
Plak!
Setelah mendengar pengakuan Aneeq, tiba-tiba tangan Jennie melayang dan menampar pipi pria tampan itu. Aneeq terperangah, dia menganga dengan tatapan yang terus menghunus ke pijakan mobil. Bukannya merasa terharu, Jennie malah menghajarnya?
"Jen_"
"Dasar pria mesum! Kamu itu benar-benar mesum, An. Katakan kapan kamu melakukannya?" tukas Jennie, memotong ucapan Aneeq, awalnya dia memang merasa terharu, begitu tahu bahwa hanya ia satu-satunya wanita yang diajak menikah oleh Aneeq.
Namun, saat sadar Aneeq pernah menggerayanginya secara diam-diam. Tiba-tiba Jennie merasa kesal, kapan? Dan di mana pria itu melakukannya? Dasar bejatt!
Jennie terus memukuli tubuh Aneeq, dan pria itu tidak diam saja, Aneeq menghalau setiap gerakan tangan langsing milik Jennie dan membuat sebuah tameng.
"Katakan, An! Kapan dan di mana kamu melakukannya?" pekik Jennie dengan mata yang melotot, pikirannya seketika terbang ke mimpi malam itu. Apa sebenarnya, Aneeq pernah melakukannya juga?
Hih! Kenapa dia tidak ingat sama sekali sih?
"Jawab, An!" desak wanita itu, sementara tangannya tak mau diam.
"Sakit, Jen. Kalau mau pukul, pukul saja pakai semangka, aku pasti ikhlas dipukuli juga," jawab Aneeq nyeleneh, membuat Jennie merasa begitu geram.
Wanita itu mendelik, dan semakin mengeraskan pukulannya. "Kamu itu benar-benar yah!"
"Benar-benar apa, Sayang? Kamu yang KDRT lho, kok aku yang disalahkan?"
"Aneeq!!!" teriak Jennie, sampai membuat telinga Caka ikut berdengung. Untung gendang telinganya tak sampai pecah dan tak membuyarkan fokusnya.
Bersamaan dengan itu, Aneeq langsung menggunakan kesempatan untuk menyumpal mulut Jennie, Jennie semakin melebarkan kelopak matanya dan dibuat gelagapan saat bibir Aneeq sudah mendarat dengan sempurna.
Hehe, strawberry dulu, semangka kemudian.
__ADS_1
"Kita coba reka ulang!" ucap Aneeq dengan penuh seringai.
*
*
*
Setelah menghabiskan waktu di jalanan, akhirnya mobil milik Aneeq terparkir di sisi jalan, dekat dengan rumah seseorang. Namun, bukan rumah miliknya, ataupun mansion milik keluarga Tan.
Melainkan rumah milik kedua orang tua Jennie. Setelah drama Aneeq yang penuh kegilaan, Jennie memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, karena tentang perceraian ini, mereka sama sekali tidak tahu, dan sekarang waktunya Jennie untuk mengungkapkan siapa Michael sebenarnya.
"Jen, apa aku perlu ikut?" tanya Aneeq, seraya memegang lengan Jennie, menahan wanita itu untuk turun dari mobil miliknya.
Jennie mengulum senyum, Aneeq memang selalu memposisikan dirinya, ia tahu Aneeq tengah berbicara serius. "Tidak, An. Biar aku yang jelaskan semuanya. Kalau kamu mau ke kantor, pergilah. Aku sangat berterima kasih untuk hari ini, dan untuk semuanya."
"Tapi_"
Mendengar itu, Aneeq pun mengangguk, paham dengan apa yang Jennie khawatirkan. Pria tampan itu mengukir senyum, lalu dengan cepat mencuri kecupan di bibir seksi Jennie. "Pergilah, aku akan menunggu di sini." Ucap Aneeq seraya melepaskan tangannya dan juga memalingkan wajah.
Membuat Jennie yang hendak memprotes langsung mengurungkan niatnya, akhirnya wanita itu pun keluar dari mobil Aneeq dan masuk ke dalam rumah.
Dan di sinilah ia sekarang, berhadapan dengan ibu serta ayahnya, Jennie menunduk merasa cemas dengan reaksi sang ayah yang memang terkenal sedikit garang.
"Bicaralah, apa yang terjadi di antara kalian!" ucap Christian—ayah Jennie. Pria paruh baya itu sedari tadi menelisik pergerakan putrinya yang terlihat gelisah, dan ia yakin ada sesuatu yang terjadi apalagi Jennie sampai tidak membawa Ziel ke rumahnya.
Jennie menarik nafas dalam-dalam, lalu menegakkan pandangannya. "Maafkan aku, Pa, Ma. Sebelumnya aku tidak jujur dengan kalian berdua. Aku—aku dan Michael, resmi bercerai hari ini."
Deg!
__ADS_1
Christian dan Marino langsung tersentak kaget, mendengar pengakuan putrinya. Mereka tidak salah dengar? Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa Jennie telah bercerai.
Jennie semakin menunduk dalam, merasa bersalah. Dia menutupi ini semua karena memang tidak mau membuat keduanya kepikiran.
"Apa masalah kalian? Apa kamu berbuat salah pada Michael?" tanya Marino.
Seketika air mata Jennie kembali luruh, dia menggeleng cepat dan mulai menceritakan titik permasalahannya dengan Michael. Sampai akhirnya dia memilih untuk berpisah dengan pria badjingan itu.
"Apakah kamu sudah mengecek kebenarannya?" tanya Marino lagi, ikut merasa sesak dengan pengakuan putrinya.
"Sudah, Ma. Dia berselingkuh di belakangku dan mengakui semuanya. Dia selalu memintaku kembali, tapi dia malah menyuruhku meninggalkan Ziel, apakah aku harus mengiyakan permintaan bodohnya itu? Aku tidak mau kehilangan anakku, Ziel adalah putraku, Ma."
Mendengar semuanya nafas Christian tiba-tiba tersengal-sengal. Marino yang melihat itu langsung mengambilkan suaminya minum agar Christian kembali tenang.
Sementara Jennie langsung memeluk tubuh sang ayah, dan mengucapkan kata maaf sebanyak-banyaknya.
"Maaf, Pa. Maafkan Jennie," ucap wanita itu sambil sesenggukan. Christian memegangi dadanya yang terasa sakit, begitu Marino datang pria paruh baya itu langsung menyambar air putih yang dibawa oleh sang istri, dan meminumnya hingga tandas.
Setelah itu, nafas Christian berangsur membaik. Dia menatap Jennie yang masih menangis dalam pelukannya. "Papa tidak akan menyalahkanmu, justru Papa merasa malu, karena ternyata ada pria yang tidak memiliki pendirian seperti itu. Pulanglah, bawa Ziel ke mari, aku akan bertanggung jawab atas kalian berdua."
Mendengar ucapan Christian, tiba-tiba Jennie langsung terdiam.
Pulang?
*
*
*
__ADS_1
Pulang kampung nggak tuh🤪