
...🍉UNDANGAN TERBUKA UNTUK READER SEMANGKA DAN ANACONDA🍉...
Setelah acara lamaran itu, mereka sepakat untuk mendahulukan pernikahan antara Aneeq dan Jennie. Baru setelah itu El dan Caka. Karena walau bagaimanapun Aneeq adalah putra sulung dari Ken dan Zoya.
Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Undangan telah tersebar luas ke seluruh penjuru kota. Acara sakral tersebut diadakan di salah satu gedung hotel ternama. Semua pernak-perniknya juga terlihat mewah, karena Aneeq memesan paket terlengkap dan termahal untuk pernikahannya.
Pagi tadi Aneeq sempat melihat Jennie bersama dengan Ziel. Namun, karena dilarang bertemu Aneeq tak menghampiri wanita cantik itu, padahal dalam hati sudah ada rindu yang menggebu-gebu.
Di ruangannya, Aneeq terlihat gagah dengan balutan jas berwarna hitam pekat. Dia terus memperhatikan pantulan wajahnya di depan cermin, meyakinkan diri bahwa penampilannya telah sempurna.
Aneeq tersenyum tipis, membuat wajahnya terlihat semakin tampan. Tidak bisa bohong debaran di dadanya begitu dahsyat, hingga membuat dia sedikit merasa nervous.
"Cih, bisa-bisanya aku deg-degan," gumam pria itu sambil berdecih, Aneeq merapikan rambutnya dengan sisiran tangan. Sekali lagi dia melihat pantulan tubuhnya. Benar-benar terlihat sempurna. Dan akan semakin sempurna saat ia berhasil menjadi suami dari Jennifer Lawrence. Si pemilik semangka.
Sementara di luar sana, ketiga pria dewasa tengah mengendap-endap. Mereka mulai membagi tugas saat sampai di depan sebuah kamar. Di mana sang pengantin pria berada. Bee dan Choco berdiri untuk mengawasi situasi. Sorot mata beralih ke kanan dan ke kiri, hingga mereka kompak mengangkat jempol. "Aman!"
De yang ditugaskan untuk melakukan aksi gila dari saudara kembarnya langsung bergerak gugup. Dia melangkah nyaris tanpa suara karena tak mau membuat seseorang di dalam sana merasa curiga.
Klek!
__ADS_1
Suara itu terdengar sangat pelan. Ketiganya langsung menggerakkan tangan tanda 'yes' lalu saling menatap dan turun ke bawah. Sampai tangga terakhir, ketiganya tertawa sambil memegangi perut mereka.
"Idemu benar-benar gila, Bee!" ucap Choco dengan gelak tawa membahana.
"Tapi bagus, kita akan lihat seberapa besar kekuatannya. Aku tebak pintu kamar hotel itu akan rusak dalam beberapa kali tarikan saja," timpal De, pria yang jarang sekali tertawa itu terkekeh kecil. Membayangkan amukan Aneeq, saat menyadari tingkah usil saudaranya.
"Haha, aku ada ide lebih gila lagi. Tunggu sampai mereka sah," ucap Bee dengan tawa mengejeknya. Dia mengajak Choco dan De kembali bergabung dengan yang lain, supaya sang ratu ular tidak curiga.
Beberapa saat kemudian, suara pembawa acara mulai menggema mengisi ballroom hotel itu. Susunan acara sudah berada di tangannya. Ia menyapa semua orang, lalu menginformasikan bahwa acara sakral akan segera dimulai.
Sang pembawa acara memanggil pengantin pria untuk mengisi tempat yang sudah disediakan, untuk pengucapan ikrar janji suci di hadapan Tuhan. Namun, sampai beberapa saat dipanggil tidak ada tanda-tanda kehadiran Aneeq.
Zoya melihat sekeliling, dan wanita itu benar-benar tidak melihat putranya. Padahal sebelum turun ke bawah, ia sempat ke kamar Aneeq, dan pria itu tengah bersiap-siap.
"I don't know, Baby. Sepertinya ada masalah," jawab Ken menebak. Karena batang hidung sang anak tidak terlihat sama sekali, ia malah melihat ketiga putranya yang lain tengah terkekeh-kekeh kecil, seolah santai saja, menyadari bahwa Aneeq belum muncul juga.
Ken merasa curiga.
Sementara di kamarnya. Aneeq terus berusaha membuka pintu yang terkunci itu. Ia sampai berkeringat karena sedari tadi belum berhasil juga. "Sialan! Siapa yang berani mengunciku?" Maki Aneeq sambil menarik paksa knop pintu dengan seluruh tenaganya.
"Argh!"
__ADS_1
Nafas Aneeq terdengar memburu, dengan tangan yang sedikit kebas. Belum juga malam pertama. Ia justru harus mengeluarkan banyak tenaga. Aneeq tak menyerah, dia mencari benda yang sekiranya bisa merusak pintu, hingga dia menemukan sebuah pemecah kaca jendela.
Tanpa pikir panjang, Aneeq meraih benda tersebut. "Awas saja kalau tidak bisa membantuku! Kubuang kau keluar jendela!" Cetus Aneeq lalu melangkah kembali ke arah benda persegi panjang itu.
Aneeq memukulkan benda itu pada knop pintu, dia tidak peduli pada kerusakan yang terjadi, yang jelas dia harus keluar untuk menikah dengan Jennie. Sayup-sayup suara pembawa acara memanggil sang pengantin wanita, menandakan acara janji suci itu sudah di depan mata.
"Ah, sial! Aku malah berkeringat seperti ini," gumam Aneeq sambil berusaha keras, hingga dalam tarikan yang terakhir Aneeq berhasil membuka pintu itu dengan paksa.
Dia hendak melangkah, tetapi tersendat karena kehadiran ayahnya yang begitu tiba-tiba.
"An," panggil Ken terkejut melihat tampang sang anak yang dipenuhi peluh.
Aneeq ngos-ngosan dan terus menelan salivanya. "Ada yang mengunci aku, Dad."
Ken semakin melongo mendengar penuturan Aneeq. Dia sudah curiga pasti ketiga anak kembarnya yang mengunci si sulung. Benar-benar mereka ini yah, perlu diberi pelajaran!
"Ya sudah cepat, calon istrimu sudah menunggu," ucap Ken sambil menepuk bahu Aneeq. Pria tampan itu mengangguk, mereka langsung berlari ke bawah dan menemui semua orang. Bahkan Aneeq tidak peduli pada wajahnya yang sedikit berantakan.
Deg!
Begitu sampai bawah, Aneeq langsung terperangah melihat Jennie yang begitu cantik dalam balutan gaun pengantin berwarna putih, sementara kepalanya dihias dengan tiara.
__ADS_1
Ratu Semangkaku.