
"Lucas!"
Grace membulatkan matanya, pelukan yang tadinya terasa begitu hangat kini terlepas sudah. karena rose dan Carrol melihat Lucas dan Grace berpelukan dengan penuh cinta. tatapan mata Carrol begitu menakutkan, seakan minta penjelasan. sedangkan tatapan mata dan raut wajah rose menunjukkan kekecewaan yang dalam.
"Rose..." lirih Grace
*
*
*
"Ada apa ini? Princess, kau berpelukan dengan Lucas?" tanya Carrol dengan nada bicara yang melengking. sorot matanya kini seakan meminta penjelasan.
kepala Grace begitu pusing, tidak tahu harus berbohong bagaimana, karena ini sudah kesekian kalinya dia terus berbohong kepada keluarganya.
"Ehm.. begini." Lucas menyahuti "Tadi Grace hampir di culik oleh mantan kekasihnya." sambung Lucas dengan tenangnya, seolah-olah tak terjadi apa-apa. "Tangan Grace di cekal begitu kuat, dia di paksa untuk ikut, namun Grace memberontak. bahkan pria itu mencekik leher Grace dengan kuat hingga dia hampir tak bisa bernafas." jelas Lucas.
"Untunglah Lucas datang tepat waktu dan dia berhasil menyelamatkan putri kita." timpal Daniel "Seharusnya kau berterimakasih kepada Lucas sayang, bukan malah curiga dan meminta penjelasan." imbuh Daniel.
"Ada kau dad, tapi kenapa Grace harus memeluk Lucas?" tanya Rose.
Grace mendekat, lalu menyentuh lembut tangan rose sembari menatap wajah cantik kakaknya itu dalam dan penuh penyesalan.
"Maaf rose, aku tak sengaja. tadi aku hampir tak bisa bernafas, aku takut setengah mati tadi. Reflek aku memeluk Lucas." jelas Grace "Kumohon maafkan aku rose."
Rose menengok ke arah Grace, mereka sempat saling berpandang, Solah rose sedang mencari kebenaran lewat mata hijau milik Grace yang indah. "Aku percaya padamu adikku." Rose tersenyum sembari menunjukkan wajah yang teduh.
"Apa kau baik-baik saja princess?" tanya Carrol.
di sentuhnya wajah Grace lembut,dengan penuh cinta dan kasih sayang seorang ibu.carrol menyentuh dahi dan pipi mulusnya,lalu berpindah dengan memindai setiap inci dari kulit Grace, wajahnya terlihat gelisah kini. seolah mengkhawatirkan keadaan Grace.
"Aku baik-baik saja mom." lirih Grace.
"Apa kau putus dengan James?" tanya rose.
Grace tak menjawab, namun dia tersenyum sebagai balasan.
"Kenapa kalian mengakhiri hubungan kalian? Bukankah kau begitu mencintai James?" rose bertanya.
"Aku mengakhiri hubungan kami, karena sesungguhnya James bukanlah pria yang baik." jelas Grace.
"Apa yang sudah pria itu lakukan padamu princess?" tanya Daniel dengan raut wajah marah.
"Dia hanya ingin menculikku."
__ADS_1
"Kenapa dia ingin menculikmu princess? Bukankah kalian begitu harmonis dan manis saat masih bersama?" sahut Carrol.
"Karena dia memiliki niat buruk untuk memperkosa Grace waktu itu." timpal Lucas. "Lalu, dia ingin mengikat Grace dalam belenggu hingga membuatnya tak berdaya."
"Astaga." Carrol terkejut dengan ucapan Lucas "Bagaimana kau bisa tahu?"
"Karena aku melihat sendiri, bagaimana si bajingan itu memasukkan obat kedalam minuman Grace. untunglah sebelum Grace meminumnya aku membawanya pulang.dan sempat menghajar keparat itu." jelas Lucas.
"Brengsek! berani sekali dia memiliki niat buruk kepada putriku!Tak akan ku biarkan pria itu hidup dengan bernafas lega!" tindas Daniel. dengan tangan terkepal dan raut wajah mengerikan. Grace tau jika Daddy nya itu pasti marah, jika ada orang yang berniat buruk padanya.
"Kau benar-benar tidak apa-apa princess?" Carrol kembali memastikan.
Grace mengangguk pasti sebagai balasan.
"Lebih baik kita pulang, ku rasa Grace butuh istirahat." rose menyentuh lembut tangan Grace, menuntutnya untuk berjalan dan kembali pulang.
Daniel menatap Lucas tajam.
"Kau yang harus bertanggung jawab untuk melindungi keluarga kita dari banyaknya ancaman di luar sana." ujar Daniel."Dan terima kasih kau sudah menjaga putriku dengan baik." ujarnya kemudian sembari menepuk bahu Lucas sekilas.
*
*
*
"Terimakasih Rose." lirih Grace.
rose tersenyum "Beristirahatlah, kau harus segera pulih hm.." rose menyentuh dagu Grace sekilas.
"kau mau mom buatkan bubur princess?"
"Tidak, terimakasih mom." lirih Grace. "Sepertinya aku hanya butuh tidur agar kembali pulih."
"kau mau Daddy menemanimu princess?" Daniel mengelus rambut pirang Grace.
"Tidak dad. aku ingin sendiri sekarang.."
"Baiklah kalau begitu, beristirahatlah.. kalau ada apa-apa, panggil dad oke?Dad akan segera datang untukmu."
Grace mengangguk patuh.
mereka pun meninggalkan Grace sendirian di kamar.
saat Lucas hendak berjalan menuju ruangan kerjanya, rose menarik lengannya. membuat Lucas terkejut.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Lucas mengerutkan keningnya seakan muak dengan kekonyolan dan sandiwara ini.
"Happy anniversary my husband." ujar Rose, dengan kedua tangan yang melingkar sempurna di leher Lucas, entah mendapat keberanian dari mana, rose secara tiba-tiba mencium bibir Lucas, mengecapnya sekilas, lalu kembali ********** dengan ganas.
Lucas segera melepaskan diri dari pelukan dan ciuman rose yang tiba-tiba. "Jaga batasanmu rose!" tindas Lucas.
"Memangnya kenapa?Aku ini istrimu Lucas!Tidak bisakah kau memberikan kesempatan padaku untuk membuatmu jatuh cinta?"
"Itu akan lebih menyakiti perasaanmu karena aku tak kan pernah mencintaimu!" tegas Lucas.
Mata rose berkaca-kaca, menahan air mata yang akan jatuh membasahi wajahnya yang cantik.bibir rose bergetar tak kuasa menahan air mata yang dia coba untuk menahannya agar tak menetes.
"Siapa dia Lucas." tanya Rose dengan nada suara yang rendah tapi terdengar begitu tajam dan memaksa.
"Apa maksudmu?"
"Siapa wanita itu?"
Lucas mengerutkan keningnya tak mengerti dengan arah pembicaraan rose yang mulai melantur.
"Siapa wanita yang kau maksud?"
"Wanitamu! Siapa wanitamu Lucas? Wanita yang begitu beruntung mendapatkan cinta darimu!" tanya rose.
"Kau tidak perlu mengetahuinya!"
"Kenapa?Apa kau takut jika aku akan menghabisinya?" rose mengejek.
"Aku tidak pernah takut kepada siapapun!"
"Lalu? Kenapa kau menyembunyikan kekasihmu itu dariku ha?!" rose terkekeh singkat, lalu kembali menatap Lucas dengan sorot mata yang mulai dipenuhi oleh amarah. "Alasannya adalah karena kau takut aku membunuhnya bukan?" rose kembali mengulas senyumannya yang khas.seakan menertawakan Lucas yang terlihat bak kambing congek.
sebenarnya Lucas tak mau terlihat seperti cecunguk di depan rose, tapi dia tak berdaya, semua ini tentang Grace. tak mungkin bukan Lucas mengatakan kepada rose bahwa Grace adalah wanita yang ia cintai.
tentu itu terdengar gila. dan sudah pasti bodoh! dengan mengambil keputusan yang gegabah. bagaimana mungkin Lucas membuat Grace dalam bahaya? Justru Lucas ingin melindungi Grace dari bahaya itu sendiri.
Lucas pun terdiam.
"Kau diam?!" lagi-lagi rose tersenyum kecut. "Kenapa kau terdiam Lucas?Kau takut?!"
"Menyingkirlah dariku Bi*ch!" Lucas meninggalkan rose tanpa memperdulikan beberapa pertanyaan yang dia lontarkan padanya.
Lucas memilih pergi meninggalkan rose dengan langkah penuh amarah. dan wajah menakutkan.
"FU"K!!" umpat Lucas
__ADS_1
bersambung~