My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 58


__ADS_3

**Disarankan habis buka**


Malam itu Aneeq memutuskan untuk menginap di apartemen bersama dengan Ziel, Jennie dan juga Elly. Hanya ada dua kamar di sana, satu kamar digunakan oleh Elly, dan satu kamar lagi digunakan oleh ibu dan anak itu.


Sementara Aneeq yang awalnya ingin tidur di sofa, langsung diminta oleh Ziel untuk berbaring di sampingnya. Menjadikan bocah tampan itu berada di tengah-tengah.


Kali ini Aneeq benar-benar tidak mendapat penolakan. Jennie hanya terdiam, dengan wajah yang masih terlihat tegang, sementara Ziel sudah memejamkan matanya.


Rencana Aneeq untuk membodoh-bodohi wanita itu berhasil. Ini berkat ketiga saudara kembarnya, Elly dan juga Ziel. Mereka semua telah melakukan konspirasi sore itu, sebuah kesepakatan bila Jennie menolak penawarannya.


Ada rasa senang dalam hati Aneeq, tetapi dia merasa bersalah juga, karena Jennie terlihat sangat ketakutan. Aneeq memberanikan diri, mengulurkan tangannya untuk mengusap puncak kepala Jennie, hingga wanita itu mengangkat kepala dan menatap ke arahnya.


"Tidurlah, ini sudah malam. Besok tidak perlu bekerja, karena kita akan mengemasi barang-barangmu dan juga Ziel," ucap Aneeq dengan suara yang begitu lembut. Menatap manik kecoklatan itu dengan tatapan teduh, yang membuat hati Jennie tiba-tiba berdesir.


Wanita itu kembali merasa bersalah, karena sudah menuduh Aneeq dengan tuduhan yang tidak-tidak.


"Aku_"


"Kenapa? Kamu masih takut? Ada aku di sini, aku akan menginap, dan jangan khawatirkan apapun, aku tidak akan menyentuhmu jika kamu memang tidak mengizinkannya," jelas Aneeq, menjawab kerisauan yang terlihat jelas di mata Jennie.

__ADS_1


Wanita itu terdiam, kali ini Aneeq benar-benar memperlakukannya dengan penuh kelembutan, tidak ada lagi sikap kurang ajar. Jadi dia memutuskan untuk bersikap baik pula pada Aneeq.


Jennie mengangguk, rasanya tak kuasa untuk bicara. Hingga akhirnya dia mencoba memejamkan mata, dan sentuhan tangan Aneeq yang terus mengusap puncak kepalanya, menjadi satu-satunya alasan yang membuat dia merasa aman.


Pagi harinya.


Aneeq terbangun lebih dulu, dia memandikan Ziel, lalu membantu bocah tampan itu untuk bersiap-siap ke sekolah. Pagi-pagi sekali orang suruhannya sudah membawa baju seragam Ziel beserta perlengkapan lainnya.


Sementara Jennie masih berada di atas ranjang, meringkuk seperti kucing kecil yang kedinginan. Aneeq tersenyum melihat itu, pagi tadi dia sudah menyempatkan diri untuk mencium pipi Jennie, sebab dia selalu melakukannya sembunyi-sembunyi.


Seperti semalam saat Jennie sudah tertidur pulas, Aneeq malah mengingkari ucapannya untuk tidak menyentuh wanita itu. Karena nyatanya dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin, untuk merasakan semangka kesukaannya.


"Jen, kali ini aku benar-benar minta maaf, karena aku mengingkari ucapanku. Habisnya semangkamu terus menggodaku," gumam Aneeq malam itu, dan seperti mendapat jackpot besar, Jennie justru membusungkan dada, memudahkan Aneeq memuluskan rencananya.


Wanita itu diambang antara sadar dan tidak, dia seperti bermimpi, tetapi anehnya dia tidak menolak, dia justru menikmati setiap gerakan lidah Aneeq yang bermain di puncak dadanya.


"Eugh," lenguh Jennie, tetapi matanya senantiasa tertutup rapat, dia malah memeluk leher Aneeq, dan pria itu kembali melakukan serangan.


Aneeq merasa Jennie membalasnya, membuat kegiatan yang dia ciptakan semakin panas membara. Hasrat pria tampan itu terbakar, membuat tangan Aneeq tak tinggal diam, bergerilya ke tempat-tempat yang belum semestinya dia singgahi, dan bermain sesuka hati.

__ADS_1


Dua gundukan di bawah sana Aneeq usap dengan penuh kelembutan, hingga satu tangan itu berpindah semakin bergerak ke depan. Aneeq melebarkan kelopak matanya, saat satu jarinya menyentuh titik paling sensitif Jennie yang sudah basah.


Aneeq melepas susuannya dan meneguk ludah. "Jen." Bisik pria tampan itu, sambil menatap wajah sensual Jennie lengkap dengan kelopak mata yang terpejam. "Jen, apakah ini kode darimu?" Bisiknya lagi, tetapi Jennie tak memberi reaksi.


Aneeq yang sudah diselimuti kabut gairah, tak dapat berpikir lebih lama lagi, dia mengangkat satu kaki Jennie agar bertumpu di atas kakinya, membuka akses jalannya menuju nirwana dengan cara yang berbeda.


Awalnya Aneeq sedikit ragu, tetapi birahi yang ada di dalam tubuhnya mendorong untuk melakukan lebih. Aneeq menggeseknya pelan-pelan. Ya, hanya itu, dia tidak berpikir untuk menyetubuhi Jennie, bahkan di saat wanita itu tidak sadar.


Hingga tak berapa lama kemudian, mulut Aneeq menganga saat ia mencapai puncak nirwana tertinggi, baru kali ini dia berani mempertemukan Anaconda dengan sarangnya. Meskipun tidak masuk, tetapi Aneeq bisa merasakan sensasi yang lain, dan itu sangat luar biasa.


"Jen, bagaimana rasanya kalau kita menyatu? Jika begini saja aku merasa hampir gila," gumam Aneeq dengan nafas yang terdengar memburu.


Jennie memberi respon dengan mengerjap, tetapi detik selanjutnya wanita itu justru memeluk tubuh Aneeq erat, hingga pagi itu Aneeq terbangun lebih dulu.


*


*


*

__ADS_1


Diem-diem dulu ya, Bang🤪


__ADS_2