
sementara disisi lain, Grace yang tengah berada di kamarnya, meratapi dirinya sendiri di depan cahaya bintang. dia berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit yang terang, Grace sangat sedih. dia berada dalam situasi yang sulit.
dia begitu mencintai Lucas namun tak mungkin bisa bersatu. sedangkan disisi lain Grace sadar akan posisinya. dia seharusnya tak pantas di sebut sebagai keluarga. bagaimana mungkin seorang adik rela menusuk kakaknya sendiri dari belakang. seperti Grace sekarang ini. yang menjadi musuh di balik selimut. karena sudah menjadi orang ketiga antara Lucas dan rose.
Grace mengelus perutnya yang masih rata, sembari menangis sejadi jadinya, tanpa mengeluarkan suara, walau rasanya begitu sakit. ya hati Grace sangatlah sakit.
ingin rasanya dia menolak perjodohan tersebut, namun Grace tak mampu untuk tidak menuruti keinginan dari Carrol. bagi Grace, Carrol adalah surga baginya. walaupun Carrol sebagai seorang ibu berambisi untuk membuat Grace selalu berada di dalam kendalinya. tetapi Carrol sangat menyayangi Grace. hanya caranya saja yang terkesan salah.
Grace tau, Carrol tak ingin Grace menjadi klan Valentino. menjadi seorang kriminal class berat, yang menjadi incaran para pemerintah. tetapi tak ada satu pun yang tau tentang segala kejahatan yang telah di buat oleh keluarganya.
karena itu, demi untuk menjaga Grace. Carrol selalu memiliki ambisi untuk membuat Grace terhindar dari darah psikopat. yang sudah mendarah daging bagi keluarganya yang lain. sekalipun rose adalah wanita yang begitu baik, lembut dan memiliki sifat yang hangat. namun di balik itu semua, justru rose mewarisi darah dari Carrol yakni sebagai pembunuh bayaran paling kejam.
sikapnya yang hangat serta kepribadian rose yang menyenangkan, tentu saja tak ada yang percaya jika yang sebenarnya rose adalah seorang psikopat.
yang sebenarnya adalah, Grace ingin mengatakan kebenaran kepada keluarganya, menyangkut kehamilannya dan hubungan yang telah dia lakukan bersama dengan Lucas.
tapi Grace takut,
dia takut mendapat kebencian, umpatan serta cemoohan dari keluarganya, tentu Grace belum siap.
sekalipun Grace tak siap, lambat laun semuanya akan terungkap bukan? Tinggal menunggu kapan hari itu tiba, dan pada saat itu mungkin saja Grace akan pergi jauh. mungkin Grace tak akan pernah ada dan tak bisa di ketahui oleh orang lain keberadaannya.
yang Grace khawatirkan sekarang, adalah bagaimana nasib dari anaknya? bagaimana jika anaknya dewasa, dia bertanya siapa ayahnya? kenapa dia di lahirkan tanpa seorang ayah seperti teman-temanya yang lain?apa yang akan Grace jawab?.
apakah Grace harus menjawab jika dia adalah anak dari hubungan gelapnya bersama dengan pamanya begitu? Tentu itu akan menyakiti hati anak yang tak berdosa itu.
semua ini adalah salahnya, sepatutnya Grace dan Lucas tak melakukan kesalahan itu. pasti semua ini tak akan pernah terjadi.
mau bagaimana lagi?Nasi pun sudah basi!
saat Grace sedang meratapi nasibnya...
__ADS_1
tiba-tiba Grace di kejutkan oleh gebrakan pintu yang membuatnya terkejut setengah mati.
disana Grace melihat Lucas dengan raut wajah menakutkan, seolah sudah terkuasai oleh iblis pencabut nyawa. yang hendak untuk mengambil nyawa para pendosa.
"Lucas!Apa yang kau lakukan?" tanya Grace.
dengan langkah tergesa-gesa. Lucas menghampiri Grace. tanpa berlama-lama. Lucas mencium bibir Grace ganas, seolah Lucas adalah pria bajingan yang ingin memperkosa Grace dengan brutal.
Grace berusaha untuk tidak membuka bibirnya, namun Lucas menggigit bibir Grace dengan kuat, saat bibir Grace terbuka, Lucas ******* habis bibir ranum Grace, seolah menuntut, membelit dan tak melepaskan ciuman itu, sampai Grace hampir tak bisa bernafas.
hingga pada akhirnya, Grace Berhasil mendorong tubuh Lucas dan menamparnya Begitu keras.
Plak..
plak...
"Dasar brengsek!" umpat Grace, raut wajah Grace menunjukkan amarah kini.
"Kau memang tidak pernah mencintaiku!" Lucas tersenyum kecut. "Semua ucapan yang keluar dari bibirmu adalah omong kosong!FU*K!!"
Grace terdiam tanpa memiliki niatan untuk menimpali omong kosong Lucas yang terdengar seperti lelucon di dalam telinganya.
"Selama ini kau hanya butuh aku untuk menjadi pemuas nafsu mu saja kan?!Kau tidak benar-benar mencintaiku.!!" lagi-lagi Lucas tersenyum getir. "Aku memang bodoh karena sudah salah sangka."
Grace bungkam.
"Bukankah itu yang kau mau?Kau butuhkan aku hanya saat kau butuh!" Lucas memungunggi Grace hendak untuk pergi.
Namun Grace mencekal tangan kekar pria itu, lalu berjalan ke depan agar Grace dapat leluasa berbicara sembari menatap kedua mata Lucas yang sedang menyembunyikan rasa sakit akibat ulahnya. dengan menerima perjodohan itu.
"Apakah aku seburuk itu?" kini Grace yang bertanya.
__ADS_1
sedangkan Lucas terdiam, mengarahkan pandangannya ke bawah, seolah tak memiliki cukup kekuatan untuk melihat mata indah Grace yang membuatnya terpesona untuk pertama kali melihatnya.
"Katakan Lucas!! Apakah aku wanita yang begitu buruk hingga kau dapat berfikir seperti itu?" tanya grace dengan nada melengking. "Aku tidak tau menahu dengan jalan pikiranmu!"
"Apakah itu sebuah pembelaan?Kau berusaha membela diri. jelas-jelas kau sudah menunjukkan seperti apa kau itu! kau berhubungan dengan ku, mengandung anakku lalu kau menerima perjodohan dengan menikahi orang lain begitu?!" tegas Lucas.
"Lalu apakah aku harus mengatakan kepada keluarga kita bahwa aku telah lama menjalin hubungan denganmu dan sekarang tengah mengandung anakku begitu?"
"Yang sebenarnya adalah kau seorang pengecut!" geram Lucas.
Grace terdiam beberapa saat.
"Kau tidak ingin semua orang di sini tau jika kau dan aku telah melakukan dosa besar dengan berselingkuh di belakang Rose.! kau sangat munafik!" Lucas terkekeh singkat.
Grace tak mampu lagi menahan diri, dia sudah tak bisa menahan segala sesuatu yang membuat dirinya terpojok dan tertekan.
tanpa sadar bulir air mata jatuh membasahi pipi Grace.
Lucas terlihat datar, seakan tak mempedulikan Grace yang kini tengah menangis.
"Kau tak pernah menghargai perasaan ku." lirih Lucas "Aku begitu mencintaimu hingga aku yakin jika diri ku benar-benar sudah jatuh di bawah telapak kakimu. tetapi kau terus-terusan menolak ku." imbuhnya "Kau ingin aku mengerti keadaan mu dengan terus bungkam menyangkut hubungan kita dan kehamilanmu. tanpa kau sadari dengan aku mengerti dirimu kau telah menyakiti hatiku dengan rasa sakit yang dalam." sambung Lucas.
Grace pun bungkam, hanya terdengar Isak tangis yang berusaha Grace tahan.
"Dan sekarang, mungkin aku tak bisa memaafkan kesalahanmu, dengan penerimaan mu menyangkut perjodohan ini." Lucas menatap Grace sekilas. "Aku benar-benar kecewa padamu. kau teramat sakit untuk ku lewatkan. tapi melihat caramu begitu, membuatku berkali-kali lipat merasakan sakitnya. bagaimana di khianati di depan mata."
setelah mengatakan hal-hal yang begitu menyakitkan. Lucas pun pergi dengan membanting pintu kamar Grace dengan kasar. seolah menyalurkan amarahnya melalui pintu tersebut.
Grace pun menangis sejadi jadinya.
"Andai kau tahu Lucas, aku begitu menderita dengan keadaan yang sedang ku alami sekarang. aku tidak mampu untuk menolak keinginan mom. tapi aku juga tak bisa melepaskanmu. namun hubungan kita begitu rumit. aku takut dengan memilihmu akan membuatmu juga di benci oleh seluruh anggota keluarga kita." lirih Grace di sela Isak tangisnya. "aku tak mau itu terjadi. aku tak mau kau juga ikut menerima kebencian dari keluarga kita. karena itu aku memilih perjodohan ini. karena inilah yang terbaik. walaupun menyakiti hati kita berdua. setidaknya kita bisa menghindar dari kebencian keluarga kita."
__ADS_1
bersambung~