My Roommate'Class

My Roommate'Class
Sulit Membuatmu Cintai Aku


__ADS_3


Aku tidak bisa menjadi Usagi Sailor Moon, yang


bisa menghadapi musuhnya dengan selalu berucap “Dengan kekuatan bulan, akan menghukum mu !”


Doa adalah senjata orang beriman. Doa menjadi senjata yang kuat bagi seorang muslim dalam menunaikan kebaikan dan menolak kemudharatan dalam hidupnya.


Doa juga menjadi senjata bagi orang-orang yang terzalimi, tempat berlindung bagi orang-orang lemah, yang putus asa dan hilang harapan.


Hanin tak henti-hentinya membuat masalah dalam hidup Anna.


Siang hari, cuaca yang begitu terik.


Anna bertemu dengan Maira di sebuah cafe, bernama Teras Santai. Keduanya saling melepas rindu lantaran Maira yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan Anna, karena sibuk mengurus rumah tangganya.


"Aku sangat rindu denganmu, rindu bercerita, rindu kita duduk bersama sambil ngopi," ucap Anna menggenggam kedua tangan Maira.


"Sama dong, tapi sebentar lagi aku nggak akan merasakan kesepian Anna, tahu nggak kenapa?"


"Jelas kamu nggak kesepian lagi, karena sudah ada suami yang selalu siap mendengar cerita dari kamu, ya kan?"


"Iya sih, tapi itu salah !"

__ADS_1


"Kamu tahu nggak, aku ke sini itu nggak sendirian loh !"


"Oh iya, terus kenapa orangnya nggak diajak ke sini juga?"


"Belum saatnya dia keluar Anna, karena masih sangat kecil di dalam sini," ucap Maira sambil menunjuk ke bagian perutnya.


Anna terkejut mengetahui Maira sedang mengandung. Ia bahagia karena segera memiliki keponakan dari sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, aku ucapkan selamat ya untuk kamu dan suami,"


"Kenapa kamu tadi nggak berterus terang saja?"


"Surprise !"


Hanin yang juga ada di cafe itu tiba-tiba melabrak Anna tak peduli ada banyak orang di sana.


"Hai Hanin, kamu tadi bicara sama aku ya?" tanya Anna, membuat Hanin semakin kesal.


"Nggak perlu basa-basi lagi deh, aku ke sini cuma mau ngingetin sama kamu untuk jangan pernah ikut campur dalam hubungan aku dan Danial !"


"Apa aku nggak salah dengar nih, bukannya kamu yang datang dan merusak hubungan antara Anna dan Danial?" sahut Maira.


"Kamu diam ya, aku nggak ngajak kamu bicara !"

__ADS_1


"Hei aku ini punya mulut juga yang digunakan untuk bicara, dan apa yang baru saja aku katakan itu benar adanya bahwa kamulah orang yang sudah merusak kebahagiaan sahabatku !"


"Ingat ya Anna, aku nggak akan pernah mau melepaskan Danial,"


"Karena Danial adalah milikku untuk kini dan selamanya,"


"Oh iya, kalau itu benar kenapa kalian nggak menikah saja?"


"Dan kenapa juga Danial masih mau bersamaku?"


"Hahaha, Danial itu bertahan bukan karena cinta sama kamu, tapi karena kasihan melihat kamu yang sudah penyakitan !"


"Baguslah, itu tandanya dia masih peduli dengan aku dan lama-kelamaan rasa kasihan itu berubah jadi rasa sayang,"


"Sudahlah Anna, kita nggak perlu meladeni perempuan munafik ini, lebih baik kita pergi dari sini,"


"Aku nggak mau nanti Dede bayi yang ada di dalam perutku ini jadi seperti dia, hi amit-amit jabang bayi !" ledek Maira dan mengajak Anna pergi dari cafe itu.


Anna menyesal karena harus bertemu dengan Hanin dan membuat keributan di cafe itu.


Ia juga merasa bersalah pada Maira.


"Maira maafkan aku ya, gara-gara ini kamu jadi ikut-ikutan stress,"

__ADS_1


"Santai saja Anna, aku cuma nggak habis pikir dia bisa melakukan ini sama kamu,"


"Aku sudah terbiasa menghadapinya Maira, dan kamu nggak perlu memikirkan soal ini ya, lebih baik fokus dengan kesehatan kamu dan calon keponakan aku ini," ucap Anna sambil mengelus perut Maira.


__ADS_2