
"omong-omong, kenapa kau membawa koper my princess?Kau mau pergi kemana?" tanya Carrol, sembari terheran-heran melihat koper besar yang tak jauh dari Grace putrinya.
"Sebenarnya kami akan pulang, kami tidak menyangka jika kalian datang kemari untuk menemui kami." pungkas Lucas.
"Rose kau sangat jahat. bagaimana bisa kalian semua datang tanpa memberitahu kami terlebih dulu?" gerutu Grace.
"Aku, mom dan dad datang secara tiba-tiba, karena ingin memberikan kejutan untuk kalian berdua. karena itu kami tidak mengatakan jika kami akan datang." ujar rose antusias, sembari menyentuh tangan Lucas lalu menatap dengan sorot mendamba.
Lucas tak menggubris ucapan rose, dirinya lebih memilih menatap Grace yang kini terlihat sedang menyembunyikan perasaannya.
Rose menatap arah pandang Lucas yang kini terlihat sedang menatap Grace, tatapan itu rose begitu mendambakannya, tak pernah sekalipun rose di tatap oleh Lucas seperti itu. walaupun rose merasa ada yang tidak beres, dia berusaha menepis rasa curiganya kepada adik dan suaminya. "Lucas, apa kau menyukainya?Apa kau menyukai kejutan dari kami?" tanya Rose antusias.namun lagi-lagi Lucas masih tak bergeming, pria itu sibuk memandangi Grace yang kini tengah berbincang-bincang dengan Daddy dan mommy nya.
"Lucas." panggil Rose sekali lagi.
"Ya." jawab Lucas singkat.
"kau mendengar ucapanku?"
"Aku mendengarmu."
"Apa yang kau dengar?" tanya rose.
Lucas tak bisa menjawab.
Daniel, Carrol dan Grace yang mendengar pun merasa ada yang tidak beres dengan Lucas.
"Ada apa ini Rose, Lucas?" tanya Carrol.
"Tak ada apa-apa mom , aku merasa lucas tidak memperhatikan ku dari tadi. entah pandangannya beralih kemana, sehingga dia tidak mendengar perkataan ku barusan." jelas rose.
"Apa yang kau lihat Lucas?" tanya Carrol.
"Aku melihat Grace." nada bicara khas pria itu mampu membuat semua orang di sana terdiam.
Deg..
jantung Grace berdegup kencang, pandangan mata keduanya bertemu, Lucas seakan tau jika Grace sedang tidak baik-baik saja. namun bukan itu yang Grace pikirkan. Grace takut, gelisah sekaligus khawatir jika Lucas mengatakan kebenaran dari hubungan keduanya.
"Kenapa kau melihat Grace?" imbuh Carrol.
__ADS_1
"mom." sahut Grace. "Mungkin Lucas ingin bercerita sesuatu hal mengenai pekerjaannya, ya kan Lucas?" imbuhnya, Grace sedikit terkekeh seolah mencairkan suasana yang kini sudah mulai canggung.
"kenapa Lucas bercerita sesuatu mengenai pekerjaannya padamu Grace?" tanya Rose.
"Karena, biasanya L-lucas selalu membicarakan pekerjaannya jika dia sedang mengalami masalah." jelas Grace "Sebenarnya dia ingin bercerita kepada kalian,tapi Lucas tidak mau membebani kalian dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya disini. dia tidak mau jika kalian semua, termasuk mom kara dan dad bara mengkhawatirkannya disini."
"Benar begitu Lucas?" tanya Carrol.
"Itu benar." dusta Lucas.
"Sudahlah sayang, lebih baik kita beristirahat. omong-omong aku sudah sangat lelah." sahut Daniel sembari merangkul pundak Carrol mesra.
"Aku akan menunjukkan kamar kalian." ujar Grace.
"Tidak perlu princess, kau duduklah saja bersama Lucas dan rose, Daddy dan mommy akan mencari kamar kita sendiri." kata Daniel.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapi. dad tidak mau kau menganggu urusan dad dan mommy mu." Daniel terkekeh. "Tunjukkan dimana kamarnya?" sambung Daniel.
Rose dan Grace tertawa, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan sikap Daddy yang sudah tua namun masih kuat bak baja jika berurusan dengan mommy nya.
"Baik Miss." ujar sang pelayan.
Grace pun bergegas pergi meninggalkan rose & Lucas, sembari membawa kopernya menuju kamar yang berlawanan dari kamar Lucas.
Grace terus berjalan tanpa menoleh.
Rose segera menggandeng tangan Lucas menuju kamar mereka berdua.namun Lucas menepis tangan Rose.
"hentikan sandiwara ini." tindas Lucas "Aku benar-benar sudah muak." setelah mengatakan sedemikian rupa, Lucas pergi meninggalkan rose yang sedang mematung menatap kepergiannya. Lucas menekan pedal gas kuat. sembari menunjukkan ekspresi wajah datar, Lucas mengendarai Lamborghini miliknya dengan kasar, tanpa mempedulikan jalanan kota las Vegas yang kini sedang ramai.
*
*
*
#Florence.Club
__ADS_1
Lucas kini berada di salah satu club malam miliknya.club tersebut adalah club yang ia namai dengan nama Grace yakni Jasmine Gracella Florence. Lucas memang sengaja menamai club sekaligus kasino megah miliknya dengan nama Grace. sebagai pembuktian cintanya kepada Grace.
Lucas selalu bermimpi, jika suatu saat nanti dia akan hidup bersama dengan Grace, lalu memiliki anak, dan hidup bahagia di las Vegas. namun itu terdengar mustahil.
Lucas meminum wine nya kasar, lalu kembali memikirkan Grace, Lucas bersikeras dan berambisi untuk memiliki Grace seutuhnya. walaupun itu membuat dirinya menjadi pria brengsek sekalipun.
sudah beberapa kali Lucas menyakiti hati gadis itu? bermula saat Lucas menikah dengan rose, memang benar perkataan Marcus, yang mengatakan bahwa dirinya akan terjebak dalam permainan yang telah ia buat sendiri. karena sudah bermain api.
Grace tidak bersalah dalam hal ini. dialah yang bersalah. karena sudah menyeret kedua wanita sekaligus dalam rencananya untuk melindungi keluarganya. dulu Lucas beranggapan jika Grace adalah kelemahan James. dengan pernikahannya bersama rose, Lucas berencana untuk menyiksa Grace lalu mengikatnya dalam pusaran belenggu yang tak akan ada ujungnya. sehingga itu akan membuat James menjerit dan merasakan neraka karena wanita yang ia cintai, telah Lucas siksa dan ia buat tak berdaya.namun bukan malah James,tetapi dia sendiri yang terjebak dalam permainan yang ia buat.
Lucas tak pernah menyangka jika dia telah jatuh cinta kepada Grace, bahkan sebelum ia memulai permainan dalam membuat Grace menderita.dia sempat mengubah sedikit rencananya untuk tidak menyiksa Grace tapi hanya menyekapnya saja. justru itulah yang membuat keduanya sering bertemu dan jatuh cinta seiring berjalannya waktu.
itu membuat Lucas frustasi.
ia di pusingkan dengan statusnya yang kini terikat dalam pusaran Sandiwara pernikahan bersama dengan rose. tetapi itu menyakiti hati dan perasaannya sendiri. karena ia tak mencintai rose. yang ia cintai hanya Grace yang berstatus sebagai adik iparnya itu.
bahkan sebelum ia memulai rencananya dalam membantai habis James beserta para musuhnya yang lain.
Lucas meneguk kembali botol wine nya kasar, hingga mengenai leher dan kemejanya. para wanita disana seakan tergiur dan terhipnotis oleh tubuh atletis serta wajah tampan Lucas yang sedang meminum alkohol di meja bartender.
"Butuh teman tuan?" lirih sang wanita malam yang kini berusaha untuk merayunya dan dengan tidak tahu malunya, dia menyentuh inti Lucas, sesekali meremasnya kuat. membuat Lucas yang tersulut emosi, mengulas senyum liciknya yang mengerikan. seakan memiliki maksud tersendiri untuk meredakan amarahnya.
sang wanita yang beranggapan mendapat lampu hijau dari Lucas, mengandeng tangan kekar pria itu menuju ke kamar, agar lebih leluasa melakukan ****.
Saat pintu kamar tertutup rapat, Lucas menyeringai gila, seakan dirinya kini di kuasai oleh iblis yang berwajah rupawan. sang wanita tersenyum puas, merasa jika dirinya mendapatkan keberuntungan dengan bisa bermalam dengan bos nya itu. ya bos yang di impikan oleh banyak wanita di kota las Vegas karena ketampanan, kekayaan dan keperkasaannya dalam berhubungan intim.
"Are you ready *****?!" lirih Lucas.
Bersambung~
btw jangan lupa like, komen dan vote ya gays.
agar author terus bersemangat untuk buat cerita-cerita selanjutnya yang lebih menarik untuk kalian🤗
salam kenal dari author untuk para pembaca setia author.
dukung author terus yaaa✨😁
terimakasih~
__ADS_1
Happy Reading All...😚