
"Baiklah-baiklah maafkan aku." lirih Marcus. "Kau tau?Kau itu terlihat lebih cantik jika sedang marah." Marcus tersenyum. kali ini nada bicara Marcus terdengar lirih seakan menyiratkan ketulusan.
rose hanya menatap mata Marcus, dengan menunjukkan senyuman manis.
*
*
Sepasang anak manusia kini sedang menuntaskan hasratnya. pasalnya mereka yang tadinya berbincang kini berakhir di ranjang.di karenakan tak kuasa menahan diri. aliran listrik yang mulai menjalar di sekujur tubuh membuat mereka tak bisa berfikir jernih.
Marcus menggigit bibir bawahnya, setelah dia melemparkan rose yang terpantul sempurna di atas ranjang. pangutan bibir, ******* serta ******* yang tak mampu tertahan membuat atmosfer menjadi semakin liar dan panas.
di sentuhnya wajah rose secara lembut, di kecupnya dahi, hidung serta bibir ranum rose secara bergantian. Marcus mulai kehilangan akal. dia tak mampu membohongi dirinya untuk tidak mengatakan bahwa dia tidak mencintai rose.
ya, selama ini Marcus adalah pria misterius yang selalu mengirimkan bunga setiap minggunya di depan pintu mansion rose.
Marcus, dia sungguh mencintai rose sedari dulu, dimana rose kecil yang selalu berada di gendongan Carrol, dengan tingkah lucu, dan menggemaskannya, dia selalu mengedipkan sebelah matanya di depan Marcus.guna untuk menggoda Marcus yang selalu di kenal dengan pria yang memiliki kepribadian ganda. terkadang begitu dingin, terkadang pula sangat hangat dan bersahabat. itu yang membuat rose kecil selalu ingin bermain bersamanya. karena Marcus juga sangat penyayang.
sejak saat itu, Mata Marcus terpaku oleh kecantikan rose kecil yang masih melekat sempurna hingga dewasa.selama 3 bulan sekali, Marcus selalu meminta cuti agar dirinya dapat melihat dan mengawasi rose nya. gadis pujaan hati yang selama ini dia inginkan.walaupun rose tak mencintainya, tetapi Marcus teramat sangat mencintai rose. dan itu sudah cukup baginya.
bukannya Marcus tak memiliki keberanian untuk mengakui cintanya pada rose,hanya saja yang Marcus sudah terlambat. karena pada waktu itu, Marcus sudah memiliki niat untuk melamar rose. tetapi pada waktu itu, saat Marcus hendak akan menemui Daniel dan Carrol. tak sengaja Marcus mendengar jika rose ingin menikah dengan Lucas, rose begitu mencintai Lucas, hingga Carrol dan kara memiliki kesepakatan untuk menjodohkan mereka berdua.
__ADS_1
Marcus pun mengurungkan niatnya untuk melamar rose dan menjadikan rose sebagai istrinya. akhirnya Marcus mengalah. dia memilih mengorbankan perasaannya agar gadis yang dia cintai bisa bahagia dengan pria yang dia cintai.
walaupun Marcus tau, jika kara lebih menginginkan Grace menjadi menantunya waktu itu. kara sangat menyayangi Grace, bahkan selalu menganggap Grace sebagai putrinya. tetapi Apalah daya kara, karena Rose begitu menginginkan Lucas dan ingin menjadikan Lucas sebagai suaminya. Karena itulah, kara setuju dengan perjodohan Lucas dan rose.
Apalah daya Marcus, dia tak bisa berbuat apa-apa selain mengancam Lucas untuk tidak melukai hati rose, atau dia yang akan merebut rose dari Lucas.
Dan Lucas adalah Lucas. pria bajingan itu tak peduli sama sekali. dia bahkan memperbolehkan Marcus untuk menjalin hubungan dengan Rose, yang waktu itu masih berstatus sebagai istrinya.
Semuanya semakin rumit setelah Lucas benar-benar sudah terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri untuk membuat James menderita. yakni menyekap Grace. orang yang begitu James cintai.
alih-alih menyekap dan menyiksa Grace untuk membuat James menderita. justru Lucas sendirilah yang terjebak dalam cinta yang gila. bahkan mengikat rose yang malang, menjadi jembatannya agar bisa lebih mudah untuk sampai pada rencana yang ia susun dengan susah payah. dan kini sirna sudah.
Dan sekarang, Lucas bahkan di pusingkan oleh dua wanita sekaligus, masalah keluarga, dan yah yang terakhir adalah membunuh James.
setelah perbincangan singkat keduanya, entah mengapa tiba-tiba rose mendekati wajah Marcus lalu mencium bibirnya dengan ciuman yang ganas dan penuh gairah.
tentu Marcus tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut bukan?Marcus pun membawa rose ke atas agar lebih leluasa untuk dia dan rose bercinta, dan menghindari gangguan orang-orang yang gila akan berita menyangkut klan Valentino.
Rose melenguh, saat Marcus bermain-main di intinya menggunakan lidahnya yang basah dan panas.di remasnya Benda kenyal bak Squisy. membuat rose tak tahan untuk segera di masuki.
Marcus, dia sangat luar biasa. baru kali ini rose merasakan betapa nikmatnya melakukan percintaan yang selama ini dia impikan bersama dengan Lucas.
__ADS_1
pandangan mata rose dan Marcus bertemu, menatap dengan sorot yang sulit di artikan. di kecupnya bibir Marcus sekilas. tentu membuat Marcus tersenyum dan beranggapan jika dia telah mendapatkan lampu hijau dari rose untuk memulai permainan yang selama ini dia tunggu-tunggu.
"Ini akan sedikit sakit." cicit Marcus di sela-sela permainannya.
Rose mengangguk lemah. " aku masih perawan, kumohon lakukan dengan perlahan."
Marcus pun menuruti keinginan rose untuk melakukannya dengan lembut. di masukkannya benda itu dengan susan payah kedalam diri rose. membuat keduanya mengejamkan matanya tak kuasa menahan gejolak gairah yang dahsyat.
jantung rose berdegup seirama dengan jantung Marcus yang berada di atasnya. "Terimakasih Kau sudah menjaganya untukku." lirih Marcus sembari tersenyum singkat.
Rose tak bisa berfikir jernih, dirinya benar-benar sudah gila.
Marcus memulai permainan dengan perlahan. lama kelamaan dia pun mempercepat tempo seiring dengan arah jarum jam. hingga mereka mencapai puncak kenikmatan yang tak terhingga. Marcus yang kelelahan terkulai lemah di samping rose dengan keringat yang mengucur deras.
di selimutinya tubuh rose dengan selimut tebal, lalu Marcus pun mencium pucuk kepala rose dengan kasih sayang, ketulusan, dan kelembutan. "I love you." lirih Marcus. dia merapatkan tubuhnya di samping rose agar dengan mudah leluasa untuk memeluk rose kedalam dekapannya.
Marcus mengelus perut rose lembut dan berharap benihnya dapat berenang dengan baik, karena Marcus memang sudah sengaja tidak memakai pengaman, agar rose dapat segera mengandung anaknya. dan mau menikah dengannya.
menyangkut cinta atau tidak rose padanya. itu tidak penting bagi Marcus. yang terpenting adalah dia sangat mencintai rose.dan itu sudah cukup.
"Semoga saja dia segera hamil." lirih Marcus.
__ADS_1
Bersambung~