
Grace mnatap pantulan wajahnya di cermin, kegelisahannya kini kembali datang dan mulai membuatnya takut. ia tengah bersiap untuk pulang ke Berlin. tepatnya di kediaman keluarga besar Valentino. namun entah mengapa ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. mungkin rose belum mengatakan perselingkuhannya bersama Lucas pada kara, namun suatu saat pasti kara akan mengetahuinya kan?
dan Grace, wanita itu tak bisa mendapatkan kebencian dan kekecewaan dari keluarganya, terlebih kara, dan bara, karena bagi Grace mereka berdua sudah ia anggap sebagai mom dan Daddy nya seperti Carrol dan Daniel. yah mungkin Carrol kecewa padanya, bahkan Daniel pun kecewa karena mengetahui perselingkuhan waktu itu, tapi Daniel terkesan diam, sedangkan Carrol. terlihat sangat teramat kecewa padanya.
Grace melihat Lucas menatapnya di cermin, seakan menanyakan sesuatu lewat raut wajah yang menunjukkan ekspresinya.
"Ku rasa aku tak bisa ikut pulang." cicit Grace.
Lucas mengerutkan keningnya, menghampirinya, lalu mendekap tubuh Grace lembut, mencium kepalanya dan berkata "Kenapa?apa kau takut?atau kau tak bisa pulang karena tak mau mengecewakan keluarga kita menyangkut hubungan kita?"
Grace menundukkan wajahnya.
"oh ayolah my angel,kau terlalu paranoid. bagaimana bisa kau tak mau pulang sedangkan mom yang meminta kita pulang dan menemuinya." lirih Lucas berusaha meyakinkan.
sedangkan Grace tetap diam, dia menampakkan senyum getir.
"Mom sendiri yang meminta kita untuk pulang, Karena mom sangat merindukanmu. bahkan aku yang putranya sendiri pun tidak di rindukan. "
"Tapi..."
"Jangan khawatir, sudah beberapa kali aku mengatakan padamu bahwa aku akan melindungimu dari seluruh anggota keluarga kita, aku akan selalu bersamamu, menjagamu,dan memberikan mu kebahagiaan yang tak pernah kau bayangkan. bahkan tanpa keluarga kita sekalipun." jelas Lucas.
"Bagaimana kau bisa membuatku bahagia, sedangkan nanti jika keluarga kita mengetahui hubungan ini, bahkan mengetahui bahwa aku tengah mengandung anak mu, pasti mereka akan kecewa, mengutuk kita, dan bahkan mencabut aset-aset yang telah mereka berikan padamu, dan sudah pasti pula kita tak akan mendapatkan sepeserpun harta dari dad dan mom. lalu bagaimana kita bisa hidup bahagia tanpa uang, harga, tempat tinggal dan lain-lain?" sahut grace.
"aku tidak setolol itu,, " Lucas tersenyum licik. "Aset, harta, dan semua yang mereka berikan padaku tak akan bisa di ambil kembali. lagipula aku tidak sebodoh itu. kau mengenalku. aku cerdas dalam menipu, dan memanfaatkan situasi untuk diriku sendiri." sambung Lucas. "Akupun berencana untuk mengatakan hubungan kita di depan seluruh anggota keluarga kita."
Grace mengerutkan keningnya. "Apa kau tidak waras?!kau akan mengatakan perselingkuhan kita di hadapan keluarga?" tanya Grace "jangan bodoh Lucas. mereka pasti akan menghajarmu,,"
"Oh ayolah my angel, santai saja. aku akan membereskannya. kau tenanglah_ Dan sekarang bersiaplah, kita akan segera pulang."
"L-lucas.."
"Hm..?"
"Tidak ada.."
Lucas mengerutkan keningnya. "ada apa? kenapa kau membuatku penasaran hm? katakan saja..."
"Tidak ada yang harus ku katakan."
Lucas mencium ceruk leher Grace dalam, menjilatnya sekilas, lalu tersenyum. "i love you more.." lirihnya sembari menunjukkan senyuman manis yang khas.
"I love you too."
*
__ADS_1
*
*
#Berlin~
kara yang antusias mendengar kepulangan Grace dan Lucas, ia pun menyiapkan pesta menyambut kedatangan mereka dengan bahagia.
di letakkannya piring piring di atas meja makan, lalu kembali ke dapur membuat masakan lezat dan istimewa. menanti mereka berdua.
"Wah kara, kau sangat antusias sekali.ada acara apa sampai-sampai kau menyiapkan begitu banyak makanan?" tanya cloe
"Ya kara kau menyiapkan semua ini sendirian tanpa memberitahu kita?" timpal Ashley.
"apa kalian tau?bahwa Lucas dan Grace akan pulang malam ini?" ujar kara sembari menunjukkan senyuman manis.
"Sungguh?mereka akan pulang?" Sarah ikut menimpali.
"Ya , karena itulah aku membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan mereka berdua." kara berkutat dengan kesibukannya, menyiapkan ini dan itu, seakan tak dapat melihat orang yang mengajaknya bicara.
sedangkan Shasha pun ikut membantu kara menyiapkan makanan favorit Grace. "astaga mereka akan pulang tapi kita tak tau?berikan kara... aku akan membantumu."
shasha kembali ke dapur memasak , sehingga aroma masakan yang enak membuat cloe melirik masakan Shasha yang terlihat sedap. "apa yang kau masak?"
"Apa kau tak melihat jika dia sedang membuat sup daging?" sahut Ashley.
"Aku biasa saja,, kau yang tak terima." geram Ashley.
"Wajahmu tak pernah terlihat menyenangkan. auramu suram bahkan matamu yang besar sangat menakutkan seakan-akan kau ingin menerkamku." sambung cloe
"hei cloe kau mengejekku?"
"Aku mengatakan yang sebenarnya.. katakan saja pada Shasha." ujar cloe "Shasha katakan padanya bahwa wajah Ashley itu menakutkan. dan tak pernah tersenyum seperti jailangkung."
kara, Sarah, dan Shasha pun tertawa terbahak-bahak. mendengar celotehan cloe yang memiliki mulut pedas dan julit.
"Kenapa kalian tertawa?aku tidak sedang membuat lelucon." gerutu cloe.
"Hei cloe, kau apa kau tak bisa menjaga bicaramu? kata-kata mu terkesan menghinaku tau???" Ashley pun marah
"sudahlah kalian seperti anak kecil. apa kalian tak berkaca bahwa kalian sudah tua Bangka?maka jagalah sikap kalian bodoh!!" kata Shasha
"Diam!!!" ujar Ashley dan cloe bersamaan.
"Hei Shasha mau ku sumpal mulutmu menggunakan panci? jangan ikut campur urusan kami!" sambung cloe.
__ADS_1
"Cloe tolong jangan banyak bicara. kau tak membantu tapi sibuk melirik ini dan itu, cepat bawa gelas ini ke meja makan. katanya kau mau membantuku.." ujar kara.
"Baiklah.." di ambilnya gelas yang kara berikan lalu cloe meletakkan gelas tersebut di meja makan.
"Kau yang menyuruhnya dia langsung pergi.." sahut Sarah pada kara, sembari tersenyum sekilas.
tak lama...
malam hari pun tiba, makanan pun telah di sajikan, tinggal menunggu kedatangan Grace dan Lucas.
ahh rasanya kara sudah tidak sabar memeluk Grace, dan menciumnya.
Lucas yang berstatus sebagai anak nya tapi kara malah menantikan Grace, hei apakah mereka putra putri yang tertukar? sehingga kara terkesan lebih menyayangi Grace bahkan menganggap Grace sebagai anaknya sendiri, sedangkan ke empat putranya yang brengsek ia biarkan begitu saja.
bara, Sam, dan Ken pun sampai, di ikuti Justin dan David di belakangnya. mereka melihat mansion yang sedikit hiasan dan makanan banyak terheran-heran, karena kara memasak dengan sangat banyak sendirian, tanpa bantuan para pelayan dan hanya di bantu oleh teman-temannya saja.
Bara menghampiri kara, mencium pucuk kepalanya sekilas.
"kau memasak banyak makan?" tanya bara.
"iya, aku membuat pesta kecil-kecilan yang di hadiri oleh semua anggota keluarga, untuk menyambut kedatangan Grace. aku juga mengundang tuan dan nyonya Valerie untuk membahas perjodohan Grace dan putra mereka, karena mereka mengatakan bahwa putranya tertarik melihat foto Grace yang berada di kantor." ujar kara.
"Kau berniat menjodohkan Grace?" tanya bara.
kara mengangguk pasti,
Carrol Daniel dan rose pun ikut datang, memeluk kara dan bara secara bergantian.
"apa kabar?" tanya Carrol.
"Baik." kara dan bara tersenyum.
"Rose kau semakin gemuk saja." ujar Ashley
"Ya, kau terlihat seperti sedang hamil." imbuh Shasha.
rose tak menjawab dan hanya mengulas senyum getir.
"Apa salahnya dia hamil, lagipula dia sudah menikah kan?" cloe menimpali.
"Dia tidak sedang hamil." kata Carrol tegas. "Bagaimana dia bisa hamil sedangkan suaminya tak pernah pulang dan hanya sibuk mengurus bisnisnya yang berada di las Vegas bersama dengan adik iparnya."
semua orang terdiam. termasuk Daniel.
kara mengerutkan keningnya. "Kenapa kau mengatakan itu?apa semuanya baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ya mom. semuanya baik-baik saja."
kara pun tersenyum manis dengan menatap pintu, melihat siapa yang datang...