My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 97


__ADS_3

"Berani kamu membuat wanitaku menangis? Hadapi aku kalau kamu berani, Sialan!" bentak Ken setelah berhasil membuat Aneeq tersungkur di lantai.


Emosi pria paruh baya itu meluap saat mendengar bentakan Aneeq pada Zoya, bahkan sampai membuat wanita itu menangis, air mata yang selama ini ia jaga agar tidak tumpah, malah dipecahkan dengan mudah oleh anaknya.


Pukulan keras itu sukses merobek sudut bibir Aneeq, hingga darah segar mengalir tanpa bisa dicegah. Aneeq merasakan sakit sekaligus perih, tetapi hatinya justru lebih tersiksa, karena ia sudah membuat kesalahan pada Zoya. Terlebih di saat Jennie tidak ada di sampingnya.


"Mom," panggil Aneeq dengan suara lemah, tangan pria itu terangkat seolah hendak menggapai tubuh Zoya.


Namun, wanita beranak lima itu justru bergeming, dengan air mata yang terus mengalir.


"Bangun kamu!" titah Ken tiba-tiba, membuat pandangan mata Aneeq teralihkan pada sosok yang telah menghajarnya. "Kamu mau menyalahkan Mommy atas kepergian wanita itu? Sadarlah bahwa kamu yang pengecut!" Teriak Ken dengan bola mata yang semakin menajam. Ia melangkah dengan cepat ke arah Aneeq, dan langsung menarik kerah baju putra sulungnya itu.


Rahang Ken mengatup kuat, mengisyaratkan bahwa ia benar-benar geram akan tindakan Aneeq yang menyalahkan orang lain atas kepergian sekretarisnya itu. "Hadapi Daddy. Hadapi Daddy kalau kamu berani membentak Mommy seperti tadi!" Tantang Ken, membuat Aneeq semakin menciut.


Aneeq sudah ikut menangis, ia berniat menanyakan tentang Jennie pada Zoya agar semuanya jelas dan terbuka. Namun, nahas keadaan malah bertambah buruk dan entah akan seperti apa ujungnya.


"Dad, bukan seperti itu. An minta maaf," ucap pria itu tak berdaya.


Namun, sepertinya kata maaf tidak dapat diterima oleh Ken yang sedang berada di puncak emosinya. Mendengar Zoya yang semakin terisak kencang, membuat Ken lepas kendali hingga melayangkan kembali pukulannya.


BUGH!


"Lawan aku pengecut!" bentak Ken dengan serangan membabi buta. Aneeq tak melawan sama sekali, ia hanya terdiam dan menerima semua pukulan ayahnya.


Dia sadar, bahwa dia memang pengecut. Harusnya kemarin Aneeq membawa Jennie untuk bertemu Zoya, sebagai bukti keseriusannya. Namun, entah kenapa pikiran Aneeq tak sampai ke sana.

__ADS_1


Sekarang hanya karena masalah itu semuanya bertambah semakin rumit, keberadaan Jennie belum bisa ia temukan, dan pastinya wanita itu akan semakin sulit ia gapai.


Dalam sekejap tubuh dan wajah Aneeq sudah babak belur. Akan tetapi Ken masih terlihat belum puas memberikan pelajaran terhadap anaknya, situasi ini kembali terulang seperti beberapa tahun silam, di saat Aneeq baru saja menyelam ke dunia perselengkian.


Zoya tak mencegah Ken sama sekali, ia hanya terdiam dengan dada yang terus bergemuruh.


Tangan Ken melayang di udara, entah sudah berapa kali pria paruh baya itu melakukannya. Namun, tiba-tiba suara teriakan seseorang menggema membuat kepalan tangan Ken tertahan.


"Dad, apa yang kamu lakukan?" tanya Bee dengan cemas, ia yang baru saja pulang dari kantor langsung berlari ke arah Ken dan Aneeq yang sudah terlihat tidak berdaya.


Nafas Ken terengah-engah, ia langsung melepaskan kerah baju Aneeq hingga pria itu kembali tersungkur di lantai tanpa memiliki tenaga. Begitu sampai Bee memapah tubuh Aneeq, lalu menatap ke arah Ken dan Zoya bergantian. "Dad, ada apa sebenarnya?"


Ken mengatur nafasnya yang terasa begitu mendera. Pandangan mata pria itu sama sekali belum melunak, apalagi saat menatap Aneeq. "Tanyakan saja pada Kakakmu! Bawa dia pergi karena aku tidak sudi melihat wajahnya. Pastikan dia menyesali semua perbuatannya."


Setelah itu Ken menatap ke arah Zoya yang sudah melenggang ke arah kamar. Ken menyusul, meninggalkan Bee yang diliputi tanda tanya dan Aneeq yang semakin merasa bersalah.


Ken langsung menghambur memeluk Zoya. Wanita itu terlihat mengusap air matanya dan Ken malah mengusak-ngusak wajahnya manja. "Baby, bagaimana aktingku tadi? Keren tidak?" Bisiknya dengan bangga.


Zoya membalas tatapan mata Ken, wanita beranak lima itu mengulum senyum sambil mengangguk. "Sangat keren." Puji Zoya yang membuat Ken langsung tersenyum sumringah.


"Ah, sekarang mana hadiahku."


"Hadiah apa?" tanya Zoya pura-pura lupa.


"Hadiah yang kamu janjikan, Baby!" Wajah Ken sudah turun dan bermuara di dua buah kesukaannya. Zoya terkekeh geli saat pria itu membukanya tidak sabaran, mereka seperti tidak tahu malu karena lupa bahwa di ruangan tersebut ada dua orang yang sedang mereka sembunyikan.

__ADS_1


Puk!


"Mommy, kenapa mata Ziel ditutup?"


"Kita tidak boleh melihatnya, Boy."


"Tapi, Mom, hidung Ziel jadi gatal, Ziel mau bersin."


Jennie sudah ingin buka suara, tetapi sepertinya terlambat.


Hatchi!


Deg!


Ken dan Zoya saling tatap. "Suara siapa itu?" Kompak keduanya sambil mengedarkan pandangan ke sudut-sudut ruangan.


*


*


*


Hoa hoe.


Yang kemaren nyalahin Mommy Njoyyy sungkem lu pada 🤣🤣🤣

__ADS_1


Dan jangan lupa vote Babang Aneeq supaya cepet ketemu semangkanya 😍🍉🐍


__ADS_2