
Lucas pun tak memperdulikan Liam,
di dorongnya tubuh Liam dengan kasar karena sudah menghalangi jalannya, Liam pun hampir tersungkur kembali, namun kali ini, dia dapat menjaga keseimbangannya dengan baik.
Liam hanya bisa melirik kepergian Grace dengan mengerutkan keningnya, seakan curiga dengan sikap Lucas yang seolah-olah sedang cemburu dengan kedekatannya dan Grace.
*
*
tak membawannya pulang, Lucas pun membawa Grace di kasino miliknya,selain dekat, Lucas juga lebih leluasa untuk membuat Grace patuh terhadap dirinya.
Lucas memasukkan Grace ke dalam kamar, melemparnya ke ranjang, dengan sorot mata yang terlihat marah, serta raut wajah yang menakutkan, tentu membuat Grace takut.
"Apa kau senang sekarang?!" geram Lucas.Matanya menatap Grace tajam.
"Maksudmu?"
"Banyak para wanita di luar sana yang ingin menjalin hubungan denganku,Tapi kau.. aku begitu mencintaimu, kau adalah wanita yang ku cintai Grace, tapi justru kau sendiri yang sudah beberapa kali menyakiti hatiku!" ujar Lucas.
"Apa maksudmu?Ku pikir kau sudah salah faham. Aku___"
"Kau bahagia saat berbicara padanya, kau tertawa dengan segala lelucon yang dia ucapkan.bahkan kau begitu manis saat berbicara padanya, tapi saat kau bersamaku. hanya umpatan yang keluar dari mulutmu." Lucas menyela.
"Kau salah, ini tidak benar.. kau sudah salah faham Lucas."
"Salah faham?!" Lucas tersenyum getir."Aku melihatnya, aku melihat kau berbicara padanya, tatapan itu... kau menatapnya dengan tatapan yang membuatku takut."
"Lucas, kau melebih-lebihkan___"
"Tidak!Aku mengerti tarapanmu, kau terlihat tertarik padanya."
"Lucas___"
"Aku akan membunuhnya.."
lagi-lagi Lucas selalu menyela ucapan Grace. membuat Grace tak habis pikir dengan cemburu butanya.
"Hentikan Lucas!" Grace mencekal tangan Lucas kasar, saat Lucas hampir pergi.
Lucas terdiam. menurunkan pandangannya,Tak mau menatap wajah Grace yang cantik di penuhi oleh air mata.
"Dengar..." Grace menyentuh garis rahang Lucas dengan kedua tangannya, di tatapnya manik mata kecoklatan milik Lucas dalam, seakan menyiratkan ketulusan di dalamnya. "Kau salah faham, aku dan Liam__ kita hanya berteman. "
__ADS_1
Lucas masih terdiam, "Kau tidak perlu khawatir, walaupun kita terpisah oleh jarak dan status yang rumit, tetapi cintaku hanya untukmu__" lirih Grace yang terdengar tulus. "I love you more.."
Lucas menatap Grace, pandangan mereka bertemu, seolah menyalurkan cinta yang dalam. jantung Lucas berdegup kencang kini, baru kali ini, Lucas mendengar pernyataan cinta dari bibir Grace. rasanya Lucas ingin setiap saat mendengar suara indah itu. suara Grace bak alunan lagu yang terdengar indah dan elok di dengar dan di rasakan. sungguh..
Lucas tak menjawab dengan Suara, namun dirinya langsung melahap bibir Grace, di kecupnya bibir ranum tersebut dengan lihai. serta ******* yang dahsyat, seakan-akan menyedot segala sesuatu yang berada di dalam rongga mulut Grace yang manis. lidah Lucas menari-nari , membelit dan sangat nikmat. suhu ruangan yang tadinya dingin, kini menjadi panas. setelah Lucas memulai aksinya untuk mencumbu leher Grace dengan bibirnya.
keduanya benar-benar sudah terkuasai oleh iblis yang membuat keduanya lupa dengan apa yang sudah mereka lakukan di sana. suara erotis yang terdengar mampu membuat siapapun akan gila. karena mereka benar-benar sangat panas dan tentu sangat luar biasa.
decitan ranjang yang panas, Serta Merta Rauman keduanya, suara-suara yang saling menyahut dan menyebut nama satu sama lain. membuat malam yang tadinya di selimuti oleh awan kini menjadi cerah, seakan langit memang berpihak kepada kisah cinta mereka.
Grace terengah-engah, Lucas pun terkulai lemas di samping Grace dengan keringat yang bercucur deras. Grace mengulas senyum tipisnya. Lucas pun terpesona, dia bersumpah. tak akan pernah bisa hidup tanpa Grace. bagi Lucas, Grace adalah nafas sekaligus detak jantungnya. jika Grace tak ada, Lucas hanyalah sebuah nama dan tubuh tanpa jiwa.
tanpa mereka ketahui, seseorang telah merekam aktivitas keduanya melalui jendela hotel tak jauh dari mereka berdua. orang itu pun tertawa dengan tawa yang jahat. seakan memiliki rencana untuk menghancurkan mereka semua.
"Sekali tepuk, bukan 2 lalat yang mati. tapi semuanya." ujarnya di sela-sela tawanya.
*
*
*
malam pun semakin larut, entah berapa kali mereka melakukan percintaan, hingga kini tubuh Grace benar-benar sudah tak mampu lagi untuk melayani Lucas yang luar biasa.
Grace menyelimuti seluruh tubuhnya menggunakan selimut. walaupun perutnya lapar tetapi Grace tak berdaya. sekujur tubuhnya di penuhi oleh memar, kemerahan yang terasa sakit. **** ************* juga perih. pastinya Grace susah untuk bergerak, apalagi berjalan.
"My Angel, apa kau merasa sakit hm?" lirih Lucas, dijadikannya tangan kanan Lucas sebagai tumpuan untuk melihat Grace yang terlihat sedang menahan rasa sakit.
"Tidak apa-apa Lucas.. aku baik-baik saja." lirih Grace terbata-bata.
"Maafkan aku__ apa aku terlalu kasar hm?Kau mau ku siapkan air hangat untuk mandi?Agar tubuhmu sedikit lebih baik?"
"Tidak perlu Lucas.. aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir."
"Tidak ada bantahan. tunggu sebentar, akan ku siapkan air hangat untuk kita mandi." Lucas pun bergegas ke kamar mandi, menyiapkannya air hangat untuk Grace.
selang beberapa saat kemudian, Lucas pun keluar dari kamar mandi. menghampiri Grace yang mengejamkan matanya sejenak.
"My Angel.. kau sudah tidur?"
"Belum.." lirih Grace.
"Aku sudah menyiapkan air hangat untuk kita, mandi bersama?"
__ADS_1
Grace tersenyum malu, "Janji tak melakukannya lagi?"
"Aku tidak bisa berjanji.." gerutu Lucas.
"Yasudah, aku tidak mau mandi bersama.Kau mandi saja sendiri." Grace memanyunkan bibirnya, menggerutu dengan raut menggemaskan, membuat Lucas tak kuasa menolak keinginannya untuk tidak melakukannya lagi.
"Baiklah." ujar Lucas pasrah.
"Baiklah apa?Kau berjanji kan, jika kau tidak akan melakukannya lagi?"
"iya.."
"Janji?"
"Apakah harus dengan janji? Tidak perlu janji. kita hanya perlu mandi."
"Tentu saja,kau itu sangat licik Lucas! jika kau tidak mengatakan janji. maka kau pasti akan melanggarnya.. kau adalah pria yang pandai mengambil keuntungan untuk dirimu sendiri."
"Rupanya kau sudah tau itu.." Lucas terkekeh geli.
"Kumohon jangan oke? Jangan kali ini.. aku sangat lelah__ aku bahkan belum makan setelah kau membawaku ke sini. dan kita juga sudah melakukannya berkali-kali. apa kau tidak lelah?" gerutu Grace.
"aku tidak akan pernah lelah jika sedang bercinta denganmu my Angel.."
"Dasar kau Lucas, pria mesum tak tau diri.Cih!"
Lucas kembali terkekeh geli.
"Baiklah aku berjanji."
"Sungguh?"
"Hm.."
"Kalau begitu ayo kita mandi Lucas, tunggu apalagi?"
saat Grace hendak berdiri, Lucas pun bergegas menggendong tubuh Grace ala bridal style kedalam dekapannya.
"Biar ku Gendong.." lirihnya.
Grace tersipu...
bersambung`
__ADS_1