My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
Anaconda #12


__ADS_3

Aneeq membuka nasi kucing yang Jennie inginkan, nasi yang diisi dengan campuran lauk pauk, tetapi memiliki porsi yang sangat sedikit, mungkin jika dia yang makan cukup dua suap langsung habis. Dan itulah alasan mengapa nasi di pedagang angkringan dinamakan nasi kucing.


"Buka mulutmu!" titah Aneeq, dia sendiri yang menyuapi Jennie, sementara wanita itu memegang sate telur puyuh di tangannya.


Patuh, Jennie langsung membuka mulut dan menerima suapan dari suaminya. Dia mengunyah dan mulai merasakan kenikmatan dari nasi kucing yang dibeli Aneeq.


"Enak, An. Kamu harus mencobanya." Satu telur puyuh Jennie lahap, lalu menyodorkannya ke arah mulut Aneeq. Mau tidak mau, calon ayah itu menarik satu telur dengan giginya.


"Bagaimana? Enak 'kan?"


"Iya enak, Sayang. Sudah cepat habiskan, supaya kita cepat pulang," timpal Aneeq, kembali mengisi mulut Jennie. Wanita hamil itu menganggukkan kepala, padahal sebelumnya dia sudah makan banyak, tetapi entah kenapa hampir masuk tengah malam dia mendadak lapar.


Akhirnya dua bungkus nasi kucing, beserta tetekk bengekknya sudah tandas tak tersisa. Aneeq membuka botol minum yang selalu tersedia di dalam mobilnya, lalu memberikannya pada Jennie.


"Kita pulang ya, Sayang. Kamu kan sudah makan banyak," ucap Aneeq sambil mengelus perut istrinya. Tak ketinggalan dia juga memberikan kecupan singkat, hingga membuat Jennie mengulum senyum.


Dia mengembalikan botol pada Aneeq, dan berganti sebuah sapuan lembut di bibirnya. Sebab Aneeq tengah mengelap mulut Jennie menggunakan tisu.


"Sudah kenyang 'kan?"

__ADS_1


Jennie bersendawa kecil, lalu terkekeh sambil menutup mulutnya. "Sudah, Sayang. Terima kasih yah sudah mau menuruti keinginanku terus."


"Selagi bisa, apapun itu akan aku lakukan, Sayang."


Jennie mengalungkan tangan di leher Aneeq, dia menghadiahkan ciuman di bibir pria tampan itu. Aneeq membalasnya dengan sedikit lumaatan memabukan dan sapuan lembut di pangkal paha wanita itu.


Mereka berpaut, menciptakan decak nyaring penuh kenikmatan. Pengecap rasa itu saling berbagi saliva, seperti tidak ada kata bosan. Hingga nafas mereka terengah, menyapu wajah dengan masing-masing, Aneeq menarik diri lebih dulu.


"Kita lanjutkan di rumah. Posisi di mobil tidak akan bagus untuk baby kita," ucap Aneeq yang mana membuat Jennie mencebikkan bibir. Dia memukul dada Aneeq, lalu duduk dengan tenang di kursinya.


Pria itu hanya bisa terkekeh, merasa gemas dengan tingkah Jennie, yang sedang malu-malu. Aneeq menjawil dagu ibu hamil itu, seraya berkata. "Kalau sudah di ranjang, ganasnya ngalah-ngalahin singa betina."


Kekehan Aneeq berganti tawa, pria itu mengusap puncak kepala Jennie dan meninggalkan kecupan di sana.


"Iya-iya, Sayang. Aku tidak akan menyebutmu seperti itu, kamu tetaplah My Jennie Oh Jennieku, bukan singa betina." Aneeq menahan senyum, lalu menyalakan mesin sambil melirik Jennie yang misuh-misuh tanpa suara.


Kemudian membawa kendaraan roda empat itu bergerak membelah jalan raya untuk pulang ke rumah. Kali ini Jennie benar-benar tak mengeluarkan suara, sampai di pertengahan jalan akhirnya wanita hamil itu tertidur, mungkin akibat kekenyangan.


Melihat itu Aneeq tersenyum tipis, dia merubah posisi kepala Jennie yang terlalu miring, takut leher wanita itu akan sakit.

__ADS_1


Dia terus melajukan mobil itu dengan tenang, hingga akhirnya mereka sampai di mansion. Jennie sudah terlihat sangat pulas, hingga Aneeq tak tega untuk membangunkannya.


Alhasil pria itu berusaha untuk mengangkat tubuh istrinya, meski bobot tubuh Jennie sudah cukup berat. "Ini resiko memiliki istri bertubuh seksi, An. Kamu harus kuat."


Pria itu mengecup bibir Jennie sekilas lalu mulai melangkah masuk ke dalam. Menapaki satu persatu anak tangga dengan nafas terengah, hingga helaannya terasa menampar wajah Jenniez dan membuat wanita hamil itu terbangun.


"An, kita sudah sampai?" tanya Jennie sedikit menyipit.


"Iya, Sayang, kamu tidur sepanjang perjalanan."


"Ah iya, itu karena aku sangat mengantuk. Eh tapi, kamu beli es krim yang aku mau 'kan, An?"


Glek!


Aneeq langsung meneguk ludah dan menghentikan langkahnya.


"Jangan bilang kamu lupa!"


Mati aku.

__ADS_1


__ADS_2