My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 46


__ADS_3

**Disarankan habis buka**


Dan jangan lupa pencet-pencet


***


Setelah kepergian Bee, Aneeq langsung menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan. Dia menyuruh Jennie untuk mendekat menggunakan jarinya, dan wanita itu pun patuh.


Jennie berdiri tepat di depan tubuh Aneeq, berdiri dengan jarak aman.


"Jangan sekali-kali kamu menghubunginya, kalau ada apa-apa tanyakan padaku, nanti biar itu semua menjadi urusanku dengannya," ujar Aneeq, sudah gelisah sendiri memikirkan Bee yang berniat mendekati Jennie.


Namun, bukannya mengiyakan Jennie justru bertanya. "Kenapa? Bukankah lebih mudah jika aku yang menghubunginya?"


Aneeq mengangkat kepala, menatap wajah Jennie lalu pandangannya turun, pada kedua benda yang menyembul dibalik kemeja kerja wanita itu. Aneeq mendesaah kecil.


"Sudahlah, Jen. Turuti saja apa kataku, maka semua urusanmu akan beres," ucap Aneeq yang akhirnya membungkam mulut Jennie.


Wanita itu mengangguk kecil, mengiyakan saja ucapan Aneeq. Tujuannya memang hanya itu, jadi dia tidak banyak bertanya.


"Ya sudah, kalau begitu siapkan berkas kerja sama dengan Tuan Hansel, kita akan berangkat ke luar kota sekarang," pinta Aneeq, dia melangkah ke arah meja kebesarannya.

__ADS_1


"Berapa lama kita akan berada di sana, Tuan?" tanya Jennie, dia takut kalau sampai menginap, dan meninggalkan Ziel bersama Elly. Dia takut sewaktu-waktu Michael datang, dan membawa putranya.


"Tidak, kita langsung pulang. Memangnya kenapa? Kamu mengkhawatirkan Ziel?" tebak Aneeq, dan Jennie langsung mengangguk dengan raut sendunya.


"Tenang saja, kalau pun menginap aku akan menyuruh beberapa bodyguard untuk menjaganya," sambung pria tampan itu, membuat Jennie kembali tersadar akan ucapan Aneeq pagi itu, Aneeq benar-benar tulus menyayangi Ziel.


Jennie mengulum senyum tipis, kali ini tanpa paksaan, dan semua itu terlihat sangat manis di mata Aneeq, lagi-lagi perasaan aneh muncul, membuat sebuah pergolakan di dalam batinnya.


Aneeq semakin dibuat kagum, penasaran, hingga menurunkan kadar keegoisan dirinya yang hanya ingin menikmati sesuatu, yang ada pada diri wanita itu.


Ah, sial! Dari pertama Jennie memang sudah mencuri perhatiannya, tetapi akan sangat lucu, jika seorang pemain seperti dirinya memiliki rasa menggelitik, dengan keposesifan yang nyata.


Setelah Jennie menyiapkan berkas-berkas yang Aneeq butuhkan, mereka langsung meluncur ke luar kota, bersama dengan Caka yang duduk di belakang kemudi.


Hingga akhirnya mereka masuk kawasan kota yang menjadi tujuan, ternyata hujan turun dengan lebat, membuat perjalanan itu terpaksa dihentikan, karena pandangan Caka kabur dengan air yang terus menerjang mobilnya.


Sementara Jennie tidak sadar sekitar, dia justru terlelap karena tidak tahu lagi harus dengan apa dia menikmati perjalanan itu.


Aneeq menoleh ke samping, menatap Jennie yang tertidur dengan memeluk tubuhnya sendiri. Bibir Jennie yang sedikit tebal dengan lipstik yang pas terlihat sangat seksi, sementara dinginnya AC juga udara di sekitar mereka membuat hasrat Aneeq tiba-tiba bangkit seketika.


"Haish, bisa tidak bangunnya nanti saja? Aku belum mendapatkan semangka," gumam Aneeq seolah tengah bicara dengan si Anaconda.

__ADS_1


Namun, sepertinya benda besar nan panjang itu tidak peduli, dia terus menggeliat, sementara Aneeq merasakan kepala Jennie yang jatuh di bahunya.


"Shh, kenapa dingin sekali?" Wanita itu bergumam sambil menggosok-gosok tangannya di kedua lengan.


Aneeq bisa tahu kalau Jennie pun kedinginan. Akan tetapi bagaimana nasib ularnya, sementara Jennie terus mengusak-ngusak, memancing hasrat Aneeq untuk bangkit lebih besar lagi.


Ck, sialan!


Di depan sana, Caka bisa melihat kegelisahan di wajah tuannya. Namun, dia tidak bicara apa-apa.


Akhirnya Aneeq membuka jas, memakaikannya di tubuh Jennie, agar wanita itu tidak terlalu kedinginan. Namun, entah sebuah keberuntungan atau apa. Tangan Aneeq justru tak sengaja menyentuh salah satu buah kesukaannya.


Glek!


Pria itu langsung menelan ludah. Berpikir keras, antara melanjutkan kegilaannya atau duduk dengan tenang, sementara otaknya terus memikirkan semangka.


"Jen, maafkan aku, aku hanya minta sedikit, tidak lebih," putus Aneeq akhirnya, seraya memulai aksi nakalnya.


*


*

__ADS_1


*


Lu ngapain, Bang😩😩😩


__ADS_2