My Posesif Desire

My Posesif Desire
help at the end with a kiss~


__ADS_3

"Bagaimana?Kau sudah melakukan tugasmu?" tanya Dixon kepada Owen.


"Aku sudah mengajaknya berbicara dengan baik, bahkan mengancam dan melakukan kontak fisik, tapi dia masih diam dan tak mau berbicara." jelas Owen.


"Broke Atkinson adalah juru kunci yang harus kita taklukkan." sahut ayu.


"Dia sangat berpengaruh bagi para mafia," imbuh ayu.


"Aku yakin para mafia sedang menyusun rencana, untuk mengirim beberapa anak buah untuk mencari Broke dan melepaskannya." jelas Dixon.


"Dan mereka berusaha untuk melacak keberadaannya." imbuh Owen.


"Aku yakin para mafia tak akan bisa melacak keberadaannya, karena aku sudah menghancurkan alat pelacak yang berada di ponselnya." ujar ayu percaya diri.


"Seorang mata-mata pasti memiliki alat pelacak lain yang bersarang di tubuhnya, hingga saat dirinya dalam bahaya, para mafia dapat melacak keberadaannya dan membebaskannya." jelas Dixon.


"Ya. kau benar Dixon." ujar Owen "Satu-satunya cara untuk menghancurkan alat pelacaknya adalah dengan membunuhnya, jika benar alat pelacak itu memang bersarang di dalam tubuhnya." imbuhnya.


"Tapi bagaimana kita bisa mencari bukti? kita masih membutuhkannya,, dia adalah juru kunci para mafia. jika kita membunuhnya, bagaimana dengan misi kita?" tanya ayu. yang dibuat pusing bukan kepalang.


"Bahkan saat dia sudah tertangkap pun , dia tak mau berbicara dan mengatakan sebenarnya. walaupun broke adalah juru kunci, tapi untuk apa kita mempertahankannya jika ia tak juga mau angkat bicara??Yang ada para mafia akan datang dan langsung membunuh kita satu persatu." jelas Owen.


"Cukup!!" Grace angkat bicara.


"Kalian sudah datang?" tanya Dixon.


"Bagaimana?Apa kalian sudah mendapatkan bukti yang kuat untuk menangkap para mafia itu?." tanya Owen.


"Ya. " ujar Grace datar.


"Ada apa ini?" tanya west.


Dixon pun menjelaskan hal yang sudah terjadi di sini. saat Dixon, Owen dan ayu di berikan misi untuk membuat broke angkat bicara, Karena status broke yang sebagai juru kunci para mafia pernyataannya sangatlah di butuhkan.


"Lalu?Apa yang harus kita lakukan?Jika broke tak kunjung angkat bicara, maka sudah pasti sebelum hukuman mati datang mendatanginya, para mafia sudah lebih dulu membebaskannya dan membunuh kita semua." ujar Dixon.

__ADS_1


"Apa yang kita lakukan Grace?" tanya west.


"Ya. hei Grace kau selaku sebagai kepala tim harus bisa menyusun rencana dengan matang, Cih dasar tak tau diri sekali kau itu." lagi-lagi ayu menatap Grace tak suka.


"Apa kau tidak bisa sekali saja untuk diam??!!" tindas Stella.


"Jangan memperburuk keadaan dengan ocehan tak berguna mu itu!!! seharusnya kau ikut berfikir jangan hanya mengandalkan saja, kau juga tim disini!!!" tegas Grace.


"Diamlah kau!! kita tidak memiliki waktu untuk meladeni ocehanmu!" sahut west dengan menatap ayu tajam


"Aku akan berfikir, kalian tenanglah,,, kita masih memiliki waktu." jelas Grace.


"Kau yakin?" Dixon memastikan.


Grace mengangguk pasti.


......


selama berhari-hari Grace sibuk memikirkan misinya, ia binggung harus berbuat apa? dengan membunuh juru kunci yakni Broke Atkinson atau membiarkannya hidup dan menunggu para mafia membebaskannya dan membunuh satu persatu dari rekan tim kerjanya?.


Grace bimbang, dia terus menerus berfikir sampai pada akhirnya, dia memiliki rencana untuk meminta bantuan dari Lucas.


walaupun semua orang biasa tak tau jika keluarganya adalah seorang kriminal klas dunia, tapi dalam bisnis gelap, tak ada yang tak mengenal la Savas. terlebih nama para anggota Intinya dan siapa pemimpin dari mafia paling besar itu.


mungkinkah jika Grace meminta bantuan Lucas, semuanya akan terkendali?Sedangkan Lucas adalah salah satu pria yang di takuti para mafia. mungkinkah Lucas bisa membantunya?.


Sebenarnya Grace malu, meminta bantuan lucas, tapi Grace mencoba menepis segalanya, ia tetap ingin meminta bantuan kepada Lucas. walaupun ia tau pria itu pasti memiliki rencana licik untuk keuntungan pribadinya.


tak ada waktu untuk menangisi James, bagi Grace yang terpenting sekarang adalah misinya untuk mendapatkan bukti yang sebanyak-banyaknya. Grace juga tak mungkin menghancurkan kepercayaan yang sudah di berikan oleh Kapten Geo padanya, yakni dengan menjadikannya sebagai kepala tim yang bertanggung jawab sepenuhnya, atas kasus yang harus ia pecahkan.


Grace menatap Lucas yang sedang berjalan melewatinya menuju kamar, sebenarnya Grace malu mengajak Lucas berbicara karena Grace masih sangat muak melihat wajah menyebalkan milik pria itu. tapi apa boleh buat? Grace sedang membutuhkan bantuannya.


mengingat Lucas mengerjainya dengan membuang pakaian dan Menganti semua pakaiannya dengan pakaian minim, lalu mengerjainya saat ia sedang berenang pada malam hari dengan menyembunyikan kaca mata dan penutup kepalanya, hingga Lucas berani dengan nada beratnya berbicara tak tau malunya untuk mengajaknya bercinta.


oh God!

__ADS_1


Grace hampir gila!


sikap Lucas berubah dengan cepat, terkadang arogan, sok berkuasa, otoriter, pemaksaan terkadang sangat lembut, hangat dan romantis.


"Grace. kenapa kau malah memikirkannya?" lirih Grace pada dirinya sendiri.


Grace menatap punggung kekar Lucas dari belakang yang hendak menutup pintu kamarnya, Grace pun tak mampu mengeluarkan suara untuk memanggilnya.


"Apa dia marah karena aku memakinya kemarin?" lirihnya.


benar saja, Grace sempat memaki Lucas dengan perkataan kasar yang keluar dari mulutnya, tentu itu karena Grace marah karena Lucas tak tau malunya mengajaknya bercinta, bahkan setelah mengatakan sedemikian wajah sangat santai, Seolah tak terjadi apa-apa. gila memang!.


tok.. tok.. tok..


di dalam kamar, Lucas terkikik geli dengan tingkah Grace yang ingin sekali mengajaknya berbicara. Lucas tau betul jika Grace ingin meminta bantuannya, karena itulah dia ingin mengajaknya berbicara.


tapi tentu bukan Lucas namanya, jika tak memiliki rencana terselubung yang membuat dirinya mendapatkan keuntungan Lebih.


ceklek..


pintu kamar terbuka, Lucas pun membuka pintu kamarnya dan melihat Grace yang sedang menatapnya sendu.


"Ada apa?" tanya Lucas dengan nada bicara yang rendah namun sangat tajam.


"K-kau tidak mau mempersilahkan ku masuk?"


"Tidak!"


Grace memanyunkan bibirnya, lalu dengan kuat mendorong tubuh Lucas, hingga mereka berdua terjatuh dengan posisi tubuh yang intim.


Lucas berada di bawah, sedangkan Grace di atasnya.


mereka sempat berpandangan sejenak, melakukan kontak mata, sesuatu ada benda tak kasat mata yang menyerupai magnet, hingga membuat keduanya enggan untuk saling melepaskan.


Lucas pun tak menyia-nyiakan kesempatan, ia berusaha mendekatkan bibirnya, perlahan dan perlahan. dengan pasti bibir Lucas telah sampai di bibir Grace yang sedikit terbuka untuknya, Lucas mencium bibir Grace perlahan, namun tersirat ketulusan, hingga lama-lama ciuman itu penuh gairah, membuat Lucas beberapa kali ******* bibir ranum indah merekah milik Grace.

__ADS_1


Grace seakan terbuai oleh permainan Lucas, hingga kini ia lupa dengan maksud kedatangannya untuk meminta bantuan. mereka terus berciuman dengan penuh nafsu. hingga pada akhirnya mereka melakukan permainan panas yang menjadi kali kedua percintaan mereka.


Bersambung~


__ADS_2