
Anna langsung menutup kedua matanya rapat-rapat.
Berharap saat membukanya, hanya delusi belaka.
"Anna ngapain di sini, kok belum tidur?" tanya Bu Lilis menepuk pundak Anna.
"Anna rasa tadi tidur sambil berjalan Bu, makanya nggak sadar bisa ada di sini"
"Apa kamu yakin nggak mau cerita sama Ibu?" desak Bu Lilis menatap Anna sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Entah apa yang Anna rasakan saat ini, kenapa masih terbayang-bayang dirinya?"
"Biasalah kalau orang sedang merasa jatuh cinta, memang seperti itu !"
"Jatuh cinta, ayolah Ibu ini bukan pertama kalinya Anna jatuh cinta sama Mas Danial !" jelas Anna kedua tangannya dengan cepat menutup mulutnya.
"Danial, Ibu kira kamu membicarakan soal Tulus !"
"Kamu tahu kan kalau cinta nggak bisa dipaksakan apalagi memilih, cinta hadir sendiri seiring berjalannya waktu karena terbiasa menikmati hari-hari bersamanya !"
"Kita juga memang nggak bisa memilih jalan takdir sendiri, tapi kita bisa menentukan pilihan yang baik untuk diri sendiri !" jelas Bu Lilis.
Esok paginya, Anna menunggu Tulus di dalam kamar. Sejam berlalu, tidak terlihat batang hidungnya.
"Ke mana dia, katanya mau ajak aku pergi jalan-jalan !" ucap Anna melihat layar handphonenya.
Seorang laki-laki berdiri tepat di depan pintu kamar Anna, ketika tangan meraih gagang pintu.
Kreeek... (Suara Pintu Kebuka)
"Anna sudah pulang?"
Seketika Anna mematung, melihat Danial ada di hadapannya.
"Mas rindu sekali sama Anna !" ucap Danial meraih tangan Anna.
"Jangan lagi kamu sentuh saya, karena hubungan kita sudah berakhir !" jelas Anna.
"Mas bersyukur Anna bisa mendapatkan ingatan kembali, namun Mas juga takut Anna akan pergi !"
"Itu kamu sudah tahu, jangan berharap setelah semua yang kamu lakukan terhadap saya bisa dengan mudah memaafkannya, salah besar !"
"Tahukah kamu, selama saya menjadi istri kamu apa pernah mendapatkan kasih sayang yang lebih dari seorang suami?"
"Nggak ada, cinta yang saya beri tidak pernah cukup buat kamu, sedang luka yang kamu beri ke saya tidak pernah berhenti !" teriak Anna
"Mas tahu salah, Mas minta maaf." Danial menyorot meminta belas kasihan pada Anna.
Sesekali menundukkan kepala dan matanya nyaris mengeluarkan bulir-bulir bening.
"Keluar dari rumahku sekarang juga !" teriak Anna kepada Danial yang membuat Bu Lilis dan Pak Hamdan gemetaran.
"Cukup Anna, apa pantas seorang istri berkata kasar pada suaminya?"
"Anna nggak mau melihatnya ada di sini Bu, tolong jauhkan Anna darinya !" desak Anna.
"Danial sebaiknya kita bicara di luar ya, biarkan Anna tenang dulu," ucap Pak Hamdan membawa Danial keluar.
"Kenapa dia harus kembali datang di kehidupan Anna, Bu?" ucap Anna tersedu bersimpuh.
Di satu sisi, Hanin nekat menghadang laju mobil Tulus yang ingin bertemu dengan Anna.
"Maunya perempuan ini apa sih?" ucap Tulus keluar dari mobilnya.
"Tulus, sekarang juga kita harus bekerjasama untuk memisahkan Danial dan Anna !"
__ADS_1
"Kamu dan Anggun ada masalah apa sama Anna, kenapa ngotot banget membuatnya menderita ?"
"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, kamu cinta kan sama Anna begitu juga aku yang sangat mencintai Danial !
"Apa kamu rela melihat Anna kembali dalam pelukan Danial?" imbuh Hanin membuat Tulus gigit jari.
"Lalu apa rencana kamu?"
"Aku mau kamu segera menikahinya, sebelum dia berubah pikiran !"
Hidungnya kembang kempis merasakan aroma nikmat yang mengantarnya ke dapur.
"Tumben sekali Ibu memasak sepagi ini," ucap Anna mencicipi makanan di meja dapur.
"Anna suka sama makanan yang Mas buat?" tanya Danial membuat Anna berhenti mengunyah makanannya.
"Ayo dilanjut lagi makannya, Mas suka lihat Anna lahap menyantap makanan itu !"
Anna membuang muka, dan pergi.
"Anna tahu nggak, Mas masak makanan ini spesial untuk istri Mas yang tercinta !"
"Nama makanannya adalah BAGA (Batagor Bahagia), setelah memakannya akan merasa bahagia !"
"Mas suapi ya !" imbuh Tulus perlahan mendekati Anna.
"Cukup, apa perkataan saya semalam kurang jelas?"
"Baiklah kamu harus tahu ini, bahwa hati saya sudah mati untuk kamu !" jelas Anna meninggalkan Danial seorang diri.
Walau hatinya patah berjuta kali
Dia tidak memilih pergi
Bertahan meski sakit
Pernah melewati proses sulit
"Kenapa kamu membawaku ke tempat ini?" tanya Anna pada Tulus yang menarik napas panjang.
"Aku yakin kamu pasti suka dengan suasana outdoor seperti ini, saat pernikahan kita nanti?"
"Suka kok, tapi kenapa kamu tiba-tiba membicarakan hal ini?"
"Come on Anna, bukannya waktu itu kamu bilang ingin segera menikah denganku?"
"Iya, tapi aku belum sah bercerai dengan Danial,"
"I see, berapa lama lagi aku harus menunggu?"
"Sabar ya, aku masih berjuang mendapatkan hak ku !"
"Dia sangat cerdik, mampu memanfaatkan keadaan ini !" ucap Danial bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari Anna dan Tulus.
"Danial, jangan sampai dia menggagalkan usaha Tulus !" ucap Hanin di seberang jalan.
Hanin menarik tangan Danial dengan paksa, dan menjauh dari Tulus dan Anna.
"Hanin lepaskan !"
"Kamu ngapain ada di sini?"
"Aku cari di rumah nggak ada, ternyata kamu di sini !"
"Ngapain juga sih kamu masih berharap sama Anna, kamu kan cinta matinya cuma sama aku !"
__ADS_1
"Kamu nggak tahu malu ya, sudah ketahuan masih saja menampakkan diri di hadapanku?"
Nging.... (suara telinga Anna berdengung)
Dia pun menghampiri suara itu. Tapi tidak ketemu juga.
"Maaf, aku ngga ada waktu buat pembohong besar seperti kamu !" jelas Danial menjauhkan Hanin dari hadapannya.
"Danial please, jangan tinggalkan aku ya !"
Danial terpaksa kembali ke Jakarta, karena tidak ingin menyakiti Anna lagi.
"Aku mendengar seseorang telah menyebut namanya, dan memaksanya untuk percaya,""
"Apa itu Mas Danial dan Hanin, kalau benar berarti Mas Danial sudah tahu semuanya !" ucap Anna terus memainkan kedua tangannya.
Mama, Papa, maafkan putramu yang tidak bisa menjaga hati.
Yang tidak pernah berucap syukur atas nikmat yang Tuhan kasih.
Putramu kini telah kembali, membawa puing-puing kenangan.
"Danial siap Pa, Ma menerima hukuman ini !" ucap Danial mengelus dada.
"Assalamualaikum Mas Danial ?" ucap seorang wanita di depan pintu rumah Danial.
"Waalaikumussalam, maaf Mbak apa sebelumnya kita ada janji ya?" ucap Danial mengucek kedua matanya.
Wanita itu berbalik badan, dan melempar senyum pada Danial.
"Astaghfirullah, aku pasti masih bermimpi !"
"Nggak kok Mas, istrimu benar-benar ada di sini !"
"Bukan istri aku, tapi akan menjadi istri dari sahabatku !"
"Pergilah Anna, Mas ikhlas melepas Anna bersama Tulus !"
"Cepat sekali Tuhan membolak-balikkan hatimu Mas, Anna kemari untuk kembali menjadi istri seorang Danial Syahreza !"
"Bagaimana dengan Tulus, bukannya kalian mau menikah?"
"Tulus bilang, Anna nggak pantas untuknya karena bandel !"
"Bandelnya karena masih cinta sama Mas Danial !" jelas Anna membuat Danial tersenyum tipis.
"Tulus berpesan, Mas Danial nggak lagi buat Anna kecewa, menangis, dan stress !"
"Cuma itu saja, Mas siap menjalankannya !"
NusaBay Menjangan, tempat yang dipilih Danial untuk honeymoon part 2 bersama Anna.
"Anna bersyukur memiliki Mas Danial, teman satu kelas teman hidupku !" ucap Anna menggenggam tangan Danial.
"Mas juga, sangat bersyukur !"
"Anna mau tahu keinginan apa yang belum bisa Mas wujudkan sampai sekarang ini?"
"Mas rasa ingin memiliki banyak anak, kalau bisa nanti yang pertama adalah anak kembar !"
"Cuma itu, semoga Allah kabulkan keinginan Mas menjadi seorang ayah ya !"
"Aamiin....,"
Akhirnya aku bisa bernapas
__ADS_1
Setelah ikatan ini tidak jadi kau lepas.