
Hari itu, sepulang dari butik El kembali menyambangi kantor kakak sulungnya. Padahal sebentar lagi jam kantor telah habis, dan Aneeq pun akan segera pulang ke rumah. Namun, itu semua tak menyurutkan langkah wanita cantik itu, dia terus tersenyum sumringah, karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Caka.
Tepat, saat dia baru saja masuk ke dalam lobby perusahaan. Ternyata Aneeq bersama dengan sang asisten sudah turun, Aneeq tampak menggandeng tangan seorang wanita yang kala itu El temui. Sementara Caka mengekor di belakang.
Langkah El semakin lebar dengan bola mata yang berbinar. Tanpa segan dia langsung menghambur memeluk lengan Caka. "Kak Caca." Panggilnya seraya merekatkan diri seperti ulat bulu yang menempel pada dedaunan.
Sontak saja hal itu mencuri perhatian Aneeq dan Jennie. Mereka menoleh ke belakang sebentar, lalu Jennie kembali berusaha melepaskan genggaman tangan Aneeq, karena dia merasa tak enakan dengan semua mata karyawan. "An, lepaskan aku. Aku benar-benar tidak enak dengan yang lain." Bisik Jennie, tetapi Aneeq tidak peduli.
"Apa yang kamu pikirkan? Mereka tidak akan berani bicara macam-macam, terlebih tentang kita," balas Aneeq seraya menyeret tangan Jennie untuk sampai di basemen.
Sementara yang di belakang sana, Caka pun berusaha untuk melepaskan diri dari lilitan ular betina satu ini. Setiap melihat El, entah kenapa dia teringat akan kejadian malam itu. Ada rasa bersalah, senang dan juga kesal. Merasa bersalah karena hampir melecehkan wanita pujaannya, senang karena dapat bercumbu dan menikmati waktu berdua, tetapi juga kesal karena sepertinya El tidak ingat apapun tentang mereka.
"Nona, tolong jangan seperti ini," ucap Caka berusaha menghindar, tetapi El semakin memeluk lengan kekarnya erat. Dan hal itu malah membuat tubuh Caka seperti tersengat.
"Tidak mau lepaskan, aku lupa di mana basemen jadi harus pegangan," ucap El dengan asal. Padahal di depan sudah ada Aneeq dan Jennie yang menuntun jalan.
"Nona, kamu bicara apa? Ada Tuan An dan Nona Jennie di depan."
Bibir El mengerucut.
"Kak Caca kenapa cerewet sekali sih? Minta dicium yah?"
Eh! Dasar, wanita satu ini, mulutnya seperti tidak memiliki filter sama sekali. Andai El ingat kejadian waktu itu, apa El akan merasa senang? Karena mereka sempat berciuman?
Caka hanya bisa menghela nafas panjang dan mengalah. Kakak beradik ini benar-benar tidak ada bedanya. Suka sekali memaksa. Ya, walaupun tak dipungkiri kalau ternyata Caka pun suka.
__ADS_1
Melihat Caka yang akhirnya diam, El pun cekikikan. Merasa bangga karena bisa membuat Caka tak lagi membantah ucapannya. Dan pria itu hanya bisa tersenyum tipis, nyaris tak terlihat oleh wanita yang ada di sampingnya.
Sampai di mobil, Caka berniat membukakan pintu terlebih dahulu untuk El, tetapi saat dia mencoba menarik handle, ternyata pintu tersebut terkunci dari dalam.
Jennie langsung gelagapan, saat mendengar suara pintu yang sedang berusaha dibuka. Dia mendorong dada Aneeq dengan sekuat tenaga, hingga pertautan mereka terlepas. "An, itu mereka!" Cetus wanita itu dengan mata yang melebar sempurna.
Lain dengan Jennie, Aneeq malah bersikap begitu santai, dia menjilat sisa salivanya, lalu mengusap bibir Jennie yang masih tampak memerah. "Tenanglah, apa yang kamu khawatirkan, Jen? Kubilang mereka tidak akan tahu apa yang kita lakukan."
"Tapi, An_"
"Kecuali kamu memang memberitahunya," potong Aneeq, membuat Jennie mendengus, pria ini pemaksa sekali, tetapi anehnya dia malah suka. Aneeq terkekeh kecil, lalu mencubit dagu Jennie.
"Sudah jangan marah-marah, nanti kita lanjut lagi nyicil semangkanya, sambil kenalan sama Anaconda."
"An!!!" pekik Jennie, semakin membuat Aneeq gemas. Andai tidak ada El dan Caka, pasti sedari tadi dia sudah mendapatkan asupan bergizi dari sekretaris seksinya.
Blush!
Pipi calon janda itu langsung memerah, Jennie melengos menghindari tatapan mata Aneeq. Dan pria itu malah semena-mena, dengan mengusakkan wajah di dada Jennie. "Gemes, pengen makan kamu."
Mendengar itu, tanpa segan lagi Jennie langsung memukul pusat tubuh Aneeq, hingga membuat pria tampan itu menjerit. "Aaa, My Jennie Oh Jennie, kenapa kamu suka sekali memukul milikku, kalau tambah besar bagaimana, apa milikmu nanti tidak apa-apa?"
"ANEEQ!"
Suara teriakan itu sampai ke telinga El dan Caka, keduanya saling pandang, lalu tiba-tiba El menyeletuk. "Cih, pasti mereka sedang berbuat mesuum! Tahu begitu, kita juga mesumm-mesumman dulu."
__ADS_1
Eh!
*
*
*
Satu kata untuk dua anak uler ini 🤣🤣🤣
Besok ngothor mau adain give away yah. Siapkan komentar terbaik kalian di penghujung bulan April ini, berupa kesan pesan selama baca nupel "MY SEXY SECRETARY"
Caranya : (Ketik komentar)
#Giveaway
#AnacondaDoyanSemangka 🍉🐍
Dan jangan lupa follow akun sosmed ngothor.
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia
Lima pemenang nanti ngothor kasih jajan. Besok ngothor tunggu keantusiasan kalian ❤️❤️❤️
__ADS_1
Salam anu 👑