My Roommate'Class

My Roommate'Class
Sosok Misterius Menampakkan Diri


__ADS_3

Sampai berlumut aku menunggu taksi online yang akan menghantarkan rinduku yang harusnya bertemu. Di tengah jalan, kutemukan seorang laki-laki yang kukira seorang driver taksi online, sedang berdiri di tepi jalan bersanding dengan mobil berwarna silver, mencari-cari seperti ada yang dinanti.


"Mas orang Jakarta ya?" tanya Elvira pada laki-laki tersebut.


"Bukan, tapi orang Garut yang tinggal di Jakarta,"


"Anda siapa, tiba-tiba jadi sok kenal sama saya?"


"Kalau begitu pasti tahu dong sama mereka?" ucap Elvira sembari menunjukkan sebuah foto di dalam handphonenya.


Laki-laki itu menemukan wajah Danial, dan Om Saiful di sana.


Ia dibuat bingung, kenapa bisa ada foto mereka di handphone wanita itu.


"Tahu, yang muda ini adalah sahabatku namanya Danial Syahreza, dan yang bersamanya adalah Boss di perusahaan besar alias bapak dari sahabatku,"


"Ah kebetulan sekali aku bisa bertemu dengan teman baik Kakak !"


"Kakak namanya Arvin kan, sahabat kak Danial sejak di smk?"


Arvin terkejut saat mengetahui wanita yang dihadapinya itu adalah adik kandung dari sahabatnya, Danial.


"Sempurna !" ucap Tulus membuat Elvira terkejut.


"Maksudnya, nggak nyangka ya bisa bertemu dengan adik dari sahabatku di sini,"


"Iya Kak, boleh nggak antar Elvira sampai rumah?"


"Boleh, dengan senang hati," ucap Arvin mempersilakan Elvira masuk ke mobilnya.


Keduanya saling bertukar cerita, membahas soal kehidupan masing-masing, juga tentang asmara.


Arvin terpikat melihat senyumnya, seperti wanita idaman hatinya. Namun sayang, mengapa dia harus menjadi adik sahabatnya.


Setelah mengantar Elvira sampai ke rumahnya, Arvin kembali ke kantor untuk bertemu dengan Danial.


Danial yang saat itu tampak sibuk, dikejutkan dengan Arvin yang berlari sambil meneriaki namanya.


"Kamu ada masalah apa sih, kenapa harus berteriak-teriak?"


"Ini semua gara-gara kamu !"


"Aku, memang apa yang sudah aku lakukan?"


"Kamu nggak pernah cerita sama aku kalau punya adik secantik itu,"


Mendengar itu Danial jadi menggerutu dalam hatinya.


"Kapan kamu bertemu dengan Elvira, padahal hari ini dia baru datang,"


"Iya, aku yang mengantarnya sampai ke rumah,"


"Dia manis sekali, nggak masalah deh aku nggak bisa dapatkan wanita seperti Anna,"


"Yang penting aku bisa dapatkan Elvira !"

__ADS_1


"Hei, jangan macam-macam kamu ya !"


"Aku siap kok jadi adik ipar kamu !" ucap Arvin yang terus menggoda Danial.


Hanin menghampiri Danial dengan wajah datar, membuat Arvin tertawa melihatnya.


"Wajahmu lebih bagus seperti itu, nggak dibuat manis atau melas,"


"Kamu mending diam deh, aku nggak ada urusan sama kamu !"


Danial menyuruh Hanin untuk membicarakannya di dalam ruangannya, dan menyuruh Arvin pergi.


"Ada apa lagi?"


"Kamu mau bilang kalau Anna sakit jiwa?"


"Tapi aku memang bicara fakta !"


Danial kesal terus mendengar celotehan Hanin tentang Anna, dan mengusirnya dari ruangannya.


Namun Hanin terus memaksanya untuk percaya dengannya.


Danial tetap tak menggubrisnya, dan mengeluarkannya dengan paksa.


"Tega ya kamu memperlakukan aku seperti ini, kamu belum tahu aku yang sebenarnya Danial Syahreza !"


Sementara di rumah Bu Sarah, Elvira menanyakan kabar Kakaknya dan Kakak Iparnya, Anna.


Ia begitu rindu dengan masakan Anna.


"Nggak usah, dan kamu harus janji sama Mama untuk nggak sebut lagi namanya di rumah ini !"


Elvira tak mengerti kenapa Mamanya begitu membenci Kakak Iparnya.


Namun ia harus menuruti keinginan Mamanya, walau hatinya tak akan pernah bisa membenci Anna.


"Bibi nggak tahu apa yang terjadi sama kak Anna dan Mama?" tanya Elvira pada Bibi Atun saat mereka berada di dapur.


"Aduh Non, Bibi saja belum pernah bertemu dengan Nyonya Muda,"


Rasa keingintahuan Elvira semakin tinggi. Dan berniat untuk menemui Kakak Iparnya, walau harus dengan cara sembunyi-sembunyi.


Di sebuah taman di mana keduanya sering bertemu, meluapkan rasa lelahnya.


"Bagaimana dengan projek nulis bareng itu, apa yang mau kamu tuangkan di sana?"


"Aku ingin menceritakan tentang kehidupan yang sempurna setelah menikah,"


"Ini kisah nyata kamu?"


Anna tertawa.


"Nggak dong, kehidupan sempurna setelah menikah adalah impian setiap pasangan yang sudah menikah,"


"Hidup bahagia, bisa satu frekuensi dan merajut impian bersama adalah kebahagiaan yang tiada duanya,"

__ADS_1


Tulus yang mendengarnya merasa iba hatinya. Karena orang yang ia cintai tidak bahagia bersama sahabatnya, ia juga menyesali mengapa saat itu bukan dirinya yang meminangnya.


"Kamu yakin ini akan berhasil?"


"Yakin 100 persen, karena kehidupan bahagia setelah menikah adalah impianku juga Tulus,"


"Aku nggak meminta dia bisa menjadi tokoh yang sempurna seperti dalam cerita yang aku buat nanti, aku hanya berdoa semoga dirinya bisa belajar menjadi laki-laki seperti dalam ceritaku,"


"Oke, aku akan cari referensi untuk cerita yang akan kamu buat itu,"


"Aku tunggu ya,"


Danial pulang lebih awal karena ia berjanji akan berkunjung ke rumah Mamanya. Namun di tengah jalanan yang sunyi, dan gelap gulita ia dihadang oleh seorang tak dikenal.


Dan memaksa dirinya untuk membuka kaca mobil, kalau tidak orang misterius itu akan memecahkannya.


Danial bertekad menghajarnya, ia membuka pintu mobil dengan sangat kencang hingga membuat orang misterius itu terlempar jauh.


Keduanya berkelahi, orang misterius itu memukuli Danial tak henti-henti sampai mengira Danial sudah mati karena tak berdaya lagi.


Anna khawatir melihat wajah Danial bersimbah darah dan memar di bagian keningnya.


Ia mengambil air hangat dan P 3K untuk suaminya.


"Kenapa bisa seperti ini sih Mas?"


"Mas terpaksa melawannya karena dia selalu menggangu hidup Mas !"


"Apa dia orang yang sama saat waktu pertama kali menghajar Mas di Parkiran mobil?"


"Mungkin saja, karena mereka begitu mirip,"


"Ah, pelan-pelan Anna !"


Danial membicarakan hal ini dengan Abangnya, Nanda. Saat mereka bertemu di sebuah taman.


"Kali ini bukan aku yang melakukannya. Batinnya. Apa Danial berhasil mengungkap orang misterius itu?"


"Nggak Bang, sampai hari ini kita nggak tahu siapa orang di balik topeng itu,"


Nanda tak percaya ada banyak orang yang ingin menghabisi Danial. Ia tidak ingin hal ini akan berimbas pada adiknya.


"Abang akan bantu kamu untuk mencari tahu orang misterius itu, dan kamu nggak perlu khawatir lagi ya,"


"Terima kasih Abang, tapi Abang hati-hati juga ya karena dia begitu licik !"


Malam hari, Nanda menunggu orang misterius itu di depan kantor Danial, dan berharap bisa berhasil menangkapnya.


30 menit berjalan, Danial keluar dari kantornya dan pergi ke parkiran mobil.


Nanda mengikutinya. Karena merasa ada yang mengawasi, Danial membalikkan badannya dan mengira yang mengikutinya adalah orang misterius itu.


Ia langsung berlari, masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kencang.


Membuat orang misterius kehilangan jejaknya. Mengetahui di sana ada orang juga, Nanda bergegas membuntutinya.

__ADS_1


Orang yang Nanda ikuti berhenti di sebuah bangunan kosong. Di sana banyak gerombolan manusia bertubuh tinggi dan bertato. Lebih terkejut lagi saat ia mengetahui ada satu seorang wanita cantik di sana.


__ADS_2