My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
Cacing Alaska #9


__ADS_3

Keguguran.


Satu kata itu menghantui pikiran El saat tubuhnya diletakan di atas brankar dan didorong masuk untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.


Air mata wanita itu merembes, sementara kedua tangannya terus memeluk perutnya erat-erat. Tempat buah cintanya dengan Caka tengah berkembang, tetapi setelah insiden tak terduga itu, entah bagaimana nasib janin kecil itu sekarang.


"Kumohon selamatkan anakku," ucap El dengan bibir yang bergetar hebat, saat pintu ruangan ditutup.


Sedangkan di luar sana, Lily tak kalah khawatirnya. Dia mencoba menghubungi Caka, tetapi tidak ada jawaban apapun, sebab pria itu sedang rapat bulanan dengan para pemegang saham.


"Aduh, bagaimana ini?" gumam Lily seraya menggigit kuku jarinya. Dia mondar-mandir dan tak menyerah untuk menghubungi keluarga El, tetapi sampai 5 kali dia membuat panggilan, suami nonanya tidak menjawab satu pun panggilan itu.


"Lebih baik aku hubungi rumahnya saja."


Kini Lily berganti menghubungi telepon rumah El, agar keluarga wanita itu tahu, bahwa El masuk rumah sakit. Pikiran Lily cukup kacau, sebab dia takut sang Nona kenapa-kenapa.


Hingga tak berapa lama kemudian, terdengar suara seorang pria di ujung sana. Dan ternyata itu adalah Ken, yang saat itu mendengar telepon berdering di ruang keluarga.


"Halo, dengan siapa?"


Ludah Lily terasa tercekat, dia berusaha untuk tenang dengan menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.


"Halo, Tuan, ini saya Lily, asisten Nona El."


Ken mengernyit.

__ADS_1


"Iya, ada apa? Bukankah El sudah datang ke butik?"


"Iya, Tuan, tapi—" Lily benar-benar tak bisa menyembunyikan kecamasannya. Dia bahkan menangis, karena tahu bahwa El sedang mengandung.


"Katakan ada apa sebenarnya," ujar Ken dengan nada yang sedikit keras, dia sangat tidak suka basa-basi terlebih tentang kabar penting.


"Nona El terpeleset, Tuan, dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit dekat butik."


Mendengar itu, Ken langsung membulatkan kedua matanya. El terpeleset sampai masuk rumah sakit? Apa bisa separah itu?


"Baik, kalau begitu aku akan segera ke sana? Apa kamu sudah menghubungi Caka?"


"Sudah, Tuan, tapi sepertinya beliau sedang sibuk."


"Ya sudah, biar saya dan Nyonya Zoya yang menjemput El."


"Baby!" teriak Ken, seraya menapaki anak tangga, tetapi ternyata Zoya berada di dapur sedang mengiris buah.


"Aku di sini, Sayang," jawab Zoya tak kalah berteriak, hingga akhirnya Ken bisa mendengar suara istrinya. Dia kembali turun ke bawah, dan langsung menunjukkan raut cemas di hadapan Zoya.


"Baby, kita harus ke rumah sakit sekarang."


"Lho siapa yang sakit, Dad?"


Zoya tampak sedikit terkejut saat Ken tiba-tiba menarik tangannya.

__ADS_1


"El masuk rumah sakit, Sayang. Caka tidak bisa dihubungi sepertinya dia sedang sibuk," jelas Ken, seraya memimpin langkah.


"Hah, El masuk rumah sakit? Dia kenapa, Hubby?"


"Kata asistennya dia terpeleset, mungkin jatuhnya cukup keras, makanya dia sampai di rumah sakit."


"Astaga, ya sudah kita ke sana sekarang. Hubby bawa mobilnya jangan terlalu kencang, pasti El sudah ditangani," ujar Zoya, mengingatkan suaminya. Sebab dia tahu bagaimana khawatirnya Ken terhadap putri kesayangannya itu.


"Iya, Baby," balas Ken singkat, mereka masuk ke dalam mobil, dan Ken langsung membawa kendaraan roda empat itu ke jalan raya.


Hingga tak berapa lama kemudian, keduanya sampai di rumah sakit yang Lily maksud, Ken langsung berlari ke meja administrasi, untuk bertanya di mana ruangan El. Setelah tahu, dia kembali menggadeng tangan Zoya, dan berjalan tergesa menyusuri lorong-lorong menuju ruangan putrinya.


Sumpah demi apapun, dia sangat khawatir dengan keadaan El. Dia takut wanita itu kenapa-kenapa.


Begitu mereka sampai, seorang suster baru saja keluar. Ken langsung menghentikan wanita yang memakai seragam serba putih itu, lalu bertanya. "Bagaimana keadaan putri saya?"


Sementara di sampingnya, Zoya memeluk lengan Ken erat.


Suster itu tersenyum tipis. "Nona El hampir saja keguguran, Tuan. Tapi kalian patut bersyukur, karena janinnya kuat dan posisi jatuhnya tidak terlalu beresiko. Jadi, kandungan Nona El masih bisa selamat."


Deg!


Jantung Ken seperti ingin merosot.


"Hampir keguguran?"

__ADS_1


***


Wkwk gue udah takut sama amukan kalian🤣🤣🤣 apalagi ada yang ngancem bawain parang, jadi ya gue cari aman lah🤣🤣


__ADS_2