My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
#10


__ADS_3

*Ada apa dengannya, kenapa dia bersikap sangat lembut kepada ku, membuat aku merinding saja* batin Ovia.


"Sayang kamu mau pesan apa," seketika Ovia sadar dari lamunannya saat mendengar Zayn memanggilnya dengan sebutan sayang itu. *Sayang kepala mu* batin Ovia.


"Terserah, atau sama kan saja," Ovia menjawab dengan datar.


"Baiklah!" Zayn menujuk menu pesanan nya kepada pelayan restoran tersebut.


"Mohon tunggu sebentar ya tuan, nona!"pelayan itu pun pergi.


Setelah beberapa menit pesanan mereka sampai dan mereka sarapan bersama selesai makan mereka membersihkan sisa makanan di bibir mereka Mengunakan sapu tangan yang sudah disediakan.


Zayn memperhatikan Ovia dengan sedikit kesal karena wanita itu sibuk dengan ponselnya sedari tadi bahkan wanita itu sekali-kali tersenyum melihat ponselnya.


"Apa yang kau lakukan?" Zayn bertanya datar kepada Ovia.


"Bermain handphone!" Ovia menjawab tanpa melihat Zayn, mendengar jawaban Ovia membuat Zayn semakin kesal.

__ADS_1


"Iya aku tau kau bermain handphone tapi apa yang lakukan dengan handphone mu itu?" Zayn


bertanya dengan nada sedikit emosi.


"Aku sedang cuci mata!" lagi-lagi Ovia menjawab tanpa melihat Zayn.


"Cuci mata? apa maksud mu?" Zayn tidak mengerti dengan ucapan Ovia.


"Iya aku sedang mencuci mata dengan melihat-lihat pria tampan di sosmed ku, itu akan menyegarkan pikiran ku!" mendengar jawaban Ovia membuat Zayn mengeras kan rahang nya dan langsung mengambil handphone itu dari tangan pemilik nya.


''Heiii apa yang kau lakukan," protes nya kepada Zayn.


"Kamu jangan keterlaluan ya," kesal Ovia karena tingkah Zayn itu.


"Lain kali kalau mau cuci mata lihat aku saja." Zayn berdiri dan pergi keluar menuju mobil.


Ovia pun ikut pergi sambil mengerutu sebal. "Cihh yang ada kalau aku melihat mu, aku akan cuci otak bukannya cuci mata," batin kesal Ovia.

__ADS_1


Di dalam mobil Zayn sedang fokus menyetir sedangkan Ovia dia sedang sibuk bermain dengan handphone nya, benar-benar membuat Zayn kesal karena merasa di abaikan. "Simpan handphone mu atau aku akan melemparkannya ke luar!" ujarnya.


Ovia seketika melihat ke arah Zayn dengan menautkan alisnya. "Kau ini kenapa sih? emangnya kenapa kalau aku bermain dengan handphone ku,apa itu menganggu hidup mu hah." Ovia bertanya dengan kesal.


Zayn masih fokus menyetir dan melihat ke depan. "Iya sangat menganggu hidupku, simpan handphone mu atau aku lempar sekarang juga!" perintah Zayn yang tidak ingin di bantah.


Ovia mendenguskan nafas dengan kasar dan bibir yang mengerucut sambil menyimpan handphone ke dalam tas nya.


Mereka berdua mengelilingi kota bern sampai hari sudah menjelang malam, kini mereka tengah dalam perjalanan menuju suatu tempat.


"Apa kita akan pulang Zayn?" Ia sedari tadi Ovia sudah mulai memanggil pria itu dengan sebutan namanya.


"Kita akan pergi ke suatu tempat dulu!" Zayn tersenyum tanpa Ovia sadari karena wanita itu melihat ke depan.


Sampai nya di sebuah pantai yang hanya terdapat dua kursi dan satu meja serta lampu-lampu dan lilin-lilin yang disusun dengan romantis dan indah, Ovia yang melihat itu benar-benar tercengang dan melihat ke arah Zayn ia ngin minta penjelasan kepada pria itu.


Bersambung ~~~

__ADS_1


Happy reading tolong dukungannya ya.


__ADS_2