
Dering ponsel singkat Grace berbunyi,
Grace menatap sejenak benda pipih tersebut, ternyata pesan singkat itu dari kapten Geo, ia di minta untuk menyelidiki kasus narkoba yang akhir-akhir ini sering di perbincangkan oleh media, karena kasus Penangkapan Broke Atkinson yang di yakini sebagai juru kunci para mafia dengan profesinya sebagai mata-mata para mafia dan bandar narkoba.
Grace sempat berfikir setelah meletakkan kembali ponselnya di nakas tak jauh dari ranjang.
ia meletakkan kepalanya, bersandar di ujung ranjang sembari berfikir untuk mencari tau dan menyusun rencana penangkapan tersebut. selain tugasnya untuk menyelidiki, Grace juga harus tau motif di balik penyelundupan barang haram tersebut. hal ini pasti tak jauh-jauh dari para mafia yang melakukan bisnis di pasar gelap.
tentu saja sebagai seorang kriminal yang licik para mafia akan mengorbankan bawahannya untuk menyelamatkan diri, agar tidak tertangkap oleh pemerintah. karena jika ia tertangkap sudah pasti hartanya akan terkuras habis dan di hukum mati.
bagi para mafia, hukuman mati bukanlah apa-apa. tapi yang mereka pikirkan adalah harta, oleh karena itu, para mafia ingin memiliki anak, walaupun tak menikah sekalipun, karena kelak anak itu akan menjadi penerus kerajaannya sebagai seorang kriminal untuk menjalankan bisnis kotor turun temurunnya.
berapa gilanya para kriminal ini..
hidup bergelimang harta tapi dengan cara kotor.
itu yang membuat Grace muak dengan keluarganya.
ia tak pernah menyangka, jika dirinya terlahir di dalam keluarga mafia.
untunglah tak ada yang tau jika klan Valentino adalah penjahat class berat yang di cari-cari oleh para abdi negara. tak ada yang tau jika klan Valentino adalah seorang kriminal, karena itulah Grace mampu berkuliah dan menyandang sebagai seorang Agen Rahasia yang di. tugasnya untuk menyelidiki kasus kasus dari para kriminal class berat.
yang orang tau klan Valentino adalah pengusaha besar yang hampir menguasai penjuru dunia dengan prestasi dan kecerdasannya dalam mengelola bisnis turun temurun dari kakeknya.
Cih.
Grace tersenyum kecut.
bahkan sampai detik ini tak ada yang tau bagaimana keluarganya mengelola bisnis kotor dengan kejamnya. tak lupa dengan polisi korup yang siap untuk membela ketidak benaran dari keluarganya, karena mereka semua di bawah kekuasaan keluarganya. terlebih para klan Valentino khususnya Jake, Lucas, Jay dan Mark siap untuk melindungi keluarganya apapun yang terjadi. pastinya dengan bantuan dari Felix, Victor, William, Marcus dan Seth.
Malam pun tiba, dengan larut serta menyertakan angin malam dan hembusan yang mengenai pori-pori kulit indahnya.
Grace berjalan di lorong-lorong sempit Markas berkumpulnya dengan para kapten dan tim yang menaunginya.
"Kau sudah tiba rupanya.." ujar Ayu, menunjukkan ekspresi tak suka padanya.
"Dari mana saja kau? kami menunggumu hampir 1 jam." sahut Owen.
Grace tak menimpali, dia hanya diam tanpa menjawab pertanyaan tak penting menurutnya.
"Grace kau datang?" Stella datang dan langsung memeluk Grace,
"Sudah cukup! yang terpenting sekarang adalah Grace sudah datang." ujar kapten Geo tegas.
"Bagaimana kapten?Apa yang akan kita lakukan?" tanya Dixon.
"Grace."
"Ya kapten." tegas Grace.
__ADS_1
"Kau selaku kepala tim, kau harus mencari tau dan menyusun rencana untuk penangkapan para bandar narkoba dengan matang." ungkap kapten Geo.
"Kapten?" Grace tertegun, ia tau percaya, jika dirinya di beri kepercayaan sepenuhnya menjadi kepala tim, bahkan ia baru memulai pekerjaannya sebagai seorang agen rahasia.
Ayu menggerutkan keningnya,
"Dia?Kapten kenapa dia yang menjadi kepala tim? Dia bahkan tak tau apa-apa mengenai masalah ini, dia juga belum berpengalaman dalam mencari tau dan menyelidiki kasus berat seperti ini." pungkas ayu tak terima.
"Aku percaya Grace akan menyelesaikan kasus ini dengan baik. dan tentu kalian sebagai tim harus saling bekerja sama untuk menyelidiki kasus ini."
"Ya aku setuju kapten." sambung West. "Grace adalah gadis yang tangguh, dia sangat berani dan tak pernah memiliki rasa takut kepada siapapun, aku mengenalnya, dia menjadikan ketakutan sebagai tantangan yang harus ia lewati. dia juga tak pernah egois dengan memikirkan dirinya sendiri, dia selalu berfikir matang untuk melakukan sesuatu. karena itu aku sangat setuju jika Grace menyandang posisi penting sebagai kepala tim kami." jelas west. sembari menatap Grace kagum.
mata Grace dan west sempat bertemu dan berpandangan sejenak, Grace pun mengulas senyum tipisnya. sebagai tanda terimakasih atas dukungan sepenuhnya dari west.
"Ya kapten, aku pun setuju dengan west, sepertinya Grace sangat cocok jika menyandang sebagai kepala tim kami, melihat sikap dan pengaruh Grace yang pemberani." imbuh Stella.
"Jika kalian berdua setuju, aku juga setuju." timpal Dixon.
ayu memutar matanya jengah.
"Sepertinya kita harus memberikan kesempatan kepada Grace untuk membuktikan seberapa tangguhnya dia." ujar Owen menatap Grace sembari tersenyum manis.
"Terimakasih." Grace mengulas senyum manisnya. "Terimakasih banyak atas dukungan dan kepercayaannya dengan menjadikanku sebagai kepala tim, kapten." Imbuh Grace.
Kapten Geo mengangguk, "Semoga berhasil."
"Yaya, kalian memang tak pernah mendukung aku." geram ayu.
....
Pasar gelap~
Grace,Stella dan west mengendap-endap bak pencuri, dengan mengikuti para gangster yang sedang melakukan perundingan dengan para anggota mafia yang lain.
penyelewengan dana, jual beli senjata api ilegal, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia.
Stella begidik negeri melihat betapa menakutkannya para kriminal ini.
"mereka sangat menakutkan." lirih Stella.
Stella, west dan Grace memilih untuk bersembunyi di sebalik semak-semak untuk merekam bagaimana para kriminal menjalankan aksi melakukan bisnis gelap nya.
"Diamlah Stella, kau akan menghancurkan rencana jika mereka tau kita berada di dini." lirih west.
"Kita tak akan kembali dengan selamat." imbuh Grace. "Kau tak perlu takut." sambungnya.
Stella menelan ludah susah payah sebagai jawaban.
sebenarnya, mereka tak tau tempat apakah ini, tapi dengan bantuan dari Dixon yang notabenenya adalah seorang hacker pandai dalam hal mencari tau. mereka dapat mengetahui salah satu dari para mafia dan gangster tersebut. tentu saja mereka memilih untuk menyelinap dan mengendap-endap agar dapat mengetahui dimana keberadaan bisnis kotor itu di lakukan.
__ADS_1
dan sekarang, mereka telah berhasil melacak tempat kejadian dimana bisnis gelap tersebut berjalan. tentu mereka harus berfikir matang untuk menyergap para kriminal dan menyusun rencana untuk penangkapan.
saat Grace sedang fokus merekam, tiba-tiba mereka bertiga di kejutkan oleh kedatangan beberapa mobil hitam yang salah satunya, Grace mengenal i mobil tersebut.
mobil Dengan plat nomor ******** adalah mobil milik James, mantan kekasihnya. untuk apa James disini?Di pasar gelap?
Grace berusaha menepis fikiran buruknya,
mobil itu tak mungkin milik James. (Batin Grace).
dan...
berapa terkejutnya Grace melihat James keluar dari mobil dengan langkah gagah dan wajah rupawan yang tersenyum lebar kepada para mafia disana. bahkan para mafia terlihat menyambut kedatangan James dengan baik.
"Grace,, apa aku tidak salah lihat??" tanya Stella. "Dia adalah James." imbuhnya.
Grace terkejut, ia merasa selama ini James telah membohonginya dan mempermainkannya.
Ternyata dia adalah seorang mafia? Seorang kriminal class berat yang selama ini di cari-cari oleh negara? James? aku tak menyangka dia adalah pria yang tak jauh berbeda dari mereka semua. (Batin Grace).
Grace telah salah beranggapan jika James adalah pria yang baik, patutlah selama ini ia tak pernah tau pekerjaan James selama menjalin hubungan dengannya. ternyata James adalah seorang mafia.
Grace sangat menyesal karena tak pernah mendengarkan Lucas. hingga selalu menganggap Lucas membual.
"Dia adalah seorang mafia!" tindas Grace.
"Aku tak percaya jika James telah mempermainkan mu selama ini,, dia telah membohongimu." sahut west.
"Tapi untuk apa James melakukan semua ini?Kenapa dia tak memberitahu kan hal sebesar ini padamu?" tanya west.
"Tentu karena James takut kehilangan Grace, kau tau kan west, jika Grace membenci seorang kriminal? tentu jika Grace tau bahwa James adalah seorang mafia, sudah pasti Grace tak akan mau menjalin hubungan dengannya." jelas Stella.
"Tapi dengan sikapnya yang seperti itu, James sudah mempermainkan hati Grace." bela west.
"Cukup! kita tidak perlu membahasnya, dia bukan kekasihku lagi, dan aku tidak menjalin hubungan apa-apa lagi dengannya.." ujar Grace.
"Grace.."
"Aku tau apa yang aku lakukan Stella,,," Grace seakan tau dengan apa yang akan di katakan oleh Stella, hingga ia dengan berani mengatakan sedemikian rupa.
"Kau baik-baik saja Grace?" west mencoba untuk meyakinkan.
Grace menghirup udara dan membuang nafas beratnya.
"Ya."
"Baiklah, sekarang kumpulkan bukti yang ada, jika dirasa sudah cukup,, kita harus segera kembali." ujar west.
Grace dan Stella mengangguk pasti.
__ADS_1
Bersambung~