
Grace meringkuk di bawah sofa, gadis itu bahkan tak menangis sedikitpun. dia menggretakan giginya, sembari berfikir untuk bisa lari dari sana. menatap tajam langit-langit kamar dengan menyandarkan kepalanya di sofa panjang.
"Bagaimana aku bisa lari dari sini?" lirihnya.
Grace mencoba menghubungi James, tapi kekasihnya itu jarang sekali memberinya kabar. tidak hanya itu. James juga sering tidak menghubunginya. bisa di katakan bahwa James hanya menghubunginya seminggu 3 kali. saat Grace marah, James selalu berbicara jika dia sangat sibuk, Karena pekerjaannya. tapi yang membuat Grace curiga,, dia tidak tau apa sebenarnya pekerjaan James.
saat Grace bertanya, James selalu mengelak. bahkan mengalihkan pembicaraannya.
terkadang Grace juga berfikir, jangan-jangan James memiliki wanita lain, di los Angeles. karena hubungan keduanya adalah hubungan jarak jauh. alias LDR .
Grace mencoba untuk menghubungi James sekali lagi, kali ini ponselnya tersambung. dan yah, benar saja James pun mengangkat panggilannya.
"*Hallo sayang.."
"James, darimana saja kau?Aku menghubungimu hampir 100kali,, kenapa ponselmu tidak aktif?!" gerutu Grace.
"Maafkan aku sayang, Kau tau bukan aku sangat sibuk? Pekerjaanku tidak bisa ku tinggal. apa yang terjadi hm? Kenapa sepertinya kau sedang marah? Terdengar dari suaramu.. apa yang terjadi?"
"James Aku..."
Tut.. Tut*...
tiba-tiba sambungan ponselnya terputus,
"Hallo.... Hallo... James!!!!!" geram Grace.
tanpa sadar pula, kini Lucas merampas ponsel Grace dengan kasar, mencengkeramnya kuat. menatap Grace dengan sorot mata elang mematikan.
"Kau??!!Apa yang kau lakukan di kamarku?? Kembalikan ponselku..!!!" teriak Grace.
Lucas menyingkirkan ponselnya saat Grace akan meraihnya, dengan gesit dan entah di kuasai amarah dari mana Lucas langsung membanting ponsel Grace hingga terpental di dinding. Ponsel itupun hancur berkeping-keping.
Grace terkejut, ia menangis.
dan berlari ke arah ponselnya yang hancur. menangis tersedu-sedu. sampai akhirnya dia menatap Lucas Nyalang.
"Apa yang kau lakukan??!!!Kau membanting ponselku??Lancang sekali kau!!!" teriak Grace.
Lucas hanya diam, tak menimpali, dia hanya menatap Grace datar. seakan tak memiliki belas kasihan.
"Kau datang dengan tak tahu malunya, menginap, dan mencuri rumahku dengan cara licik. lalu mengurungku disini seakan kau mengawasiku, Menganti kode apartemenku, kau keluar masuk ke kamarku dan sekarang menghancurkan ponselku???!!! Memangnya Siapa kau??!!Apa kau tidak sadar atas apa yang kau lakukan???!!!"
"Sekarang kau tidak boleh berhubungan dengannya." dengan santai lucas mengatakan sedemikian, membuat Grace mengerutkan keningnya.
"Apa hakmu?Kenapa kau mengatur hidupku?!"
"Aku Sepupumu, aku melakukan semua ini karena aku peduli padamu,,Damn it!! dia bukan pria yang baik." ujar Lucas.
Grace tersenyum kecut.
"Kau peduli??Padaku? atas apa yang sudah kau lakukan,, kau mengatakan seolah-olah kau adalah pahlawan untuk melindungiku.." Grace tersenyum kecut "Oh ya?Tau dari mana kau jika James bukanlah pria yang baik? Kau bahkan baru mengenalnya, kenapa kau bisa mengatakan itu?!" imbuhnya.
__ADS_1
"Aku lebih mengenalnya dari pada kau. justru kau lah yang tidak mengenal kekasih Sialanmu itu.!"
"Omong kosong!!"
"Ingatlah satu hal Grace, jika apa yang kulakukan adalah untuk keluarga kita. aku berusaha melindungi keluarga kita dari bahaya yang mulai datang, dan perlu kau tau. sesungguhnya kau sendirilah yang sudah membawa bahaya itu datang, tapi matamu sudah tertutupi oleh cinta hingga kau buta, dengan kebenaran yang terpampang jelas di depan mata." jelas Lucas.
setelah mengatakan itu, Lucas pun pergi dari kamar Grace, membanting pintu dengan kasar.
sedangkan Grace, ia di buat binggung dengan kata-kata Lucas.
"Apa sebenarnya yang dia katakan?" lirih Grace.
"Apa yang dia maksud adalah James?" imbuhnya, "Tidak mungkin James, dia adalah pria yang baik. aku sangat mengenalnya, kita bahkan sudah berhubungan 2 tahun."
setelah mengatakan itu Grace baru saja teringat jika memang terkadang James terlihat menyembunyikan sesuatu darinya. seakan ada hal yang sedang dia rencana.
tapi Grace tak mau ambil pusing, dia juga tak mau mencurigai James, bagi Grace hubungan yang di landasi oleh kepercayaan dan cinta itu akan berakhir bahagia. dan tentu saja bertahan lama.
"Entahlah, mungkin saja pria itu sedang membual." sambung Grace.
.....
Lucas menyandarkan tubuhnya di dalam Lamborghini miliknya yang di kendarai oleh Arthur.
pria itu terlihat sangat frustasi, dengan wajahnya yang kacau, sembari memijit pelipisnya mengunakan tangan, menyilangkan kaki, seakan berfikir sesuatu.
"Sir.."
"Miss Anaya tadi menghubungi Anda."
"Anaya?"
"Ya sir.."
"Kenapa dia tiba-tiba menghubungiku? Apakah dia mengajakku untuk membunuh orang?" tanya Lucas "jika iya, katakan padanya, aku sedang tidak berselera." imbuhnya.
"Tidak sir, Miss Anaya akan segera datang ke Milan, dia menelfon untuk meminta anda menjemputnya di bandara." jelas Arthur.
"Anaya datang ke Milan?" Lucas mengerutkan keningnya.
"Ya sir, Miss Anaya mengatakan jika dia ingin datang ke club milik anda di Milan, dan bertemu dengan Sir Jake." sambung Arthur.
"Kapan dia akan datang?" tanya Lucas.
"Lusa Sir.." jelas Arthur.
"Baiklah, katakan padanya aku akan menjemputnya di bandara Milan." titah Lucas. "Dan ya Arthur, urus kepulangan ku ke Milan besok." imbuh Lucas.
"Baik sir.." ujar Arthur.
Sial kenapa dia harus datang ke Milan. bagaimana jika Anaya tau bahwa Jake sudah menikah dengan Maria, gadis itu pasti akan marah. tak mungkin Anaya diam saja melihat Jake hidup bersama wanita lain. mau tidak mau aku harus menjemputnya dan meninggalkan Grace di sini. batin Lucas.
__ADS_1
....
kini Lucas sudah tiba di club malam miliknya di las Vegas.
baru kali ini, Lucas menginjakkan kakinya di club ini. lumayan.
selain mewah, club ini juga sangat berkelas karena di datangi oleh para orang penting yang memiliki jabatan tinggi. selain para mafia dan gangster.
dari semua kalangan, tak ada yang tak mengenali dirinya.
oh hei siapa yang tidak mengenal Lucas? Pria kasar yang tak memiliki perasaan, dan salah satu orang yang berpengaruh karena sikap dan keberaniannya. dia begitu di segani oleh para kelompok mafia lain. terlebih dia adalah adik Jake sendiri.
"Hai Bro.." sapa Lucifer sang bos gangster.
Lucas tersenyum sekilas, menyentuh tangannya. "How are you?"
"I'm fine.." imbuh Lucifer.
"Kau baru kelihatan.?" timpal Vero sang gangster.
"Yah seperti yang kau lihat, aku sangat sibuk." singkat Lucas.
"Kau seperti orang penting.." Lucifer terkekeh.
Lucas tertawa rendah.
"Apa kalian sangat menikmati club ini? Bagaimana pendapat kalian?" tanya Lucas.
"Kau tau, club ini sangat cocok untuk orang-orang seperti kami. sangat luar biasa." ujar Lucifer. "Ja*ang di sini juga sangat pintar dalam memikat dan memuaskan." imbuhnya.
Lucas terkekeh.
"Oh ya Lucas, ku dengan kau sudah menikah dengan sepupumu sendiri, benarkah?"tanya Vero.
Lucas sempat terdiam sejenak, kini raut wajahnya berubah seketika menjadi datar.
"Jangan bahas soal pernikahan di sini." ujar Lucas, dengan nada bicara tajam.
Lucifer dan Vero sempat menelan ludah susah payah, takut.
"Haha, santai bro.. dia tidak bermaksud menyinggungmu.." ujar Lucifer, berusaha untuk mencairkan suasana.
Lucas terdiam.
"Arthur.." Lucas memberikan isyarat kepala kepada Arthur, memerintahkannya untuk mengikuti arah perginya Lucas. dan meninggalkan club.
"Lucas.." Lucifer memanggil Lucas, tapi telinga Lucas seakan tuli. Lucas pun meninggalkan mereka, menunjukkan aura menakutkan dan raut wajah datar.
"Maaf,, aku tidak sengaja.." lirih Vero.
"Dasar bodoh. jika dia sudah marah, tamatlah riwayat kita." gerak Lucifer.
__ADS_1
Bersambung~