My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 90


__ADS_3

Sepulang dari rumah keluarga Liem. Ken, Zoya dan El sudah ditunggu oleh empat pria yang menunggu di ruang keluarga, ruangan yang cukup dekat dengan pintu utama.


Suara deru mobil membuyarkan lamunan semua orang. An, Bee, Choco dan De langsung kompak berdiri, yakin sekali bahwa itu adalah mobil yang dikendarai oleh ayah mereka.


Seperti ingin menghadang seorang musuh, keempat pria dewasa itu berdiri tepat di ambang pintu.


Kening Ken mengernyit, saat ia keluar dari mobil dan melihat wajah penasaran keempat putranya. Mata mereka menyipit, dengan isi kepala penuh tanda tanya.


"Hei, kalian sedang apa di sini?" cetus Ken, memperhatikan satu persatu wajah putranya. Dia menggenggam tangan Zoya, ingin segera masuk, tetapi keduanya malah dihadang oleh pertanyaan Aneeq.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Dad? Mereka bilang El dalam masalah," ujar Aneeq menahan Ken agar tidak terburu-buru masuk ke dalam rumah.


"Tidak ada, semuanya sudah selesai, hanya masalah kecil," jawab Ken, dia kembali melangkah dengan menarik tangan istrinya, tetapi lagi-lagi langkah pria paruh baya itu terhenti, karena pertanyaan dari anaknya yang lain.


"Masalah apa, Dad? Bisa tolong jelaskan lebih rinci? Kita semua cemas lho," timpal De, dia melirik pula ke arah El yang senantiasa mengumbar senyum ceria. Dia pikir itu sangat aneh, orang terkena masalah kok malah terlihat bahagia, seperti menang undian berhadiah saja.


Ken menghela nafas, dia menoleh ke samping, Zoya mengangguk memberi izin agar Ken memberitahu semua anak-anaknya tentang masalah El dan Caka. Namun, sorot mata Zoya tak begitu ramah pada kehadiran Aneeq, bahkan ia sampai membuang wajah, seolah tak sudi melihat putra sulungnya.


"El dan Caka akan menikah," ucap Ken yang membuat semua orang terperangah. Keempat kakak beradik itu langsung mengangkat kepala dengan bolat mata yang hampir melompat dari sarangnya.


Tidak ada yang salah kan dari ucapan Ken? Atau telinga mereka yang tidak berfungsi dengan baik? El dan Caka akan menikah?

__ADS_1


"Dad, jangan bercanda!" cetus An, tak habis pikir kalau yang akan menikah lebih dulu adalah adik bungsunya. Bahkan tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba si Kutub Utara mencair begitu saja?


Ken memasang wajah serius. "Daddy tidak bercanda, dalam waktu dekat ini, pernikahan El dan Caka akan digelar. Kalian siap-siap saja merasa malu, sudah sukses, tampan, tapi masih belum memiliki pasangan. Cih, punya senjata kok dianggurkan." Cibir pria paruh baya itu, ia mengajak Zoya untuk masuk, kali ini tidak ada yang bisa menahan keduanya.


Sebab keempat pria tampan itu hanya menganga dengan tatapan tak percaya. El ingin menyusul Ken dan Zoya, tetapi tangannya justru ditarik oleh keempat kakaknya.


"Ikut, kami! Kamu harus diinterogasi!"


***


Pagi datang lebih cepat.


Entah kenapa hari ini Jennie merasa begitu gelisah, karena setelah kejadian itu, Aneeq langsung bersikap dingin padanya. Sampai pulang makan malam, Aneeq tidak berubah, bahkan pria itu hanya berpamitan pada Ziel, bukan lagi pada dirinya.


Namun, ia ingat sebelum mereka pergi, Aneeq sempat mengatakan, tentang kegilaan yang akan dilakukan oleh pria itu pagi ini, sebenarnya apa yang akan Aneeq lakukan?


Jennie dibuat bingung, dan semakin bingung begitu Aneeq mengajaknya untuk pergi, keluar dari perusahaan tetapi bukan karena sebuah pekerjaan.


Di NL Group.


Perusahaan yang dikelola oleh Michael, tiba-tiba kedatangan beberapa orang yang langsung memberi instruksi, agar semua karyawan berhenti mengoperasikan komputer. Dan orang-orang tersebut dipimpin oleh Caka, atas perintah dari Aneeq.

__ADS_1


Para security tidak bisa menghadang tindakan Caka, karena pria itu telah mendapat surat izin kuasa, tentang akuisisi perusahaan tersebut.


Caka naik ke ruangan Michael bersama dengan dua anak buahnya. Tanpa menunggu lama, mereka semua sudah berada di lantai tertinggi gedung ini. Michael yang kala itu sedang duduk berdampingan dengan Lora langsung terperanjat begitu melihat kehadiran Caka.


"Ada apa ini?" tanya Michael dengan mata yang menatap tajam.


"Cepat seret dia keluar! Tuan An ingin ruangan ini kosong hari ini juga," titah Caka pada dua bodyguardnya.


Michael semakin melotot mendengar perintah Caka, dia diusir? Tidak mungkin, ini perusahaannya, dia tidak mungkin bisa diusir begitu saja.


Michael langsung menepis tangan orang-orang yang ingin menyentuhnya dan menunjuk wajah Caka. "Kamu tidak bisa sembarangan mengusirku!"


Mendengar itu, Caka tersenyum sinis, dia menunjukkan surat kuasa tentang akusisi di hadapan wajah Michael. "Di dalam surat ini, anda sudah tidak memiliki nama lagi, para pemegang saham sudah tidak bisa percaya pada anda, akibat perbuatan anda sendiri."


Michael menggeleng tak percaya. "Tidak mungkin!" Pekiknya dengan suara yang menggema.


Namun, semua itu tak berarti apa-apa, dia malah diseret dari ruangannya, meskipun Michael meronta sekuat tenaga, dia didorong hingga terjungkal di lantai, sementara Lora hanya bisa menyaksikan itu semua dengan tubuh yang gemetar.


Bersamaan dengan itu, Aneeq datang bersama dengan Jennie. Pria itu senantiasa menunjukkan wajah tak ramah, karena suasana hatinya pun sedang tidak baik-baik saja.


Aneeq berhenti tepat di hadapan Michael yang tersungkur di lantai, sementara Jennie langsung dibuat terperangah dengan pemandangan yang ada di depan matanya.

__ADS_1


"Lihat mantan suamimu, pria yang membuang berlian hanya demi sebongkah batu koral. Hari ini, aku ingin kamu tahu kehancuran pria yang pernah menyakitimu, supaya kamu tahu segila apa aku berjuang untuk mendapatkanmu!"


__ADS_2