
Bila cinta ini tak berbalas, aku ikhlas.
Asal ikatan ini tak kau lepas.
Aku terbiasa menikmati manis senyummu sampai puas.
Kini harus menelan ampasnya.
∆∆∆
Anna mencari Tulus di Studio Musik, namun tak terlihat batang hidungnya sama sekali.
"Maaf Mas, saya mau tanya apa orang yang bernama Tulus sering datang kemari?" tanya Anna saat datang ke studio musik.
"Oh Pak Tulus ya, kebetulan beliau hari ini jarang ke studio musiknya karena pergi keluar kota,"
"Maaf, Mas tadi bilang kalau ini studio musik milik Tulus?"
"Iya benar Mbak, studio musik ini memang milik Pak Tulus,"
"Terima kasih ya Mas informasinya,"
"Iya Mbak, saya permisi,"
Anna masih tak percaya kalau studio musik yang biasa ia buat latihan bersama Tulus adalah milik Tulus.
"Assalamualaikum Tulus, kamu apa kabar?" tanya Anna di telepon.
"Waalaikumussalam, kabarku buruk,"
"Kamu sakit?"
"Iya, aku sakit karena kamu menjauh dari aku,"
"Sumpah ya, aku kira kamu benar-benar sakit,"
"Ada apa kamu telepon aku, pasti kangen ya?"
"Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan sama kamu, tapi kamu malah nggak ada di sini,"
"Aku pergi karena suatu hal, mungkin besok pulang,"
"Satu lagi, kenapa kamu nggak jujur sama aku kalau ternyata studio musik yang biasa kita buat latihan bersama itu milik kamu sendiri,"
"Hmm ternyata kamu sudah tahu hal itu,"
"Iya, aku hari ini datang ke studio musik dan salah satu karyawan sudah mengatakannya semua,"
"Iya aku minta maaf deh,"
"Kamu nggak perlu khawatir, aku akan segera pulang,"
"Baiklah, aku akan tunggu kamu di sini,"
"Siap,"
Hanin terus mengikuti Danial dan berharap dirinya bisa dimaafkan Danial.
"Sayang, kamu kenapa sih nggak mau angkat telepon dari aku dan chat pun cuma di read doang !" ucap Hanin saat masuk ke ruangan Danial.
"Han, kamu bisa nggak sih kalau mau masuk ketuk pintu dulu?"
"Kok kamu jadi marah, biasanya juga kaya gini kan?"
"Kamu tuh aneh tahu nggak, tiba-tiba judes sama aku, nggak mau deket-deket sama aku,"
__ADS_1
"Pasti Anna kan yang nyuruh kamu buat menjauh dari aku?"
"Anna lagi, Anna terus yang kamu salahkan,”
"Kamu sadar nggak, bahwa ini semua gara-gara kamu !"
"Karena kejadian sore itu di rumah kamu, Mama menyuruh aku untuk jauh-jauh dari kamu,"
"Tapi kamu masih sayang kan sama aku?"
Danial enggan menjawabnya, membuat Hanin semakin dibuat kesal.
Tok...tok..tok..
"Iya masuk,"
"Pak Danial, saya ingin mengingatkan bahwa sore ini agenda Bapak bertemu dengan klien,"
"Iya, terima kasih,"
"Aku ikut ya Sayang,"
"Kamu mau buat ulah lagi?" ucap Danial pergi meninggalkan Hanin.
Danial menyuruh Hani. untuk pergi dari hadap
"Aku lihat kamu sekarang jarang ya jalan sama Hanin," ucap Arvin saat di kantin kantor.
"Aku memang nggak ingin bertemu dengannya,"
"Oh, kalian sedang bertengkar?"
"Aku nggak tahu kenapa Hanin bisa ceroboh seperti itu, kalau dia sayang sama aku pasti akan jaga baik hubungan ini !""
"Mungkin dia ingin diakui oleh kedua orang tuamu, karena selama ini kamu nggak pernah ceritakan soal dia kan?"
"Dan itu membuatku sulit untuk menceritakan soal Hanin sama mereka,"
"Tapi sekarang mereka sudah tahu, apa langkah kamu selanjutnya?"
"Apa kamu akan tetap bersama Anna atau memilih bersama Hanin?"
"Entahlah Vin, aku belum memikirkan hal itu,"
Malam yang dingin, paling nikmat diselimuti oleh kehangatan.
"Malam ini dingin sekali ya Mas, butuh yang hangat-hangat nggak sih?" ucap Anna sambil mendekatkan tubuhnya ke Danial yang duduk di atas dipan.
"Anna kenapa pakai baju seperti itu?" tanya Danial terkejut menutup kedua matanya, ketika melihat Anna memakai baju lingerie seksi.
"Anna hanya ingin memakainya saja,"
"Malam ini sangat dingin, lebih baik Anna pakai baju yang tebal,"
"Nggak mau, karena Anna cuma membutuhkan kehangatan itu dari Mas,"
"Mas, lihat Anna dong !"
"Sayang loh kalau mubazir !" desak Anna.
"Mas mau Anna ganti baju sekarang, bisa kan?"
"Iya Mas, Anna akan ganti baju,"
"Tapi serius nih Mas nggak mau lihat Anna, sebentar saja," rengek Anna.
__ADS_1
"Anna tolong, Mas nggak mau marah malam ini,"
Anna pun pergi untuk mengganti bajunya.
"Huh, dia selalu saja menggoda aku !" ucap Danial lalu menarik selimutnya, dan pergi tidur.
Anna berjanji untuk bertemu lagi dengan Tulus setelah mendapat izin dari Danial.
"Betapa senangnya aku hari ini, kamu tahu kenapa?" ucap Tulus.
"Tahu dong, karena bisa melihat aku lagi kan?" ucap Anna sambil tertawa kecil.
"Oke kamu benar, dan yang buat aku kesal adalah kembali mendengar keluh kesah mu tentang Danial,"
"Lalu kepada siapa lagi aku harus mengadu, Maira sebentar lagi akan menikah sudah pasti banyak yang dia pikirkan saat ini dan aku nggak mau jadi beban untuknya,"
"Iya, tinggal aku seorang diri yang menjadi tempat curhatmu ya, dan aku janji akan selalu ada untukmu,"
"Tapi kamu nanti juga akan pergi, karena harus menikah dan membina rumah tangga,"
"Kata siapa, mungkin aku akan terus membujang di dunia ini,"
"Hus, nggak baik bicara seperti itu,"
"Apa lagi yang harus aku cari, orang yang aku cintai sudah bersama dengan orang lain,"
"Aku turut prihatin Tulus, tapi kamu percaya kan kalau jodoh, dan maut itu sudah digariskan?"
"Bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia ini,"
"Iya aku tahu, kalau saja boleh waktu ini aku putar ke 7 tahun ke belakang, apakah kamu mau menikah dengan ku?"
"Aku nggak tahu, karena apapun rencana yang kita buat hanya Tuhan yang menentukan,"
"Oh iya Tulus, aku ingin kita segera menyelesaikan projek ini karena aku nggak mau membuang-buang waktu lagi,"
"Oke Anna, aku akan berusaha mewujudkan cita-cita itu menjadi nyata !"
"Aku percaya sama kamu,"
Sebuah mobil berhenti di depan Mama Danial yang saat itu sedang melakukan lari pagi di kompleks rumahnya.
Seorang wanita cantik menghampirinya sambil membuka kacamata hitamnya.
"Ternyata kamu, untuk apa lagi datang ke sini?"
"Dengar baik-baik ya, jangan pernah kamu menemui saya apalagi menemui Danial !"
"Tenang Tan, Hanin ke sini cuma ingin Tante tahu kebenarannya,"
"Kebenaran apa lagi, saya sudah tahu tentang hubungan kamu dan Danial,"
"Tapi Tante nggak tahu kan tentang hubungan gelap menantu kesayangan Tante itu?"
"Apa maksud kamu, jangan coba-coba memfitnah Anna ya !"
"Yang katanya baik dan setia itu kan, kenyataannya sama juga,"
"Tante lihat ini," ucap Hanin memperlihatkan sebuah foto di handphonenya, Anna berduaan dengan Tulus di sebuah taman.
"Tega dia mempermainkan Danial seperti ini Tan, dan Tante harus segera bertindak sebelum Danial semakin tersiksa !"
"Astaghfirullah, kenapa Anna tega melakukan hal ini?"
"Kena juga, segampang ini aku bisa membodohi dirinya. Batinnya. Kalau begitu Hanin pamit dulu ya Tan, assalamualaikum,"
__ADS_1
"Waalaikumussalam,"
"Aku harus bicarakan hal ini dengan Danial, sebelum dia tahu lebih dulu," ucap Mamanya, lalu pergi ke rumah Danial.