My Posesif Desire

My Posesif Desire
yourself~<


__ADS_3

Liam, dia adalah putra Max dan Violet." imbuh Carrol "Dia adalah pria yang baik. ku rasa Liam akan sangat cocok jika berpasangan dengan Grace."


"Damn it! omong kosong macam apa ini?" Lucas angkat bicara.


Rose mengerutkan keningnya, terkejut dengan sikap Lucas yang tiba-tiba berubah setelah mendengar rencana perjodohan Grace dan Liam.


"Lucas! Kenapa kau marah, apa yang terjadi?"


semua orang yang ada disana, termasuk Carrol pun ikut terkejut dengan ucapan Lucas yang seakan tak setuju dengan rencana perjodohan yang di lakukan Carrol kepada Grace dan Liam.


Grace yang terkejut hanya bisa diam dan pasrah, tak memiliki niatan untuk membuka suara. selain mengejamkan matanya menahan tangis.


jantung Grace benar-benar sakit. kini dia tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.


"Kau berniat menjodohkan Grace dengan Liam?" tanya Daniel tak habis pikir. "Kenapa tiba tiba seperti ini? Mereka bahkan tidak saling kenal satu sama lain."


"Kau itu apa-apaan Daniel, lagipula banyak orang di luar sana yang jatuh cinta setelah menikah, walaupun bermula dari tidak saling mengenal." Carrol masih tetap kekeh dengan rencananya itu. "Aku yakin Liam adalah pria yang cocok untuk Grace, selain dia tampan. Liam juga cerdas tau?Dia menuruni kesuksesan max. lagipula Grace pasti menyetujuinya kan? Grace tak mungkin menolak permintaan mommy nya." Carrol tersenyum sekilas, menatap Grace yang terdiam sembari menyentuh dagu Grace sekilas,mengagumi kecantikan putrinya itu.


"Kau menyetujuinya kan princess?" tanya Carrol kepada Grace.


manik mata Grace memandang Carrol sekilas, dia berusaha untuk menutupi rasa sakit hatinya dengan senyumnya.


yah memang, selama ini hidup Grace tidaklah Grace sendiri yang menentukan. tetapi adalah Carrol.


Carrol selalu berambisi untuk membuat Grace Patuh padanya, menjadi seperti yang dia inginkan. sesungguhnya cita-cita Grace yang sebenarnya adalah ingin menjadi seorang dokter. Grace selalu bermimpi agar bisa menyelamatkan nyawa semua orang. yah memang benar dia sangat membenci keluarganya.


Grace tak pernah mau menjadi seperti keluarganya. kriminal yang berat dan yang paling jahat.jika dia dapat memilih untuk di lahirkan. maka Grace lebih memilih di lahirkan oleh keluarga yang sederhana. namun takdir berencana lain. Grace benar-benar telah sial karena lahir dari keluarga yang sejatinya adalah penjahat paling berat.


yah seorang kriminal berat!


Carrol selalu ingin Grace patuh padanya, dengan menjadikannya sebagai FBI rahasia yang di tugaskan untuk memberantas para penjahat class berat di muka bumi ini.


tanpa sadar, jika dia adalah penjahat yang berat.

__ADS_1


Grace selalu menuruti keinginan Carrol. menjadi anak yang penurut, seperti yang Carrol inginkan.


tentu ambisi Carrol telah membuat Grace tertekan.


Grace ingin menjadi dirinya sendiri, yang memiliki jalan hidup sendiri tanpa di atur oleh mommy nya itu. walaupun demikian Grace menyayangi Carrol sebagai seorang anak pada umumnya.


"Princess, kau Diam?Katakan sesuatu.." Carrol kembali bertanya.


Lucas yang tersulut emosi, menatap Grace dengan sorot mata seakan mengatakan penolakan. namun Grace tak berdaya dengan keinginan Carrol yaitu menjodohkan dirinya dengan Liam.


Grace dan Lucas berpandangan sejenak, melakukan kontak mata. tatapan mata Lucas sulit untuk di artikan. sedangkan tatapan Grace begitu takut.


entah apa yang membuat Grace takut.


"Katakan sesuatu.." Carrol kembali menggoyangkan tubuh Grace yang melamun sembari menatap Lucas.


Carrol mengerti arah pandang Grace, Carrol sempat menoleh untuk melihat siapkan orang yang sedang Grace tatap.


Lucas?


"princess kenapa kau diam?Katakan sesuatu. Kenapa kau malah menatap Lucas seperti itu?" imbuh Carrol


"Ehm. b-bukan begitu mom." lirih Grace "Iya. aku menerima perjodohan ini." Grace tersenyum getir. lalu matanya mengarah untuk melihat sosok Lucas yang memandanginya dengan menakutkan.wajahnya sulit di artikan kini. Grace tau Lucas akan marah dan dia berusaha untuk menahannya.


Carroll tersenyum lebar, raut wajahnya yang bahagia memeluk Grace yang hanya bisa diam. "Aku tau, putriku yang satu ini tak akan pernah bisa mengecewakan mommy nya. Grace adalah putriku yang paling menurut."


Rose pun ikut bahagia dengan memeluk erat tubuh kekar Lucas.


"Liam. kenapa kau diam saja? kemarilah.. " ujar max


tak jauh dari sana, Grace melihat max yang memanggil pria dengan wajah lumayan tampan. dengan tatto di leher dan bentuk tubuh proposional seperti Lucas. pria itu menggunakan kemeja berwarna abu-abu senada dengan menyisakan beberapa kancing yang sengaja tidak di kaitkan. hingga dadanya yang bidang terekspos langsung.


Grace yakin pria itu adalah Liam.

__ADS_1


Dan benar saja, pria itu adalah Liam. putra Max dan Violet.


Liam menatap Grace, memaku tatapannya dengan melihat wajah cantik Grace yang sempurna.


"Liam. dia adalah Grace." ujar max memperkenalkan.


"Aku tau dad, siapa tak tak tau Grace?Dia adalah gadis paling cantik di sepanjang garis keturunan Valentino." ujar Liam "Ah ya Grace senang bertemu denganmu."


Liam mengajak Grace bersalaman, dengan pasrah Grace menggapai tangan Liam lalu segera melepaskannya.


tatapan mata Liam telah membuat Grace gugup sekaligus tak nyaman. karena pria itu memandangi Grace tanpa mengalihkan tatapannya ke arah lain. walaupun violet sedang mengajaknya berbicara.


"Setelah kau menatapnya, kau bahkan tidak memperdulikan mommy, Liam." gerutu violet.


Liam bak sedang tertangkap basah karena terus menerus menatap wajah cantik Grace, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bukan begitu mom. hanya saja aku tak bisa berpaling setelah melihat Grace yang begitu cantik. oh astaga aku bahkan tidak mendengar apapun darimu." jelas Liam.


"Dasar Anak tak tahu malu." gerutu Violet.


semua orang disana termasuk Carrol dan rose ikut tertawa, dengan tingkah ibu dan anak tersebut. Liam yang tak bisa di atur sedangkan violet yang begitu cerewet, membuat mereka menjadi topik dan bahan candaan di dalam pesta pernikahan Lucas dan rose.


"Aku permisi sebenar.." lirih Grace lalu bergegas pergi meninggalkan semua orang yang ada disana.


"Eh.. mau kemana dia?" sambung Carrol


"Sepertinya teman-teman ku sedang menghubungiku." kini giliran Lucas yang mencari alasan agar terbebas dari pesta sialan yang sama sekali tidak membuatnya suka. justru Lucas muak terus-terusan bersandiwara di depan keluarganya.


walau Lucas tau, cepat atau lambat kekuatannya juga akan tau yang sebenarnya sudah terjadi.


rose berdecak sebal "Ck.lucas kau mau pergi kemana?" teriak rose.


"Biarkan saja Rose, mungkin Lucas ada urusan penting." Daniel berbicara dengan lembut.

__ADS_1


rose hanya bisa mengambil nafas pasrah.


bersambung~


__ADS_2