
Saat pintu kamar tertutup rapat, Lucas menyeringai gila, seakan dirinya kini di kuasai oleh iblis yang berwajah rupawan. sang wanita tersenyum puas, merasa jika dirinya mendapatkan keberuntungan dengan bisa bermalam dengan bos nya itu. ya bos yang di impikan oleh banyak wanita di kota las Vegas karena ketampanan, kekayaan dan keperkasaannya dalam berhubungan intim.
"Are you ready *****?!" lirih Lucas.
*
*
*
sang gadis menyeringai puas, seakan dirinya merasa paling beruntung karena akan menghabiskan malam bersama dengan bosnya itu, yah walaupun sekali. karena bos nya tak kan menggunakan suatu barang untuk kedua kalinya.
Lucas mendekati wanita malam itu , yang kini sedang menunggu sentuhan darinya.sang wanita melepaskan pakaian dalamnya. bahkan kini lucas dapat melihat dengan leluasa bagian-bagian inti dari bentuk tubuh wanita itu.
Lucas tersenyum, ya senyuman yang khas itu terlihat mempesona namun begitu menakutkan. sang wanita terduduk di ranjang, sembari membuka kedua pahanya lebar-lebar. seakan sudah tidak sabar dengan permainan gila yang akan Lucas perbuat padanya.
Lucas membuka kancing kemejanya satu persatu, sehingga kini tubuh atletisnya yang indah terlihat begitu mengagumkan. ditambah keringat dan minuman yang tadinya menetes mengenai dadanya,membuat Lucas berkali-kali lipat terlihat sangat seksi dan panas.
sang wanita malam menelan ludah susah payah, melihat tubuh atletis Lucas yang gagah , tato di area dada Serta otot perut yang terpahat indah membuat sang wanita birahi seketika.bahkan sebelum Lucas menyentuhnya.
Lucas tersenyum kecut, dia menatap wajah cantik wanita itu, yah wanita ja*ang ini cukup menarik. matanya yang bulat, alis yang tebal, hidung mancung, bibir ranum yang merekah sempurna dan tubuh proposional berisi bak gitar spanyol namun sayang sekali, dia bukan tipe Lucas. Bahkan Lucas berencana akan membunuh wanita itu karena sudah berani menganggu dirinya yang sedang tersulut emosi.
Lucas membuka celananya, tetapi wanita itu dengan tidak tahu malunya menyentuh tangan Lucas. dan mencoba untuk membuka celana Lucas tanpa meminta ijin terlebih dulu. tentu saja itu membuat Lucas muak.
"Biar ku buka tuan." lirih sang wanita.
Lucas menggelinjang saat wanita itu bermain-main padanya, Lucas menuntut kepala wanita itu maju mundur. hingga saat Lucas sudah puas karena permainan wanita itu. Lucas memejamkan matanya, mencoba untuk menetralisir gejolak hasrat yang kini mulai membara.
lagi-lagi sang wanita menunjukkan sikap tak tau malunya, bahkan dia telah berani mengalungkan kedua tangannya di area leher Lucas hendak untuk mencium bibirnya.
Lucas pun menolehkan kepalanya ke sisi kanan.sehingga dia tak bisa mencium Lucas.
"Jaga batasan mu *****.!" tindas Lucas.
__ADS_1
"Oh ayolah tuan. aku yakin kau akan puas dengan permainan yang ku ciptakan untuk memuaskanmu.. aku jamin kau pasti akan menyukainya." lirih wanita itu.
"Wanita rendahan sepertimu tidak akan bisa bermain-main dengan ku! Kau hanya boleh bermain atas ijinku. kau disini atau pun tidak adalah atas keinginan ku jadi jangan bertindak lancang!" tegas Lucas.
"jika kau disini, bukankah itu tandanya kau butuh kami untuk menjadi pemuas nafsumu tuan?"
"kau Sadar dengan posisimu ternyata" Lucas terkekeh.
"Setidaknya biarkan aku merasakan bagaimana permainan ranjang mu walau hanya sekali ini saja tuan."
"Kau mengemis padaku?" Lucas tersenyum kecut. berjalan dengan membelakangi wanita itu, lalu Lucas pun mencekik sang Wanita yang kini terlihat memohon untuk di lepaskan.
Lucas menguatkan cengkraman di leher sang wanita, dia yang hampir tak bisa bernafas, menepuk-nepuk pundak dan tangan Lucas untuk segera di lepaskan. namun Lucas yang terbawa suasana, malah mencengkram leher wanita itu kuat. di detik-detik sang wanita akan mati, Lucas pun melepaskan cengkeramannya, dan membuat sang wanita yang tadinya berteriak memohon ampun kini terkulai lemah bersimpuh di bawah kaki Lucas.
wanita itu terbatuk-batuk. ia yang berusaha untuk mengembalikan deru nafas yang tadinya tak beraturan karena cekikan Lucas yang kuat membuatnya hampir mati.
Lucas menjambak rambut wanita itu, hingga membuatnya meringis kesakitan, "Lepaskan aku tuan." lirihnya.
"Melepaskanmu? Bukankah kau yang menginginkan untuk bermalam bersama denganku hm?" ujar Lucas dengan nada yang rendah tapi sangat tajam " bagaimana kita mengawalinya dengan penyiksaan?Kau pasti akan menyukainya bukan?"
"Kau mengatakan kau akan memuaskan aku?!" tindas Lucas sembari terkekeh singkat "Maka puaskan aku dengan memotong jari-jari tanganmu karena kau sudah berani menyentuh diriku tanpa seizin ku!" imbuhnya.
wanita itupun ketakutan setengah mati, ternyata bos nya adalah seorang pria brengsek, psikopat yang gila. dia tak menyangka jika dia sendiri yang membawa harimau untuk memangsanya hidup-hidup. dan lebih gilanya lagi bahwa dia sendiri yang dengan leluasa memasuki kandang harimau dan mempersilahkan diri untuk di terkam.
Lucas menghantamkannya kepala sang wanita ke lantai dengan kasar sampai berkali-kali, darah segar mengalir begitu deras dari area kepala wanita itu, membuat Lucas tersenyum puas.
Lucas benar-benar sudah gila!.
wanita itu tewas, dengan kepala yang mengeluarkan banyak darah, dia mati dengan begitu tragis.
Lucas duduk di kursi kebesarannya, sembari menyilangkan kakinya dan menghembuskan asap rokoknya. di letakkan nya serbuk rokok itu di asbak. lalu menghirupnya kembali. pria itu tampak terlihat begitu Santai setelah membunuh orang dengan begitu mengerikannya.
Lamunan Lucas buyar setelah mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.
__ADS_1
"Sir.."
itu adalah suara Arthur.tentu Lucas tak mau mengotori tangannya sendiri setelah membunuh orang lain. dia akan menghubungi kepercayaan sekalian tangan kanannya itu, untuk membereskannya.
Lucas pun membuka kan pintu untuk Arthur, lalu ia kembali duduk dan meminum wine nya dengan kasar.
"Urus mayatnya, buat seolah-olah dia sedang frustrasi sehingga melakukan aksi bunuh diri." titah Lucas.
"Baik sir."
*
*
*
sesampainya Lucas di mansion. ia pun memasuki kamar yang tak lain adalah kamar Grace, dengan mengunci kamar tersebut, Lucas melihat Grace yang sedang sibuk berkutat dengan pakaian dan kamarnya.
ya Grace membersihkan kamarnya sendiri, tanpa bantuan dari para pelayan. begitu baik gadis itu hingga tidak mau merepotkan para pelayan di mansion.kamar seluas ini, Grace dapat membereskannya sendiri tanpa bantuan dari siapapun.
lihatlah bagaimana Grace menata beberapa alat rias nya, korden bunga-bunga yang ia biarkan terbuka, hingga dapat melihat secara langsung betapa indahnya kota las Vegas yang padat akan penduduk. serta keindahan cahaya lampu, beberapa kasino megah di luar sana dan langit yang mendukung dengan menunjukkan banyaknya bintang dan bulan bersinar bersama seolah-olah menjadi saksi kisah cinta dari Lucas dan Grace.
Lucas memeluk tubuh Grace dari belakang. menghirup aroma vanilla yang begitu dia rindukan. tubuh yang candu baginya, serta wajah cantik yang ia dambakan membuat Lucas terus-terusan memikirkan gadisnya.
Grace pun terkejut, dirinya yang tadi sedang menata alat riasnya di kejutkan oleh kedatangan Lucas yang tiba-tiba lalu memeluknya dengan erat.
Grace menatap dirinya sendiri dan Lucas di cermin, sesungguhnya Grace juga sangatlah merindukan Lucas, tetapi Grace tak kuasa karena rose ada disini.tidak mungkin bukan Grace dengan tidak tahu Malunya bermesraan bersama dengan Lucas di hadapannya.
"Lucas apa yang kau lakukan?" lirih Grace.
"Aku hanya mencari kehangatan dan keteduhan yang selama ini kucari." ujar Lucas " Ternyata disini." Lucas memutar lembut tubuh Grace untuk menghadap padanya.tetapi Grace menurunkan pandangan matanya. "Aku merindukanmu my Angel.." imbuh Lucas.
Grace terdiam.
__ADS_1
"Bolehkah aku tidur di sini bersama denganmu?" sambung Lucas.
bersambung~