
"Dan sekarang, mungkin aku tak bisa memaafkan kesalahanmu, dengan penerimaan mu menyangkut perjodohan ini." Lucas menatap Grace sekilas. "Aku benar-benar kecewa padamu. kau teramat sakit untuk ku lewatkan. tapi melihat caramu begitu, membuatku berkali-kali lipat merasakan sakitnya. bagaimana di khianati di depan mata."
setelah mengatakan hal-hal yang begitu menyakitkan. Lucas pun pergi dengan membanting pintu kamar Grace dengan kasar. seolah menyalurkan amarahnya melalui pintu tersebut.
Grace pun menangis sejadi jadinya.
"Andai kau tahu Lucas, aku begitu menderita dengan keadaan yang sedang ku alami sekarang. aku tidak mampu untuk menolak keinginan mom. tapi aku juga tak bisa melepaskanmu. namun hubungan kita begitu rumit. aku takut dengan memilihmu akan membuatmu juga di benci oleh seluruh anggota keluarga kita." lirih Grace di sela Isak tangisnya. "aku tak mau itu terjadi. aku tak mau kau juga ikut menerima kebencian dari keluarga kita. karena itu aku memilih perjodohan ini. karena inilah yang terbaik. walaupun menyakiti hati kita berdua. setidaknya kita bisa menghindar dari kebencian keluarga kita."
*
*
*
Malam kini mulai gelap, jam telah menunjukkan pukul 2 dini hari, pesta pun telah usai 1 jam yang lalu, Grace masih sigap berdiri di atas balkon kamarnya, menunggu kepulangan Lucas.
Setelahnya pertengkaran yang terjadi tadi, membuat Grace tak bisa tidur, dia terus memikirkan Lucas, bahkan saat Grace bertanya kepada pengawal mereka mengatakan jika Lucas pergi dengan langkah tergesa-gesa, raut wajahnya begitu menakutkan hingga tak ada yang berani menatapnya.
karena itu, Grace berdiri di atas balkon kamarnya, menunggu Lucas dan masih sigap memandang langit. bintang dan rembulan yang tadinya bersinar begitu terang kini terselimuti oleh awan mendung dan sedikit petir menampakkan cahaya dalam kejauhan.
sepertinya akan ada badai.
seolah olah langit tahu betul apa yang dia rasakan.
Grace melipat kedua tangannya, menutup matanya, menghirup udara malam dengan angin kencang menembus pori-pori.
pikirannya sedang kacau. tidak tahu harus berbuat apa.
entah mengapa rasanya Grace begitu merindukan Lucas sekarang.
walau hanya yang menganggu pikirannya, Grace lebih mengutamakan Lucas. yah Grace sedang khawatir karena Lucas tak kunjung pulang juga.
bahkan saat Grace berjalan mondar mandir sedari tadi, Lucas masih tak terlihat. dia belum pulang!.
__ADS_1
Tiba-tiba bunyi klakson mobil terdengar begitu nyaring, para pengawal pun dengan cepat membuka pagar besi, mempersilahkan mobil Lucas masuk.
Grace menghimpitkan kedua matanya, dia ingin memastikan. apakah itu benar Lucas ataukah tidak.
nyatanya itu benar-benar Lucas, yang pulang dengan keadaan mabuk berat.
Dasar pria bodoh!
"Dia mabuk?" lirih Grace yang melihat Lucas berjalan sempoyongan dengan keluar dari Lamborghini nya."Bagaimana bisa dia menyetir mobil dengan kondisi sedang mabuk berat seperti itu?" imbuhnya.
Grace pun segera turun, berlari untuk menghampiri Lucas yang kini sedang berjalan dengan langkah yang sempoyongan, seakan akan jatuh.
namun langkah Grace tiba-tiba terhenti saat melihat rose memapah Lucas dengan perasaan gelisah dan takut menjadi satu.
yah Grace dapat melihat dari raut wajah rose yang terlihat begitu gelisah, karena kepulangan Lucas dalam keadaan mabuk berat, menyetir mobil pula.
syukurlah dia baik-baik saja, bagaimana jika pria itu hilang kesadaran lalu mengalami kecelakaan?Oh God. Grace tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Lucas.
"Kau tidak benar-benar mencintaiku!Kau hanya berpura-pura saja kan?Aku memang terlalu percaya diri, karena beranggapan jika kau telah menerima cintaku." racau Lucas di sela-sela langkahnya.
"Apa yang kau katakan? Lucas sadarlah... apa kau sedang meracau?" tanya rose.
di tepuk-tepuk pipi Lucas dengan lembut, rose berusaha untuk menyadarkan Lucas, namun alkohol benar-benar telah melemahkan syaraf sadar Lucas. hingga Lucas pun tak mendengar suara rose.
"Kau minum terlalu banyak." lirih rose.
dengan telaten rose memapah Lucas menuju kamarnya, Grace hanya bisa melihat, memandangi Lucas dan rose memasuki kamar. Grace hanya bisa mengulas senyum getir. dan menggenggam tangannya sendiri begitu kuat.menutup kedua matanya, lalu mengeluarkan bulir air mata yang membasahi pipi.
sedangkan di sisi lain, rose membawa tubuh Lucas menuju ranjang, dia melepas sepatu Lucas, membuka kancing kemejanya , lalu mengambil air untuk membilas tubuh Lucas agar tidak terlalu lengket.
rose juga memberikan Lucas air minum, walaupun dengan mata terpejam, Lucas pun meneguk sedikit air pemberian Rose. lalu kembali tidur dengan dengkuran halus.
rose menatap wajah tampan Lucas intens, menyetuh rahangnya yang kokoh dengan kelembutan dari jari-jari lentiknya, sentuhan tersebut turun, Rose menatap bibir tebal Lucas yang berwarna merah muda, di sentuhnya bibir tersebut sekilas. dan rose pun menutup matanya, mencium bibir Lucas dengan lembut tanpa menganggu Lucas yang tertidur begitu lelap.
__ADS_1
rose kembali menyentuh setiap inci dari tubuh Lucas tanpa melewatkan dada bidang milik pria itu, yang terekpos langsung di depan matanya. rose menyentuh dada Lucas yang di sertai bulu halus itu, rose pun meletakkan kepalanya disana, dengan menyentuh perut kotak-kotak Lucas yang terpahat begitu sempurna. kulit Lucas yang begitu halus dan terang, di sertai oleh aroma maskulin dari tubuhnya membuat rose hampir kehilangan akal sehat.
Rose memandangi tubuh Lucas dengan tatapan lapar, seolah ingin melakukan sesuatu yang selama ini dia nantikan. yaitu berhubungan layaknya sepasang suami istri, bersama dengan Lucas.
Namun, pada saat rose hendak melucuti semua Pakaian Lucas, Grace pun datang dengan mengetuk pintu begitu keras, membuat rose mengerutkan keningnya tak mengerti dengan kehadiran Grace yang tiba tiba.
"Ada apa Grace? Kenapa kau datang kemari?" tanya rose.
"A-aku mau meminjam piyama. ah iya piyama.." jawab Grace terbata-bata.
"Kau mau meminjam piyama? Bukankah kau memiliki banyak? Untuk apa kau meminjam piyama malam-malam begini?Kau belum tidur?"
"Sebenarnya, aku ingin meminjam piyama yang terbuat dari kain satin milikmu. karena aku tidak punya. oleh sebab itulah aku datang dan meminjamnya." jelas Grace dusta
"Kau aneh sekali." rose mengerutkan keningnya.
"Aku baru bangun tidur, tetapi badanku terasa lengket, aku pun mandi setelahnya, tetapi aku mencari-cari piyama ku.. ternyata tidak ada. entah kemana perginya... maka dari itu aku datang dan meminjam padamu.." imbuh Grace "Karena aku tak bisa tidur jika tidak menggenakan piyama satin. selain itu aku merasa begitu gerah."
"Gerah? Bahkan langit pun terlihat mendung seperti akan ada badai. tapi kau malah kegerahan. apa aku tidak salah?"
"Entahlah rose, akhir-akhir ini tubuhku sering merasa aneh. mungkin karena cuaca, membuat tubuhku tidak stabil."
"Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar aku akan mengambil pakaiannya untuk mu."
Rose pun masuk kembali, mencari-cari piyama satin yang akan dia pinjamkan untuk Grace.
sedangkan Grace, segera memasukkan obat tidur, agar rose tak melakukan apapun kepada Lucas. karena Grace tahu bentul rencana rose kepada Lucas yaitu dengan melakukan hubungan percintaan dalam keadaan Lucas tak sadar.
bukannya Grace jahat, namun Grace hanya tak mau, jika rose melakukan itu semua, Alasannya karena sudah pasti Lucas tak akan menerimanya. tentu Lucas akan menolak rose begitu saja. karena Lucas tak mau menyakiti hati rose begitu dalam, dengan menyentuh dan memberikannya rose hak sebagai seorang istri.
rose telah begitu banyak menderita.
di selingkuhi, tak mendapatkan hak sebagai seorang istri, tak di cintai. dan tentu Lucas tak mau memberi rose rasa sakit yang dalam dengan melakukan itu semua.
__ADS_1
ujung-ujungnya Lucas pasti akan melepaskan rose dan segera menceraikannya. dalam waktu dekat.
Bersambung~