My Posesif Desire

My Posesif Desire
complicated


__ADS_3

Di suatu tempat yang begitu jauh. sangat-sangat jauh,berada di dalam hutan dalam, yang sangat amat tersembunyi. hampir dari semua orang tak mengetahui dimana letak hutan tersebut. banyak pepohonan besar menjulang tinggi, dedaunan berguguran dimana-mana. bahkan banyak pula hewan buas di sana.


Seorang pria paruh baya sedang menunggu hari kematian yang tak kunjung ia dapatkan. telinganya mendengar tawa para pria bajingan yang sudah menyiksanya beberapa bulan ini.


walaupun dia telah bungkam dengan menutup rapat bibirnya. dalam merahasiakan dimana keberadaan ramuan yang membuat kara hidup kembali.


bahkan para bajingan ini menyiksanya habis-habisan, tak membiarkannya hidup ataupun mati.


pada saat Xavier di siksa dengan mengerikan, mereka bahkan tak membiarkannya mati begitu saja. entah Xavier tak tau apa yang mereka inginkan darinya lagi.


bukankah para bajingan ini sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, kara hidup kembali. namun kenapa mereka tak membiarkannya mati?. bahkan setiap kali Xavier di siksa, mereka memang tertawa bahagia, tapi mereka juga melakukan segala cara untuk membuatnya pulih kembali.


setiap hari Xavier tak memiliki kesempatan untuk hidup tenang. lagi dan lagi Lucas datang untuk memberinya pelajaran. terkadang bersama dengan Jake, terkadang pula bersama Mark, Jay atau yang lainnya.


mereka, para keparat itu bahkan selalu bergantian untuk membuat Xavier bersimbah darah tanpa terkecuali.


dengan mulut yang penuh dengan jahitan , hingga membuat dirinya tak bisa berbicara kembali. tangan , kaki, serta leher yang terikat oleh rantai besi. tubuh yang bersimbah darah, wajah babak belur yang tak bisa di kenali orang. kini Xavier masih saja bertahan hidup hingga detik ini.


"Kita bunuh saja pria tua ini! lagipula kita tidak membutuhkannya lagi." tindas Jay.


"Bodoh! kau sangat sangat bodoh! jika kita membunuhnya sekarang, kita tak akan bisa melihat kehancuran James. karena bagi James, Xavier adalah ayah dan dia akan melakukan segala cara untuk membalas Budi kepadanya!" timpal Lucas.


"Lalu?Apa kau tidak lelah terus-terusan menyiksanya seperti ini?" tanya Jay


"Lelah?" Lucas tersenyum kecut. "Aku bahkan bersedia untuk menyiksanya, bahkan tidak hanya setiap menit, setiap detik bahkan setiap saat." ujar Lucas dengan seringai devil yang khas.


"Aku tau kau sedang melampiaskan kekesalan mu padannya.. karena telah membuat mom sekarat dan hampir mati waktu itu. tapi sekarang mom sudah sembuh Lucas, kita sudah tidak membutuhkannya lagi.!" sahut Mark.


"aku yakin Lucas sudah lelah bersandiwara di depan mom kara. karena mom kara belum mengetahui perceraian antara dirinya dan rose. terlebih perceraian tersebut memiliki alasan perselingkuhannya dan Grace." imbuh Victor.


"right, I'm fed up!"

__ADS_1


(Benar. aku sudah muak !")


Jake menepuk bahu Lucas, sebagai tanda dukungan.


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Grace?Apa ada kemajuan?"


Lucas melirik Jake dengan tatapan teduh "Tidak ada perubahan, hanya ada cinta, pertengkaran dan se*s." singkatnya.


Jake tau, isi otak Lucas, Lucas terlihat santai namun sebenarnya Lucas sangat kalut dan frustasi. karena dia harus berpura-pura menjalani sandiwara untuk hidup bahagia dengan rose. dan memikirkan cara untuk memberitahu kara yang sebenarnya menyangkut perceraiannya dan rose.


tapi masalahnya Lucas tak mau, jika kara ikut-ikut membenci Grace, atas kesalahannya dalam berselingkuh dengan Grace saat masih menjadi suami dari rose. masalah Lucas benar-benar sangat rumit.


"dengarkan aku. ikuti kata hatimu dan lakukan apa yang baik menurut kebahagiaanmu. terkadang kita perlu Egois untuk mementingkan kebahagiaan kita terlebih dahulu dari pada menjaga perasaan orang lain, karena itu akan lebih menyakiti dirimu sendiri." setelah mengatakan itu, Jake pun pergi dari sana meninggalkan mereka semua dan kembali ke Milan menemui Maria.


karena sudah 2 hari ini Jake tak pulang karena dia harus mengurus beberapa keperluan yang belum terselesaikan di Berlin. mengingat bagaimana Maria begitu kesusahan mengurus 2 bayi kembarnya yang lucu.


.


.


.


ya. Marcus adalah ayah dari anak yang berada di dalam rahimnya, terlebih sekarang Marcus telah mengancamnya untuk segera mengatakan kebenaran bahwa dia telah bercerai dengan Lucas, bahwa kini ia tengah mengandung anaknya. jika rose tak segera mengatakan kebenaran. maka Marcus yang akan datang untuk mengejutkan semua orang.


"Astaga, bagaimana aku harus mengatakan kepada semua orang?Mom kara baru saja sembuh dari kematian, akankah aku harus membuatnya terkejut dalam mengatakan suatu kebenaran dan membuatnya kecewa?" ujar rose "Mom tak pasti akan kecewa, tak hanya dengan Lucas ataupun Grace, tapi denganku juga. karena aku telah ikut-ikutan bersandiwara untuk menipunya.." imbuhnya.


"Rose, apa yang kau lakukan?Kenapa kau berjalan mondar mandir seperti itu?"


deg....


bagaikan tertangkap basah, rose pun terkejut setengah mati karena melihat kara yang berada tepat di hadapannya, dengan perasaan takut bercampur gelisah, rose pun memberanikan diri untuk bertanya kepada kara, sejak kapan dia berada di sana.

__ADS_1


"M-mom. sejak kapan berada di sana?" tanya rose, sembari mengulas senyumnya yang manis.


"Baru saja. memangnya ada apa?"


"t-tidak ada apa apa.." rose pun tersenyum.


"Aneh sekali."


"Mom. kenapa kemari?Mom bisa memanggilku jika membutuhkan sesuatu,,"


"Tidak perlu, aku hanya sedang merindukan Grace,," lirih kara "Apa dia tidak khawatir padaku?Kenapa dia tak datang saat aku sedang sekarat di rumah sakit?"


"Mungkin saja, Grace sedang sibuk.."


"Apakah ada yang lebih penting dari keselamatan ku?Oh hei, aku adalah mommy Nya, sejak kecil dia bahkan tak bisa tidur tanpa memelukku. bagaimana dia bisa tidak khawatir saat aku sedang terbujur lemah di rumah sakit dan hampir mati?" gerutu kara.


"mom.. apakah mom menangis?" rose pun segera menghapus air mata kara yang telah membasahi wajah cantiknya.


Isak tangis kara pun semakin deras, Karena merindukan sosok putri kecilnya yang manis. sejak kecil Grace selalu menjadi kesayangan kara, Grace kecil tak pernah bisa tidur tanpa pelukan dari kara, dan tak pernah mau makan tanpa di suapi olehnya,karena itu kara selalu menganggap Grace sebagai anaknya, selain kara tak memiliki anak perempuan, kara juga sangat menyayangi Grace seperti anaknya sendiri.


namun, entah mengapa rasanya jika rose melihat Grace, hatinya sangat-sangat sakit, rose hampir tak bisa memaafkan kesalahan Grace yang begitu tega merebut Lucas darinya. walaupun sekarang, dia sudah bercerai dengan Lucas, tapi dia belum bisa menghapus rasa cinta di dalam hatinya yang begitu dalam untuk Lucas.


"mom berhentilah menangis," lirih rose sembari menghapus bulir air mata kara yang deras membasahi pipi. "it would hurt my heart." (Itu akan menyakiti hatiku).


kara pun berhenti menangis, menggenggam tangan rose dan menatapnya penuh permohonan . "Bisakah kau menghubunginya dan memintanya untuk datang?Katakan padanya bahwa aku merindukannya.."


rose tersenyum getir, dengan terpaksa dia meng-Iyakan keinginan kara untuk bertemu dengan Grace.


.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2