
Rose pun masuk kembali, mencari-cari piyama satin yang akan dia pinjamkan untuk Grace.
sedangkan Grace, segera memasukkan obat tidur, agar rose tak melakukan apapun kepada Lucas. karena Grace tahu bentul rencana rose kepada Lucas yaitu dengan melakukan hubungan percintaan dalam keadaan Lucas tak sadar.
bukannya Grace jahat, namun Grace hanya tak mau, jika rose melakukan itu semua, Alasannya karena sudah pasti Lucas tak akan menerimanya. tentu Lucas akan menolak rose begitu saja. karena Lucas tak mau menyakiti hati rose begitu dalam, dengan menyentuh dan memberikannya rose hak sebagai seorang istri.
rose telah begitu banyak menderita.
di selingkuhi, tak mendapatkan hak sebagai seorang istri, tak di cintai. dan tentu Lucas tak mau memberi rose rasa sakit yang dalam dengan melakukan itu semua.
ujung-ujungnya Lucas pasti akan melepaskan rose dan segera menceraikannya. dalam waktu dekat.
*
*
*
Pagi harinya, Lucas mulai terbangun dengan menggerjapkan matanya, dia melihat sekeliling, sampai pada akhirnya matanya terpaku oleh sosok rose yang tengah tertidur pulas sembari memeluk tubuhnya.
jika di lihat dari dekat, rose memanglah cantik. hanya saja Lucas tak mencintainya. seandainya saja jika Lucas mencintai rose pasti hubungannya tak akan serumit ini.
nyatanya takdir berkehendak lain. Lucas harus jatuh cinta kepada Grace namun dirinya terikat dalam pernikahan yang membuatnya tak bisa apa-apa.
Lucas menatap lekat wajah cantik rose, buku mata tebal di padukan dengan bulu mata indah yang lentik, hidungnya yang kecil dan bentuk bibir yang sempurna. Rose terlihat begitu manis jika di lihat dari dekat dengan wajah tertidur pulas.
Lucas pun segera melepaskan diri dari pelukan rose, di sentuhnya tangan rose dari tubuhnya lalu di letakkannya tangan itu di atas guling. kini rose memeluk guling.
Lucas pun berdiri, menuju kamar mandi. menatap dirinya di cermin, lalu mengacak-acak rambutnya frustasi. dia terduduk dengan kedua tangan yang masih memegang kepalanya, bisa di katakan jika Lucas nampak sedang tidak baik-baik saja.
akhirnya Lucas memilih mandi dengan berendam di bathtub lalu meminum wine. dia terlihat sedang berfikir.
tak lama setelahnya, kini giliran rose yang terbangun. gadis itu menguap lebar, menoleh kesana dan kemari. seakan mencari keberadaan Lucas yang kini tengah mandi.
rose mendengar gemrecik air dari dalam kamar mandi,
"Mungkin dia sedang mandi." lirih rose dengan suara parau. "Aku akan menyiapkan pakaian untuknya."
selang beberapa menit kemudian, Lucas keluar dari kamar mandi, dengan tubuh yang tak mengenakan pakaian, hanya ada handuk yang melingkar indah di bawah perut. rambut yang basah itu terlihat menggugah selera bagi siapa saja yang melihat. sungguh Lucas benar-benar sangat tampan.
rose melihat Lucas berjalan melewati dirinya menuju walk in closet.
"Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu.." ujar rose.
__ADS_1
"Kau tidak perlu melakukannya.."
Lucas pun acuh. pria itu malah terus berjalan tanpa memperdulikan rose.
Rose hanya bisa terdiam, dengan mata yang menahan tangis.
dia mengulas senyum, lebih tepatnya senyum getir.
*
*
*
di meja makan tepatnya semua orang berkumpul, Grace berusaha untuk tetap biasa saja, seolah tak terjadi apa-apa. dengan perasaan sakit, Grace melihat Lucas yang kini tengah makan dengan lahap karena di suapi oleh Rose.
"Rose, maukah kau menyuapiku?entah mengapa tiba-tiba aku ingin di suapi olehmu." ujar Lucas kepada rose, namun matanya lurus kedepan melihat raut wajah Grace yang tengah sibuk melahap makanannya.
rose pun tersenyum, dengan wajah sumringah dan hati yang bahagia, tentu rose akan melakukannya dengan senang hati.
"Benarkah? Baiklah Lucas aku akan menyuapimu."Rose yang bahagia, dengan segera memasukkan makanannya ke dalam mulut Lucas, lalu Lucas pun melahap makanan tersebut.
"Apakah rasanya enak?" tanya Rose.
"Bagaimana kau tau jika aku yang memasak semua ini?" tanya rose.
"Aku hanya asal menebak." Lucas pun tersenyum sekilas.
"Apa kalian puas memperlihatkan keromantisan Kalian di depan kami?Kau itu tidak sopan sekali Lucas." sahut Carrol terkekeh singkat.
sedangkan Daniel, hanya diam sembari terus makan. sesekali dia melirik ke arah Grace yang terlihat mencoba untuk terlihat baik-baik saja.
"Mom. apa kau iri?Jika iya, maka mintalah dad untuk menyuapimu.." kini giliran rose yang tertawa.
"Oh hei, kau itu kurang ajar sekali. berani sekali kau berbicara seperti itu kepada mom." Carrol kembali terkekeh.
"I'm Sorry.." lirih Rose.
"Sayang, aku ingin jus jeruk. bisakah kau membuatkannya untukku?" Lucas menyentuh tangan rose, menatapnya sekilas, lalu menunjukkan senyuman maut yang membuat rose langsung terpesona.
oh hei apakah rose tak salah dengar?
Apakah Lucas baru saja memanggil rose dengan sebutan sayang?!.
__ADS_1
jantung rose berdegup kencang, dengan sikap Lucas yang tiba-tiba berubah hangat kepada dirinya. tentu perubahan tersebut membuat rose senang sekaligus curiga.
"Ehm.. baiklah sayang aku akan membuatkannya untukmu." rose langsung pergi menuju arah dapur untuk membuatkan Lucas jus jeruk.
sedangkan Grace, hanya bisa terus diam menahan rasa sakit hatinya, Walaupun Grace tersenyum. sesungguhnya Grace tak benar-benar tersenyum. Grace hanya mengulas sedikit senyuman getir.
"Omong-omong, Liam sepertinya akan mengajakmu jalan-jalan. maukah kau bertemu dengannya? dia ingin lebih serius lagi untuk mengenalmu princess." Carrol berbincang dengan Grace.
sedangkan Grace seakan tak mendengarnya, bahkan dia sibuk mengaduk-aduk makanannya.
"princess.." panggil Carrol.
namun Grace tak menyahut.
"Princess..!" imbuh Carrol lagi.
"ehm iya mom?"
"Kau mendengar mom?"
Grace terdiam.
"Liam akan segera menjemputmu. dia ingin mengajakmu jalan-jalan. maukah kau bertemu dengannya princess? sepertinya dia benar-benar serius ingin mengenalmu lebih dalam." jelas Carrol.
"Sepertinya untuk hari ini aku tidak bisa pergi mom. aku rasa aku sedang tak enak badan." ujar Grace sembari menyentuh tengkuknya yang tidak gatal.
"Benarkah?" Carrol segera menyentuh dahi Grace yang tidak hangat. "Apa kau demam princess?"
"Tidak. hanya saja aku sedikit mual." ujar Grace.
"Kenapa kau akhir-akhir ini seringkali mual?" tanya Carrol.
"Mungkin penyakit lambungnya kambuh." Daniel menyela.
"Kalau begitu istirahatlah... jika ada apa-apa katakan saja pada mom, oke?" imbuh Carrol.
Carroll menuntun Grace menuju kamarnya untuk istirahat. entah mengapa akhir-akhir ini Grace sering tidak enak badan. karena itulah Carrol merasa ada yang tidak beres .namun Carrol berusaha menepis fikiran-fikiran buruk kepada putri bungsunya itu. dan percaya bahwa Grace tak mungkin melakukan suatu kesalahan yang membuat dirinya tak mau mengakui jika Grace adalah putri yang dia banggakan selama ini.
Lucas hanya menatap punggung Grace dengan tatapan nanar,takut sekaligus tak tega jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Grace dan calon buah hatinya itu.
tentu Lucas tak mau jika dirinya seperti Jake, yang kehilangan anaknya gara-gara si bedebah Anaya hingga membuat Maria mengalami keguguran dan kesulitan hamil.
pada masa itu Maria hampir tak bisa hamil. jika dia tak mau nyawanya melayang. pembengkakan di rahimnya membuat Maria memiliki 5% saja kesempatan untuk hamil. hingga dengan sifat keras kepala dan kebaikan hati Tuhan. Maria dapat mengandung dan melahirkan kedua bayi kembar yang di namai Connor dan Corry.
__ADS_1
Bersambung~