
Setelah mengemasi barang-barang milik Jennie dan juga Ziel. Aneeq mengajak wanita itu untuk bertemu Bee. Mereka akan membahas tentang bukti-bukti perselingkuhan Michael.
Karena kemarin Aneeq sudah membahasnya secara singkat, sebelum aksi kejahatan palsu itu. Dalam perjalanan menuju kantor Bee, Jennie senantiasa diam, rasanya tak kuasa untuk bicara setelah apa yang terjadi di antara mereka.
Belum lagi saat wanita itu membayangkan benda milik Aneeq yang menggantung di bawah sana. Dia merinding sendiri, saat pikirannya melalang buana, memikirkan benda tersebut memasuki dirinya.
Jennie sontak menggigit bibir bawah, lalu beringsut dari duduknya. Tiba-tiba merasakan sesuatu yang mengganjal. Padahal itu hanya bayangannya saja.
Dan semua itu tak lepas dari pandangan mata Aneeq. Pria itu senantiasa memperhatikan gerak-gerik Jennie yang terlihat masih memikirkan kejadian tadi, Aneeq tersenyum, perlahan-lahan dia akan membuat Jennie terkontaminasi.
"Jen," panggil Aneeq. Wanita itu langsung mengangkat kepala.
"Iya, Tuan," jawabnya dengan lirikan mata salah tingkah, bahkan demi menetralisirnya Jennie menggerakkan tangan untuk menyelipkan rambut ke belakang telinga.
"Berhentilah memanggilku seperti itu, Jen. Kita tidak sedang bekerja, kamu cukup memanggilku dengan nama," jelas Aneeq, tangannya memutar kemudi untuk berbelok arah.
Aneeq sangat suka saat Jennie memanggil namanya. Apalagi diiringi desaahan yang keluar dari bibir seksi itu. Rasanya dia ingin terus mengikat Jennie pada tiang kenikmatan yang dia ciptakan.
"Tapi_"
"Tidak ada kata tapi, kalau kamu memang menganggapku sebagai atasan, maka patuhilah perintahku. Panggil aku Aneeq!" potong pria tampan itu, membungkam mulut Jennie yang terus-menerus membantah.
Wanita itu menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Baiklah, An. Aku akan memanggilmu seperti itu," ujar Jennie akhirnya pasrah, Aneeq tersenyum lebar, satu tangannya menyempatkan diri untuk mengusak puncak kepala Jennie, tanda bahwa dia senang.
Begitu pun dengan Jennie, ternyata menerima Aneeq tidaklah buruk. Pria ini bahkan masih menerima keputusannya untuk tidak melakukan hal di luar batas mereka.
Hingga tak berapa lama kemudian, akhirnya mereka sampai di perusahaan yang menaungi nama Bee. Mereka langsung menuju meja resepsionis, di sini Aneeq bertindak layaknya klien biasa, dan melakukan prosedur yang semestinya.
Setelah diizinkan untuk naik ke atas ruangan sang adik, Aneeq langsung menggenggam tangan Jennie, mereka melangkah menuju lift, untuk sampai di ruangan Bee.
Hanya sekitar lima menit, Aneeq dan Jennie sudah berada di lantai yang sama dengan Bee. Pria tampan itu mengetuk pintu, dan Bee mempersilahkannya masuk.
Melihat siapa yang datang, Bee langsung melotot tajam. Teringat akan aksi semalam yang tiba-tiba berputar-putar. Bee bangkit dari kursinya, tanpa segan dia langsung meninju lengan Aneeq dengan keras.
"Dasar, sialan! Kami sengsara kamu malah enak-enakan!" cetus pria berkacamata itu dengan wajah tak ramah.
"Bee ...."
"Apa? Kamu mau memungkirinya kalau kamu tidak sengaja?" cetus Bee, membuat Aneeq mendelik. Karena rasa kesalnya, dia lupa kalau Aneeq membawa seorang wanita yang semalam mereka takut-takuti.
"Bee, ayolah!" Aneeq memberi kode dengan matanya yang melirik-lirik Jennie, wanita itu tampak bingung, karena tidak tahu apa yang sedang dibahas oleh Aneeq dan Bee.
"Ayo apa? Pokoknya aku minta kompensasi lima milyar! Dadaku sakit, karena ... hmppt!" Aneeq terpaksa menutup mulut Bee secara paksa, kalau tidak yang ada Bee akan terus mengoceh dan membuat Jennie jadi curiga.
"Mmm ... mmm ...." Bee berusaha untuk melepaskan tangan Aneeq dari mulutnya, tetapi sang kakak justru semakin menutup mulut ember itu dengan rapat.
__ADS_1
"Diamlah, brengsekk! Kamu akan merusak rencanaku. Kamu tidak lihat aku membawa siapa?" bisik Aneeq penuh penekanan. Seketika pandangan mata Bee beralih pada Jennie yang tersenyum kikuk, dan pada saat itu juga Bee tersadar.
Aneeq melepaskan tangan dari mulut adiknya, Bee langsung mengibas-ngibas tidak terima. "Sialan, tanganmu asin!" Makinya.
Aneeq tidak peduli, dia malah menarik tangan Jennie untuk duduk di sofa. Disusul oleh Bee yang senantiasa memasang wajah masam, karena dia masih merasa kesal.
Di sana, mereka membahas tentang beberapa bukti yang sudah berhasil Bee dapatkan dengan mengandalkan detektif yang dia sewa. Foto-foto mesra Michael bersama seorang wanita di sebuah rumah sakit.
Jennie hanya bisa menahan sesak, saat melihat foto-foto Michael dengan Lora. Dan Aneeq tahu akan hal itu. Penganut cinta itu buta memang sulit, pasti ujung-ujungnya sakit. Makanya dari dulu, dia tidak pernah percaya yang namanya cinta.
"Jen, kemarilah. Aku ada untukmu," ucap Aneeq seraya merentangkan tangan agar Jennie masuk ke dalam dekapannya. Tanpa menunggu waktu, Jennie langsung menghambur, memeluk Aneeq dan menelusupkan wajahnya di dada bidang pria tampan itu.
Sebentar lagi kamu akan resmi menjadi janda, itu artinya aku harus mempersiapkan diri lebih matang untuk makan semangka.
*
*
*
Siap-siap juga digetok Mommy Njoyyy 🤣🤣🤣
Jempol bergoyangnya jangan lupa, nggak goyang nggak asyik 💃💃💃
__ADS_1