
"Jangan pernah menyebut nama pria manapun, aku tidak mengizinkan nya," ucap Zayn cemburu karena Ovia memanggil Robert dengan akrab, Ovia mengangguk pelan lebih baik turuti saja dulu pria itu pikirnya.
Sekarang Zayn dan Ovia makan siang bersama disebuah restoran mewah awalnya Zayn menolak tapi dengan seribu rayuan dan sebuah ancaman barulah Zayn mau makan diluar.
Pasalnya Ovia mengancam Zayn kalau dia akan menggunakan pakaian yang sangat seksi untuk kerja besok, Zayn benar-benar tidak suka kalau Ovia menggunakan pakaian yang terbuka walau sedikit saja.
Zayn dan Ovia memesan menu yang sama dan minuman yang sama juga mereka berdua menikmati makan siang dengan obrolan santai.
"Zayn nanti malam aku mau berkumpul dengan sahabat ku!" seru Ovia kepada Zayn.
Zayn langsung menatap Ovia. "Tidak, kau tidak boleh kemana-mana," ucap Zayn tegas.
"Tapi Zayn aku sudah lama tidak bertemu mereka!" ucap Ovia memelas.
__ADS_1
"Aku bilang tidak ya tidak!" seru Zayn tidak ada bantahan.
Ovia menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kau tidak bisa terlalu mengekang diriku Zayn!" bentak Ovia akhirnya wanita itu benar-benar kesal karena Zayn selalu melarangnya melakukan banyak hal sedangkan dia dulu wanita yang tidak suka diatur tapi semenjak bertemu dengan Zayn dirinya benar-benar dibawah kendali pria itu.
Zayn menatap tajam Ovia tapi Ovia juga tidak kalah tajam menatap nya, Zayn akhirnya menghembuskan nafasnya dengan pelan kemudian dia menarik kursi Ovia untuk dekat dengan nya, dia menggenggam tangan Ovia dan mengelus-elus punggung tangan wanita itu.
"Kau tidak akan tahu betapa aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu, bahkan aku benar-benar berpikir untuk mengikatmu disisiku agar kau tidak pernah jauh dariku, bahkan setiap mengantar mu pulang dan berpisah dengan mu aku merasa tidak rela," Zayn mencium punggung tangan Ovia dan menjeda ucapannya.
Ovia yang mendengar isi hati Zayn dan keluhan pria itu benar-benar membuat dia tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak tahu kalau Zayn begitu mencintainya dan pria itu juga terlihat sangat takut kehilangan dirinya, dia berpikir apa sepenting itu dirinya di hati pria itu.
Ovia akhirnya memeluk Zayn karena dia cukup terharu mendengar pengakuan Zayn itu dan dia juga merasakan ada perasaan tenang dihatinya mendengar ucapan Zayn tadi.
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu dan berpaling pada siapa pun," ucap Ovia.
Zayn melepaskan pelukan Ovia dan dan menangkup kedua pipi Ovia dia menatap dalam mata wanita itu. "Kau janji tidak akan pernah meninggalkan ku?" tanya Zayn serius.
"Iya aku janji tidak akan meninggalkanmu dan akan selalu bersama mu," ucap Ovia penuh keyakinan.
Zayn pun langsung memeluk Ovia dan mengecup keningnya sekilas. "Thank you, thank you baby i love you so much," ucap Zayn seraya memeluk erat wanitanya itu.
Lalu kemudian dia menatap wajah Ovia kembali. "Tapi aku tetap tidak mengizinkan mu pergi dengan sahabat mu!" ucap Zayn.
"Zayyyn!" rengek Ovia.
"Baiklah, baiklah tapi kau harus menghubungi ku nanti!" seru Zayn dan mencium puncak kepala Ovia wanita itu pun mengangguk pelan dan tersenyum.
__ADS_1
Bersambung~~~
Happy reading tolong dukungannya ya.