My Roommate'Class

My Roommate'Class
Terus Menyakiti Aku


__ADS_3

Ku pikir jauh darimu adalah cara paling ampuh yang bisa ku tempuh.


Walau terasa lumpuh kaki untuk melangkah pergi lupakan dirimu yang tak mampu lagi ku rangkul.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••



Nanda menghubungi Anna setelah mengetahui sosok misterius yang selalu mengikuti Danial.


Dan menceritakan semua pada Danial, untuk lebih berhati-hati.


"Anna nggak habis pikir, apa motif dari semua ini?"


Danial mencoba untuk tenang menghadapi situasi ini. Ia juga meyakinkan istrinya supaya tidak terlalu khawatir dengan keadaan ini.


Esok harinya, ia menceritakan hal ini pada Arvin. Namun sahabatnya itu malah asyik membayangkan adiknya di awang-awang.


"Aduh, kamu ini kenapa sih datang-datang merusak semuanya?"


"Kalau aku nggak menyadarkan dirimu, pasti pikiran mu semakin kotor !"


"Aku bingung Vin harus bagaimana, masalah terus saja datang dalam hidupku,"


"Kamu perlu selidiki siapa wanita itu, karena pasti dia yang merencanakan semua ini !"

__ADS_1


Danial tiba-tiba terpikir untuk mencari Hanin. Karena akhir-akhir ini ia tak pernah melihatnya.


Ia menghubunginya lewat telepon, namun Hanin membiarkan telepon darinya. Dirinya begitu kesal selalu Danial abaikan.


"Kenapa nggak kamu angkat telepon darinya?"


"Aku bosan dengannya, dia nggak pernah mau serius sama aku !"


"Sampai kapan aku harus menunggu waktu itu?"


"Tenang dong, biar aku yang mengatur rencana kita selanjutnya !"


Bu Lilis terus mengkhawatirkan keadaan Anna, setelah mengetahui penyakitnya kambuh lagi. Seandainya dirinya bisa dekat dengan putrinya, pasti hatinya akan jauh lebih tenang.


"Ibu telepon Anna saja, tanya kabarnya," ucap suaminya.


Pak Hamdan berpikir untuk meminta bantuan pada Tulus, untuk selalu memantau keadaan Anna.


Istrinya pun setuju, karena Tulus pasti akan menjaga dan melindungi putrinya.


"Ada apa nih, tiba-tiba mengajakku ke tepi Danau?" tanya Anna.


"Karena aku yakin tempat ini membuat kamu jadi tenang, ya selain aku yang selalu membuatmu nyaman,"


Anna tertawa kecil.

__ADS_1


"Kamu selalu tahu apa yang aku mau, terima kasih ya,"


"Dan kamu adalah sesuatu yang aku mau !" imbuh Tulus menggodanya lagi.


Keberadaan Tulus dan Anna diketahui oleh Hanin, yang saat itu tak sengaja melintas di jalanan menuju ke Danau.


Ini saatnya ia untuk membalas rasa sakitnya pada Anna.


Setelah berhasil mengambil gambar mereka, tak lupa Hanin mengirimnya ke Danial.


Dengan ditambah bumbu-bumbu kecemburuan, ia yakin kali ini akan berhasil membuat Danial benci.


Setelah makan malam bersama, Danial menyinggung soal Anna yang bersama Tulus di pinggir Danau.


Anna terlihat bingung, karena Danial bisa mengetahui hal itu.


"Mas jangan kepancing dengan hal yang nggak pernah Anna lakukan ya,"


"Bagaimana Mas nggak percaya kalau kenyataannya benar, Anna sudah melampaui batas !"


"Mas, berapa kali Anna bilang kalau Anna dan Tulus hanya sebatas teman !" tegas Anna.


"Please Anna, Mas capek tahu nggak selalu mengingatkan Anna untuk bersikap biasa saja dengannya. Tapi Anna malah menjadi-jadi !" ucap Danial, lalu pergi ke kamar.


Anna tidak mengerti mengapa Danial menuduhnya seperti itu. Tak juga mengabaikan perasaannya namun selalu menolak untuk percaya dengannya.

__ADS_1


Bodohnya ia masih bertahan, walau tahu kenyataannya.


Kejadian itu membuatnya kembali merasakan sakit di bagian kepala, ia pergi ke kamar dengan langkah kaki yang tertatih untuk mengambil obatnya. Danial yang saat itu berniat untuk mengambil minum, terkejut melihat Anna hampir terjatuh. Ia membantunya, namun Anna menolak dan memilih berjalan sendiri.


__ADS_2