tidak mencintai Rose, dia juga tak ingin memberikan harapan kepada rose, karena itu akan lebih menyakiti hati rose.
kali ini Lucas tidak akan tidur, dia sudah bersiap untuk pergi ke las Vegas esok. jadi dia memilih untuk bersenang-senang sebentar ke club.
Lucas terduduk di kursi,
tak ada yang pria itu lakukan, selain meminum wine,merokok dan berfikir.
dia sudah menyusun rencana secara matang, kali ini Lucas bersumpah untuk melindungi keluarganya apapun yang terjadi, walaupun caranya salah, tapi Lucas terpaksa harus menyeret rose dan Grace dalam masalahnya dengan James.
James si keparat itu memang harus di bunuh.
Lucas berdiri di atas balkon kamarnya.. menatap tajam sekeliling, dan menghisap rokok dan membuangnya kasar. tubuhnya yang tegap dan indah itu terhiasi oleh tato.
pria bermata hitam kecoklatan itu memiliki ciri khas banyak tato di tubuhnya, selain perut kotak-kotak yang terpahat indah itu. kulitnya yang bersih, Serta wajahnya yang sangat tampan, dapat membuat kaum hawa menelan ludah susah payah saat melihatnya, terlebih sorot mata elang milik Lucas. menggambarkan seakan Lucas adalah seekor harimau putih.
tiba-tiba suara pintu terbuka, memperlihatkan Jake kakaknya memasuki kamarnya, membuat Lucas terheran-heran.
pasalnya yang Lucas tau Jake dan Maria sedang berbulan madu,, lalu apa yang mereka lakukan disini?.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Lucas.
melihat kedatangan kakaknya Lucas hanya melihat tanpa menunjukkan ekspresi.
"Ada apa?" tanya Lucas.
"Tidak ada." ujar Jake.
walaupun Lucas memiliki istri, tetapi bahkan pria itu tidak tidur sekamar dengan rose istrinya. padahal sudah seminggu pernikahan. Lucas masih saja betah menahan diri melihat keelokan tubuh ramping rose.
apa Lucas kini sudah menjadi pria impoten?.
"Kau tidur sendiri?" tanya Jake. "Dimana Rose'".
"Kau tau kan jika kami tidak tidur bersama?". ujar Lucas santai.
"Kenapa?"
"Itu bukan urusanmu."
"ternyata kau kuat juga, menahan diri untuk tidak menyentuh Rose." ujar Jake "Apa kau kini menjadi pria impoten?Dasar Bodoh!".
"Impoten?Yang benar saja. kejantananku bahkan selalu berdiri tegak dan kokoh hanya dengan melihat wajah cantik Grace. ahh gadis itu benar-benar sangat cantik." ujar Lucas sembari membayangkan adik iparnya itu.
tanpa sadar, Jake melihat tato kecil di belakang telinga Lucas, seperti inisial nama. JGF?
JGF? ataukah Jasmine Gracella Florence.?
Lucas benar-benar bajingan!
tertarik dengan adik iparnya sendiri?Betapa bodohnya dia.!
__ADS_1
"Lucas!Kau memang adikku yang paling brengsek!"
"Kau lebih brengsek! jangan lupa.. jika kita itu sama. dan sifat itu adalah salah satunya." ujar Lucas dengan santainya.
"Apa Arti inisial dari tato yang ada di belakang telingamu?" Jake tersenyum kecut.
"Tanpa ku beritahu pun kau sudah mengetahuinya." singkat Lucas. yang kini sedang berkutat dengan ponselnya.
"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau sedang berbulan madu dengan Maria?" sambung Lucas.
"Ya. aku memang sedang berbulan madu dengan Maria disini." singkat Jake.
"Lalu? Kenapa kau tidak bercinta dengannya?"
"Karena Maria sedang hamil muda, tentu aku harus menahan diri." jelas Jake.
"Maria hamil?"
"Ya. sepertinya 2 Minggu."
"Darimana kau tau?"
"Aku yang memberikan obat perangsang dan penyubur kandungan."
Lucas terkekeh. "Kau sangat keparat."
"Itu karena dia sudah berani mengkonsumsi pil pencegah kehamilan."
"Mungkin dia belum bisa mempercayaimu." ujar Lucas "Lihatlah dirimu,, kau seorang penjahat, bajingan dan sangat brengsek. mana mungkin Maria langsung mempercayakan hidupnya padamu..?" imbuh Lucas sembari terkekeh.
"Jake, kudengar kau yang mencelakai pengusaha asal Melbourne yang bernama Dean Christon. apa itu benar?" tanya Lucas.
"Ya."
"Kenapa kau mencelakainya,,?"
"Karena Maria pernah berciuman dengannya."
"Maria berselingkuh maksudmu?"
"Tidak! tentu tidak. Maria pernah berciuman dengan Dean Christon saat belum menikah denganku dan sebelum menjalin hubungan dengan Axel."
mendengar jawaban dari Jake, membuat Lucas tertawa, seakan mendengar lelucon gila yang di lakukan kakaknya itu.
"Sh***!! kenapa kau tertawa?"
"Karena aku sedang mendengar lelucon." sambung Lucas. "Cemburumu sangat buta. kau membunuh Axel, dan mencelakai Dean, hanya karena dia pernah berciuman dengan Maria, saat belum menikah denganmu, dan sebelum menjalin hubungan dengan Axel?" lagi-lagi Lucas terkekeh "Biar ku tebak."
"Apa Dean Christon adalah kekasih Maria saat itu?"
Jake terdiam.
"Ya."
__ADS_1
Lucas kembali terkekeh pelan.
"Berciuman adalah hal biasa dalam berhubungan Sepasang kekasih brother.."
"Hei Lucas, tutup mulutmu dan diamlah!! aku muak mendengar nama itu!!" titah Jake.
Lucas bungkam seketika, dia tahu betul Jake adalah pria yang tak terbantah. daripada harus berurusan dengannya, lebih baik Lucas pergi ke club malam. karena malam kini mulai larut.
Lucas berdiri, mengambil remot mobil di atas meja.
"Kau mau kemana?" tanya Jake.
"Club. kau mau ikut?" tawar Lucas.
"Bukankah kau akan pergi ke las Vegas besok?"
"Ya. tapi apa salahnya bersenang-senang sebelum pergi?" ujar Lucas, lalu meninggalkan Jake sendirian di dalam kamarnya.
"Lucas benar-benar tidak waras. sudah memiliki istri tapi masih menuntaskan hasratnya dengan para wanita rendahan di club malam?.." Jake terkekeh. "Seleranya rendah sekali." imbuh Jake.
"Lucas,, kau disini?" Rose terkejut, melihat adanya Lucas yang tiba-tiba kedalam kamarnya. "Ada apa?" .
"Segeralah berkemas, aku akan pergi ke las Vegas hari ini." singkat rose.
"Kau akan mengajakku ke las Vegas?" rose tersenyum bahagia. dan beranggapan jika Lucas akan mengajaknya berbulan madu dan memberikannya kesempatan dan hak sebagai seorang istri.
"Tidak. aku hanya akan mengantarmu ke mansion yang sudah ku beli tak jauh dari mansion mu." ujar Lucas.
Deg...
Rose tersenyum getir. dia sudah salah beranggapan jika Lucas mulai memberikan kesempatan untuk membuatnya jatuh cinta. dan memberikannya hak.
"A-aku akan segera bersiap." singkat rose.
"Aku akan menunggumu di mobil." Lucas pergi, berlalu dari kamar, meninggalkan rose yang sedang berkemas.
*Bahkan hanya sekedar menatap pun dia tak pernah, bagaimana dia bisa membuka hatinya untukmu rose..
rose tersenyum getir. dengan tangan yang berkutat membereskan koper.
Kau tidak boleh menyerah rose, pernikahanmu baru seumur jagung, kau masih memiliki banyak kesempatan, dan yah kau harus kuat. percayalah suatu saat Lucas pasti akan mencintaimu seperti kau mencintainya*.. batin rose.
tak lama~
rose keluar dengan mendorong dua buah koper besar. Lucas hanya menatapnya sekilas di dalam Lamborghini miliknya. tanpa memiliki niat untuk membantu rose membawa kedua koper besar, seperti suami-suami romantis pada umumnya.
rose sempat terdiam, dia memaksakan untuk tetap tersenyum, walau hatinya sakit, seakan di rusuk oleh ribuan jarum yang tajam.
"Biar ku bantu." ujar Marcus, yang tiba-tiba menawarkan diri membawakan koper milik rose kedalam mobil.
dan membukakan pintu mobilnya, rose sempat tersenyum manis kepada Marcus. "Terimakasih.." lirih rose.
Marcus hanya menunjukkan ekspresi wajah hangat dan memberikan balasan senyuman manis.
__ADS_1
Bersambung~