
"Sebenarnya hari ini jadi apa nggak sih ketemuan, kenapa dia nggak balas pesanku dari kemarin?" ucap Hanin dengan wajah penuh kesal.
"Katanya mau ajak ketemuan, jadi nggak ini?" tanya Hanin saat berbicara di telepon bersama Danial.
"Maaf ya hari ini aku nggak bisa, mungkin setelah pulang dari Bali kita bisa ketemuan," ucap Danial sambil meluruskan tubuhnya di atas dipan.
"Oh lagi ada di Bali ya sekarang, pasti sedang bulan madu kan?"
"Iya Han, tapi kamu jangan khawatir ya karena aku sama sekali nggak berbuat apapun dengannya,"
"Yakin nih, ya sudah aku mau jalan dulu,"
"Iya Han, sampai ketemu di Jakarta," ucap Danial sambil meletakkan telepon genggam nya di atas meja.
"Mas beneran nih malam ini nggak mau sama Anna?" tanya Anna dengan manis.
"Nggak Anna, Mas mau tidur saja ya,"
"Padahal ini malam terkahir kita berbulan madu loh, bisa kan kita membuat kisah yang indah di malam yang syahdu ini," ucap Anna yang terus bersikeras meluluhkan hati Danial.
"Tolong Mas benar-benar mengantuk ini, lebih baik kita tidur saja,"
"Iya Mas, maafkan atas segala kesalahan Anna ya baik sengaja maupun nggak disengaja, assalamualaikum selamat malam,"
"Iya Mas juga minta maaf, waalaikumussalam selamat malam,"
Sepulang dari berbulan madu, Danial kembali melakukan aktivitas nya pergi ke kantor.
"Kok kamu sudah masuk kejar sih Dan?" ucap Arvin saat menghampiri sahabatnya yang baru saja datang.
"Iya dong ngapain juga aku lama-lama ambil cuti,"
"Nggak masalah dong, namanya juga pengantin baru kan?"
"Hanin hari ini masuk kerja ya?"
"Nggak habis-habisnya kamu membicarakannya, begitu istimewanya dia di matamu,"
"Dia memang begitu istimewa Vin, lebih dari segalanya,"
"Lalu bagaimana dengan Anna, bukankah seharusnya dia yang segalanya untukmu?"
"Hari ini aku nggak mau membicarakannya, dia selalu membuatku tersiksa Vin !"
"Bukan dia, tapi sikapmu lah yang membuatnya tersiksa Dan,"
"Hanin tunggu!" ucap Danial ketika melihat Hanin berjalan melewati ruangan kerjanya.
"Hai Dan, kamu perlu sesuatu?" tanya Hanin sambil tersenyum manis.
"Iya, aku perlu kamu untuk mendengarkan keluh kesah ku," ucap Danial lalu membawa Hanin pergi dari sana.
"Kenapa kamu membawaku ke tempat ini, kan bisa bicara di sana saja,"
"Aku nggak mau Arvin ikut campur masalah ini,"
"Bagaimana dengan jawaban kamu soal tawaran aku waktu itu?"
Hanin terdiam sesaat, kemudian menjawabnya dengan wajah penuh ragu.
"Aku setuju, tapi apa jaminan yang akan aku dapatkan dari semua ini?"
"Mungkin kita bisa menikah,"
"Kamu bercanda kan, aku dijadikan istri yang kedua begitu?"
Danial langsung terdiam.
"Untuk saat ini kita jalani saja dulu ya Han, soal itu bisa dipikirkan nanti kan,"
Hanin menyetujui persyaratan Danial begitu sebaliknya. Hanya dengan cara ini mereka bisa menjalin hubungan terlarang itu.
Pulang dari kantor, Danial memberikan senyum terindahnya di depan Anna, membuat istrinya jadi salah tingkah.
"Assalamualaikum," ucap salam Danial.
"Waalaikumussalam,"
__ADS_1
"Anna lihat Mas begitu bahagia sekali hari ini, ada kabar baik apa?" tanya Anna saat melepaskan kedua sepatu Danial.
"Mas sangat bahagia, Anna mau tahu itu?"
Anna mengangguk tak sabar.
"Akhirnya dia menerima cinta Mas yang sudah bertahun-tahun lamanya menanti jawaban darinya !"
Anna tersenyum pilu, kemudian memalingkan wajahnya.
"Anna ikut bahagia, selamat ya Mas,"
"Anna ke kamar dulu ya mas," ucap Anna lalu pergi ke kamar.
"Aku harus bagaimana, senang atau susah?" ucap Anna seorang diri di dalam kamar.
Tanpa sadar, air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Aku nggak boleh cengeng, aku juga yang memberinya kebebasan ini kan jadi untuk apa menangis?" ucap Anna mengusap air matanya di pipi.
"Yang lagi kasmaran, lebih baik makan terlebih dahulu daripada nanti sakit siapa yang akan membalas chat darinya?" ucap Anna sedikit kesal karena melihat Danial sedang asyik menatap telepon genggam nya sambil tersenyum seorang diri.
"Kenapa, Anna nggak suka?"
"Kapan Anna bilang nggak suka?"
"Mas jadi nggak selera untuk makan !" ucap Danial meninggalkan Anna sendirian di meja makan.
Anna menyadari kalau dirinya terlalu posesif terhadap Danial. Ia pun mencoba berbicara dari hati ke hati.
"Mas, anna minta maaf ya atas kesalahan hari ini,"
Danial terdiam saja, tanpa keluar satu katapun dari mulutnya.
"Mas jangan lupa istirahat juga ya, assalamualaikum,"
"Waalaikumussalam,"
Sampai kantor Danial sudah melupakan masalahnya dengan Anna. Ia kembali memasang wajah sumringah.
"Ada apa nih tiba-tiba saja mau mentraktirku?"
"Karena kemarin aku dan Hanin sudah meresmikan hubungan kita,"
"Apa aku ini nggak salah dengar Dan, kamu dan Hanin sudah meresmikan hubungan terlarang?" ucap Arvin begitu terkejut dengan apa yang Danial katakan padanya.
"Cukup, hari ini kamu jangan merusak mood ku yang sedang happy,"
"Sorry juga kalau harus menolak traktiran mu, karena aku nggak ingin bahagia diatas penderitaan istrimu !" ucap Arvin lalu kembali ke ruangan kerjanya.
Suara mobil berhenti terdengar dari luar rumah, Anna pikir mobil milik tetangga tapi ternyata itu suaminya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam,"
"Mas tumben pulang cepat hari ini?"
"Karena nggak begitu banyak kerjaan di kantor, jadi mas bisa pulang lebih awal,"
"Kalau begitu kita bisa pergi jalan-jalan !" ucap Anna bersemangat.
"Anna, Mas saat ini nggak mau kemana-mana !"
"Itu juga salah satu syarat dari Anna loh, jadi selain di hari libur, setiap mas bisa pulang lebih awal kita akan pergi jalan-jalan !"
"Banyak sekali persyaratan Anna ini?"
"Mas tahu kan apa yang akan terjadi bila Mama dan Papa tahu soal hubungan terlarang putra kesayangannya ini?"
"Iya Anna, Mas mau mandi dulu setelah itu kita pergi jalan-jalan ya,"
Danial dibuat heran melihat Anna kerepotan membawa barang yang tah dibeli.
"Banyak sekali anna belanja ini, untuk apa?" tanya Danial begitu heran melihat anna membeli banyak barang.
"Karena ini untuk persediaan selama satu minggu Mas,"
__ADS_1
"Tapi Anna bisa kan menyicilnya besok,"
"Kalau besok belum tentu Mas mau diajak pergi berbelanja kan?"
"Terserah Anna saja deh,"
"Oh iya Anna belanja dulu ya, Mas mau pergi ke toilet,"
"Iya Mas, nanti Anna tunggu di depan toko itu ya,"
Setelah berbelanja, Anna pun keluar dari toko, lalu ada seorang laki-laki yang memanggil nama Anna dengan melambaikan tangannya dan tersenyum.
"Hai, Anna !" ucap seorang laki-laki bertubuh tinggi.
"Hai, Tulus !" sahut Anna sambil melambaikan tangannya.
"Bagaimana kabarmu, lama sekali ya kita nggak bertemu?"
"Alhamdulillah kabar aku baik, kamu sendiri bagaimana?"
"Tentu saja baik, kalau nggak mana bisa aku menyapamu tadi,"
"Iya, lama kita nggak bertegur sapa setelah wisuda,"
"Kamu ini belanja sendirian atau bagaimana?"
"Hmm nggak aku di sini bersama suamiku,"
"Ha suami, masa sih kamu ini sudah married?" tanya Tulus begitu terkejut mendengar Anna sudah menikah.
"Iya, kenapa sih nggak percaya gitu?"
"Karena aku lihat kamu ini masih sama seperti di smk dulu,"
"Ah nggak lah, sudah banyak yang beda pastinya,"
Danial pun datang menghampiri istrinya, ia terkejut bertemu dengan tulus di sana.
"Wah nggak nyangka ya kita bisa reunian di sini," ucap Tulus mengetahui Danial juga ada di sini.
"Apa kabar kamu Danial, sedang apa di sini?"
"Aku tahu, pasti sedang memanjakan gadisnya bukan?"
Anna pun angkat bicara.
"Tulus, Danial ini adalah suamiku,"
"Apa, jadi kalian ini suami istri?"
"Selamat yah, tapi kenapa undangan pernikahan kalian nggak sampai kepadaku?"
"Maaf ya, saat itu pernikahan aku dan Danial hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja," ucap Anna tersenyum simpul.
"Oh begitu, pantas saja nggak ada huru-hara di grup,"
"Tunggu, kamu masih stay di grup wa alumni sekolah?"
"Masih dong An, apa karena kita nggak satu kelas lagi lalu silaturahmi akan putus begitu saja?"
"Iya kamu benar, sayangnya waktu itu nomor telepon aku ganti jadi semua kontak mereka ikut hilang,"
"Hmm pantas saja kamu nggak pernah balas chat dariku,"
"Maaf Tulus, kita harus pulang karena sudah hampir maghrib juga," ucap Danial memotong pembicaraan mereka.
"It's okay Danial, next time kita harus bertemu lagi ya Anna !"
"Insyaallah, tapi harus buat janji dulu," ucap Anna.
"Siap, nanti aku kabari lagi,"
"Oke, dah Tulus," ucap Anna melambaikan tangannya.
"Dah Anna, dah Danial,"
"Kenapa ya Anna bisa menikah dengan Danial, bukannya Danial itu dari dulu menyukai Hanin. Batinnya. Aku harus cari tahu soal ini !" ucap Tulus lalu pergi dari sana.
__ADS_1