My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 78


__ADS_3

Matahari mulai menyingsing, tanda aktivitas semua orang akan segera dimulai. Sama halnya dengan Jennie, setelah semalam bermimpi melakukan sesuatu yang belum semestinya dengan Aneeq, dia malah bangun sedikit kesiangan.


Akibatnya Jennie bersiap dengan tergesa-gesa. Padahal pagi tadi Elly sudah berusaha membangunkannya. Untung saja ada wanita itu, jadi dia tidak terlalu repot untuk mengurus Ziel lebih dulu.


"Elly, ayo cepat. Aku sudah hampir terlambat," seru Jennie meminta pengasuh anaknya itu cepat-cepat mendandani Ziel.


Elly mengangguk patuh, lalu memakaikan tas gendong di punggung bocah tampan itu. Ziel berlari ke arah Jennie dan segera ditangkap oleh sang ibu, keduanya pamit lalu turun berbarengan dengan bergandengan tangan.


Baru saja mau mencari taksi, keduanya sudah dikagetkan suara klakson mobil Aneeq. Jantung Jennie seperti mau copot, entah kenapa rasanya dia tak kuasa untuk bertemu pria itu.


"Mommy, itu Daddy. Ayo!" ucap Ziel kegirangan, melihat Aneeq menjemputnya. Pria kecil itu segera menarik tangan Jennie, meski sedikit susah, karena Jennie memang terlihat ragu-ragu untuk menemui pria tampan itu.


Hingga kedua orang itu masuk, Jennie langsung membuang muka menatap ke arah jalanan, sementara Ziel sudah menghambur memeluk Aneeq.


"Daddy, aku merindukanmu," ungkap Ziel membuat Aneeq tersenyum, lalu mengusak puncak kepala pria kecil itu.


"Daddy juga merindukanmu. Bagaimana kalau pulang nanti Ziel datang ke kantor Daddy?"


Ziel mengangguk cepat lengkap dengan senyum sumringah. "Yeah, Ziel mau naik kuda Uncle Ca. Boleh, 'kan, Dad?"


Yang dipanggil namanya langsung menghela nafas, karena sebentar lagi dia akan turun tahta, berubah menjadi kuda-kudaan bocah tampan yang ada di belakang sana.

__ADS_1


Sementara Aneeq menatap Jennie dengan penuh tanda tanya, ada apa dengan wanita satu ini, kenapa tiba-tiba seperti menghindarinya?


"Tentu saja boleh, tapi coba beritahu Daddy dulu, ada apa dengan Mommy-mu," ujar Aneeq, menatap bola mata biru milik Ziel.


Bocah tampan itu pun ikut melirik ke arah sang ibu, tidak biasanya Jennie diam saja. Ah, Ziel jadi teringat kejadian semalam. Apa mungkin Jennie berubah menjadi pendiam gara-gara mimpi buruk? Atau Jennie teringat dengan hantu yang mengejar-ngejarnya?


Merasa menjadi bahan pembicaraan, Jennie melirik Aneeq sekilas, tetapi bukan hanya wajah yang dia lihat, tapi sesuatu yang ada di bawah sana. Jennie langsung merinding dan menelan ludah.


"Mommy semalam mimpi buruk, Dad," ujar Ziel memberitahu Aneeq, membuat pria itu memasang wajah antusias.


"Oh ya? Lalu apa yang terjadi?"


Jennie mendelik, jangan sampai Ziel bicara sembarangan. Baru saja Ziel membuka mulut untuk membeberkan semuanya, Jennie langsung membekap mulut Ziel. Membuat kedua bibir itu kembali mengatup.


Namun, Aneeq tak percaya begitu saja, dari gelagat Jennie, dia bisa tahu kalau wanita itu sedang berbohong. Mata Aneeq menyipit, sementara Ziel mendongak menatap ibunya dengan kening yang mengernyit.


Keduanya seperti sedang menginterogasi Jennie dengan sorot mata masing-masing. Aneeq dan Ziel benar-benar seperti ayah dan anak yang sangat kompak.


Jennie berubah salah tingkah, dia melirik ke sana ke mari membuat Aneeq semakin penasaran, apa yang sebenarnya terjadi.


"Jen," panggil pria itu membuat Jennie tersentak kaget.

__ADS_1


"Tidak, An! Tidak, aku tidak memimpikan apa-apa tentangmu, aku_" Jennie melepas tangannya dari mulut Ziel, dan langsung menutup mulutnya yang malah berbicara sembarangan. Sialan!


Aneeq menyeringai tipis, tanpa harus ditanya ternyata Jennie sudah memberitahu clue-nya. Wanita ini memimpikan dirinya, sekarang tinggal cari tahu apa isi mimpi itu.


Wajah Aneeq semakin terlihat sumringah, saat dalam otaknya terbesit apa yang terjadi di antara mereka, sampai Jennie merasa malu seperti itu. Bahkan wajah wanita itu memerah, seperti menahan sesuatu.


Aneeq mencondongkan wajahnya ke telinga Jennie, membuat wanita itu beringsut. "Mau apa kamu, An?" Cetus Jennie dengan bergerak gelisah, tingkah wanita itu benar-benar membuka semuanya.


"Apa mimpimu menyenangkan? Bagaimana kalau kita realisasikan sekarang?"


Deg!


Mendengar itu, tubuh Jennie langsung memanas, seolah sentuhan semalam kembali menyapanya, sentuhan yang terasa seperti nyata.


Ck, kenapa juga aku harus memimpikannya?


*


*


*

__ADS_1


Buat kesayangan Daddy Python, abis lebaran yah up-nya ❤️❤️❤️


__ADS_2