
"Apa kau lupa? Pernikahan kita hanya sandiwara!! Kau tidak perlu khawatir, aku akan segera melepaskan mu dan mengurus surat cerai !!." imbuh Lucas.
....
kata-kata itu membuat rose tak bisa tertidur dengan tenang, dia takut Lucas akan meninggalkannya, di sisi lain rose sangat mencintai pria itu, ya pria yang berstatus sebagai suaminya saat ini. tetapi hatinya telah banyak terluka jika terus mempertahankan pernikahan sandiwara tersebut. dan jika rose menyetujui perceraiannya dengan Lucas, ia tak bisa. karena rose sangat mencintai Lucas dengan tulus.
rose bersumpah, dia akan mencari tahu wanita yang sudah menghancurkan pernikahannya, tentu dia tidak akan tinggal diam bukan?Wanita itu memang sangat beruntung mendapatkan cinta dari Lucas, sedangkan rose, bahkan cinta. Lucas pun tak pernah menatap dia walau hanya 5 detik saja. rose akan segera memisahkan wanita itu dari Lucas. itu adalah janji yang rose buat sendiri.
Rose tidak akan menerima ketidakadilan yang menimpa dirinya, Lucas tak bisa memperlakukannya seperti ini. rose akan berusaha keras untuk membuat Lucas bertekuk lutut terhadapnya.
Rose yang kehausan,dia pun mencari minum. tetapi tak menemukannya. sialnya botol minuman telah kosong. terpaksa rose harus turun untuk mengambil air.
mansion sebesar ini, bukannya tak memiliki pelayan. tapi malam yang larut membuat para pelayan beristirahat. hanya ada beberapa pengawal yang menjaga. tentu rose tak mau merepotkan mereka. terlebih mungkin angin malam dapat membuat fikirannya sedikit lebih tenang.
Rose berjalan dengan perlahan-lahan, tiba-tiba ia mendengar suara-suara yang terdengar menggairahkan dari dalam kamar tamu.kamar yang di tempati oleh Jake dan Maria.
terkadang rose ingin sekali menjadi Maria, yang begitu di cintai oleh Jake, suaminya. lelaki idaman para wanita. beruntungnya Maria dapat memiliki cinta yang luar biasa dari Jake.
suara mereka terdengar bising,
dari luar pintu rose mendengar keributan dari dalam.
ia tau apa yang sedang Maria dan Jake lakukan.
rose tersenyum getir, ia berusaha untuk tidak menangis.
terkadang dia merasa, dunia tidak berlaku adil padanya, buktinya ia mencintai suaminya tapi suaminya sama sekali tidak mencintainya. bahkan Lucas tidak pernah menyentuhnya, bagaimana mungkin ia bisa hamil anak Lucas?
selama ini, rose mencoba untuk menjadi istri yang baik, dengan mengurus Lucas dan melaksanakan kewajibannya sebagai istri yang baik. tapi Lucas belum juga memberikannya hak sebagai seorang istri. Lucas hanya memberikannya uang untuk kebutuhannya. tapi tidak untuk berhubungan layaknya suami istri pada umumnya.
mereka hanya bersandiwara. memperlihatkan jika rumah tangganya baik-baik saja. tetapi tidak ada yang tau jika rose sangat menderita. walaupun ia begitu mencintai Lucas.
buat apa menikah dengan seseorang yang tidak mencintaimu?
antara di cintai atau mencintai. mana yang harus kalian pilih?
jika ada,maka rose memilih untuk di cintai dari pada mencintai seseorang yang mencintai orang lain. itu berkali-kali lipat lebih sakit.
"Rose kau disini?"
__ADS_1
Rose terkejut, tiba-tiba Carrol datang dan membuyarkan lamunannya.
"Mom. A-aku haus, aku turun untuk mengambil air. tapi tidak sengaja mendengar suara erotis dari dalam kamar Maria." jelas rose.
yah gadis itu memang sangat baik dan tak pernah berbohong.
memang benar, rose keluar hanya untuk mengambil air. karena air yang berada di kamar sudah habis. untuk itu ia turun dan hendak mengambil air. tapi suara erotis yang berasal dari kamar Maria membuat rose memikirkan hal lain. sampai rose hampir lupa dengan apa yang akan ia lakukan.
Carrol terkekeh.
"Rose, kau seperti anak bau kencur yang baru lahir kemarin." Carrol menggelengkan kepalanya.
rose menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Suami istri memang begitu, kau seperti tidak pernah melakukannya saja." Carrol kembali terkekeh.
Aku memang belum pernah sama sekali melakukannya mom. andai kau tau jika selama ini aku tidak bahagia. aku senang hidup Dengan pria yang aku cintai. tapi naasnya pria yang ku cintai tak mencintaiku, bahkan tak pernah menyentuhku, bagaimana aku bisa tau rasanya berhubungan intim dengan suamiku? bahkan hanya sekedar bersentuhan pun tak pernah. (Batin rose)
Rose tersenyum getir.
"Baiklah mom, aku harus mengambil air,,, dan segera tidur. Lucas pasti sudah menungguku." setelah mengatakan hal itu, rose turun dan hendak mengambil air.
"Ah sudahlah, mungkin rose sedang bertengkar dengan Lucas, tidak mungkin aku ikut campur urusan mereka berdua. mereka berdua adalah Suami istri." ujar Carrol
*
*
*
Daniel mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan apa yang sudah terjadi kepada istrinya. Carrol seakan sedang memikirkan sesuatu yang telah menganggu fikirannya.
"kau kenapa hm?Apa yang terjadi?Kau tidak terlihat seperti biasanya, Apakah ada sesuatu yang menganggu fikiranmu sayang..?" tanya Daniel. yang tadinya berdiri kini menghampiri Carrol sembari menyentuh kedua tangannya lembut.
"Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres antara Rose dan Lucas." jelasnya.
"Maksudmu?"
"Maksudku, sepertinya mereka sedang tidak baik-baik saja."
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu hm?Mereka terlihat bahagia, Lucas bahkan memperlakukan rose dengan baik ." Daniel mengatakan sedemikian rupa, membuat Carrol menatap wajahnya dalam.
"aku seorang ibu Daniel, aku tahu jika putriku tidak baik-baik saja."
"Lalu..?"
Carrol berdecak sebal. "dengarkan aku.."
Daniel melipat tangannya, dengan menatap wajah cantik Carrol dari dekat.
"Aku melihat rose keluar dari kamar, aku pun memperhatikannya. saat Rose tak sengaja mendengar suara erotis dari dalam kamar Jake dan Maria. dia terlihat sedih. seakan-akan dia belum pernah melakukan hubungan layaknya suami dan istri pada umumnya." jelas Carrol.
"Mungkin itu hanya perasaanmu Saja.." sambung Daniel.
"Kau tidak mempercayaiku?"
"Oh ayolah sayang, bukan begitu maksudku."
"Bukan begitu apanya? Buktinya kau tidak percaya dengan ucapan ku dan naluri ku sebagai seorang ibu." gerutu Carrol
"Sa...
Daniel kehilangan kata-kata, saat Carol kini menutup wajahnya menggunakan selimut tebal.
"Sayang kau merajuk..?" lirih Daniel.
Carrol tak menyahut.
"Aku tidak bermaksud seperti itu sayang..." imbuh Daniel.
Carrol masih tak menimpali.
Shut up!
"oh ayolah sayang, jangan seperti anak kecil.."
"Terserah apa katamu Daniel. kau memang tidak mencintaiku. buktinya kau tidak mempercayai ucapanku." gerutu Carrol. membuat Daniel menghembuskan nafas beratnya.
Bersambung~
__ADS_1