
Las Vegas~
Sesampainya Lucas di las Vegas, dia sudah di tunggu oleh tangan kanannya yang baru, yakni Arthur Fernando.
"Selamat datang sir." ujar Arthur.
Lucas tak menjawab.
"Saya sudah menyiapkan hotel untuk anda tempati." sambung Arthur.
"Tidak perlu." singkat Lucas.
"Lalu anda akan tinggal dimana sir?" tanya Arthur.
"Kau tidak perlu khawatir. Antarkan aku ke Luxurious stay at modern condo." gunam Lucas.
"Baik sir." singkat Arthur.
.....
Luxurious stay at modern condo~
Lucas mengerutkan keningnya, dia tak bisa membuka kode dari apartemen Grace.
terpaksa Lucas harus menelfon seseorang untuk mencari tau kode tersebut.
"*Hallo.."
"Aku tidak bisa membuka kode apartemennya."
"3****3"
"Baiklah*.."
Tut...
Lucas menutup panggilannya.
diapun membuka kode tersebut dan benar saja, pintu terbuka secara otomatis.
Huh... hari yang melelahkan.
Lucas menatap sekeliling, ternyata gadis itu memiliki tipe yang cukup unik. dekorasi indah bernuansa modern berwarna putih merah dan emas menjadi satu.
banyak bintang-bintang di atapnya.
apartemen ini terlihat seperti planet tata Surya yang indah serta banyak bintang-bintang di langit.
cukup unik dan menarik.
Lucas tersenyum sekilas.. dia merebahkan tubuhnya di sofa. mengejamkan matanya sejenak.
.....
__ADS_1
Grace mengerjapkan matanya, hidungnya seakan mencium aroma masakan yang sangat lezat. baru kali ini Grace mencium aroma masakan pagi-pagi. tidak mungkin kan tetangga sebelah memasak dan aromanya tercium sampe ke dalam apartemennya. Cih yang benar saja?
"Suara apa itu?" lirih Grace "Jangan-jangan ada pencuri?!" imbuhnya.
Grace langsung terbangun, dia terkejut mendengar suara bising dari arah dapur, dia mengumpulkan tenaga dan juga keberanian. gadis itu berjalan perlahan-lahan, mengendap-endap, dengan membawa tongkat bisbol, bak seorang Cat woman yang berada di dalam cerita-cerita film, tapi bedanya cat woman mengandalkan kuku-kuku panjang untuk mencakar, sedangkan Grace mengandalkan tongkat untuk memukul kepala si pencuri.
sampailah Grace di bawah, dia melihat tubuh pencuri itu dari belakang, "Ternyata tubuh pencuri itu sangat indah. seperti dia juga sangat tampan." sejenak Grace terpaku, mengagumi si pemilik tubuh indah yang di hiasi banyak Tato itu.
Grace berjalan perlahan-lahan, Dan....
saat Grace pun memukul kepala Lucas menggunakan tongkat bisbol tersebut, Lucas berbalik hendak untuk mengambil mangkok yang tak jauh dari meja dapur.
pukulan tersebut mengenai dahi Lucas, hingga mengeluarkan darah segar yang cukup banyak. untuk saja Grace memukulnya tidak terlalu keras, jika Grace memukulnya dengan keras, sudah pasti Lucas langsung gagal otak.
Lucas terkesiap dengan serangan dadakan dari gadis ini, membuatnya tak bisa untuk melindungi dirinya sendiri.
Grace pun terkejut.
"Kau?! Kenapa kau ada disini??Apa yang kau lakukan di apartemenku?"
"Jangan banyak tanya, pertama-tama obati dulu lukaku. kau mau ku laporkan polisi karena kasus kekerasan?" ujar Lucas, sembari menyentuh dahinya yang terluka.
"salah kau sendiri, masuk di apartemen orang lain. tanpa ijin pula. justru aku bisa memenjarakanmu dalam kasus pencurian. karena memasuki rumah tanpa ijin, mengendap-endap bak seorang pencuri." Grace menatap Lucas dengan tatapan permusuhan yang kental.
"Justru kau lah yang mengendap-endap seperti pencuri di rumahmu sendiri." Lucas bukannya marah, tapi pria itu hanya terkekeh melihat tingkah yang baru kali ini dia lihat. betapa konyolnya gadis ini.
"Kenapa kau tertawa?Apa yang lucu?" ujar Grace.
"Kita lanjutkan ini nanti, tapi obati dulu lukaku,, Karena kau sudah memukul kepalaku dengan tingkat bisbol sialan mu itu." ujar Lucas.
"Cepat obati aku, atau ku telfon polisi untuk memenjarakanmu Sekarang juga?" ancaman Lucas mampu membuat Grace mengalah.
wah lihatlah gadis ini.
dia sangat manis, kalau menurut seperti ini.
Grace mengobati Luka di dahi Lucas dengan sangat berhati-hati. memberinya salep, dan menutup luka itu menggunakan plaster. untung saja lukanya tidak dalam. jika Grace memukulnya dengan keras tadi,, bisa saja dia akan langsung masuk penjara karena sudah membuat orang ini gagal otak.
oh hei tapi dalam hal ini bukanlah salah Grace, karena dia hanya menjaga diri dan mempertahankan haknya sebagai pemilik rumah. beraninya ada pria asing yang bisa keluar masuk dari apartemennya.
"Omong-omong aku sudah mengganti kode apartemenmu." ujar Lucas.
Grace terkejut, "Apa??!!Berani sekali kau asal mengganti kode apartemenku.!!!.
"Aku? Tentu saja suami kakakmu." singkat Lucas santai. "Dan aku datang kesini. untuk mengawasimu dan menjagamu."
"Apa? Omong kosong!!"
"Jika kau tidak percaya, kau bisa tanyakan langsung kepada dad bara dan uncel Daniel." sambung Lucas.
"Aku tidak percaya, uncel dan Daddy melakukan ini padaku.."
Tanpa berbasa-basi dan berlama-lama, Lucas langsung mengambil telfon, mengetik nama dan menelfon seseorang.
__ADS_1
"*Hallo dad. Grace ingin berbicara padamu."
"Berikan ponsel itu padanya,, " ujar bara.
"Hallo Uncel." lirih Grace.
"Ya hallo putriku,, bagaimana kabarmu?"
"Tadinya kabarku baik, tapi sekarang tudak." lirih Grace "Apa Uncel mengirim Lucas kesini untuk mengawasi dan menjagaku?" tanya Grace.
"Yes honey, Uncel yang sudah mengirim Lucas untuk menjaga dan juga mengawasi mu mulai dari sekarang, agar kau tetap rajin belajar dan tidak sering bersenang-senang dengan kekasihmu saat kau ujian." jelas bara.
"Tapi uncel..."
"Grace,, kau tidak boleh membantah uncel,, lagipula Lucas juga sedang membuka usaha club disana. selain menjaga dan mengawasi mu, Lucas juga akan bekerja mengurus usahanya sendiri." jelas bara.
"Dan ya, perlakukan Lucas dengan baik, dia adalah sepupumu, Uncel tak mau mendengar keluh kesah Lucas tentangmu.. jika kau membantah. maka uncel dan Daddymu akan mengirimmu pulang. agar kau tidak bisa melanjutkan kuliahmu lagi disana. mengerti?" ujar bara.
Grace berdecak sebal.
" Baiklah Uncel .." ujar Grace pasrah.
Tut*...
Lucas memutuskan sambungan teleponnya. dan berdecak sebal. menatap Lucas dengan sorot mata berapi-api.
"kau dengar sekarang?"
"Tapi kau juga tidak berhak untuk mengubah kode apartemenku tanpa sepengetahuanku." Grace tak terima.
"Kata siapa ini adalah apartemenmu?Ini adalah apartemenku.." ujar Lucas.
Grace mengerutkan keningnya,
"Apa?Apa maksudmu??!!"
"mau ku tunjukkan?" Lucas berlalu, mengmabil kertas yang akan di tunjukkannya pada Grace.
Alangkah terkejutnya gadis itu melihat, sidik jarinya menempel di kertas, yang berarti apartemen dan segala isinya adalah milik dari Lucas. karena dia sudah menjual apartemen ini.
tapi Grace tak merasa menyetujuinya.
"Tidak!! ini palsu!! aku tidak merasa menyetujuinya. dan aku juga tidak mendapatkan apa-apa, sebagai bukti jika aku sudah menyerahkan hak milik apartemen ini."
"lihatlah Kartu kreditmu,, aku sudah menrasfer sejumlah uang, sesuai dengan harga apartemen ini." Dengan santainya Lucas menyeruput kopi hitam miliknya sembari duduk di sofa dan menyilangkan kaki.
Grace kembali di buat terkejut dengan sejumlah uang yang masuk di rekening bank nya, dia tak menyangka berurusan dengan pria licik seperti Lucas.
"Cih.. aku sangat sebal melihat wajahmu!!!" Grace berlalu, meninggalkan Lucas dan memasuki kamarnya, membanting pintu dengan keras, hingga terdengar di telinga Lucas.
Lucas tersenyum licik.
tidak hanya apartemen milik Grace saja yang dia beli. tapi dia membeli gedung dari apartemen ini sekaligus. agar dapat mempermudah akses keluar masuknya tanpa ada hambatan. dan tentu saja itu tidak akan membuatnya masuk penjara karena ketidaknyamanan orang menyangkut dirinya. Lucas sudah membeli apartemen ini secara sah, dan membayar mahal, hanya karena membeli apartemen ini. dan sekarang Lucas adalah pemilik baru dari apartemen tersebut, termasuk apartemen Grace sendiri.
__ADS_1
Lucas menyeringai licik.
Bersambung~