My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 99


__ADS_3

Jennie mematung setelah mendengar pengakuan wanita cantik di depannya. Calon mertua katanya? Otak Jennie berpikir keras, mencari maksud dari ucapan Zoya.


Kelopak mata wanita berdada besar itu melebar sempurna, saat sebuah pikiran melintas, apa jangan-jangan Zoya adalah ibu dari Aneeq? Pria yang berhasil membuatnya tak bisa tidur setiap malam, karena terus diliputi kegamangan.


Zoya masih setia mengulum senyum sambil menjabat tangan Jennie. Pelan, wanita yang belum sepenuhnya sadar itu mengangkat kepala. "Nyonya, ibu dari Tuan Aneeq?" Tanya Jennie dengan terbata.


Dan tepat pada saat itu juga Zoya mengangguk, membenarkan ucapan Jennie. "Aku Mommy-nya An. Calon mertuamu." Ucapnya setengah menggoda.


Mendengar itu, jantung Jennie seperti ingin lepas. Bagaimana bisa ibu Aneeq secantik dan semuda ini? Sedangkan Aneeq dan adik-adiknya sudah terlihat dewasa semua. Jennie jadi penasaran berapa usia ayah Aneeq ketika menikahi wanita di depannya.


Tiba-tiba Jennie merasa gugup untuk menghadapi Zoya, apalagi Zoya mengaku sebagai calon mertuanya. Dari mana wanita ini tahu kalau ia dan Aneeq berhubungan? Apa pria itu yang memperkenalkan dirinya secara diam-diam?


"Kalau begitu silahkan duduk, Nyonya. Maaf kalau sikap saya kurang ajar, saya benar-benar tidak tahu siapa anda," ucap Jennie mempersilahkan Zoya untuk duduk. Ia merasa malu dengan pemikirannya sendiri, karena menganggap bahwa Zoya adalah mantan kekasih Aneeq.


Pantas saja wajah El seperti barbie, ibunya saja seperti ini.


"Aku tidak akan berlama-lama di sini, Nona Jennie. Ada beberapa yang ingin aku tanyakan padamu, setelah itu aku akan pergi lagi," ujar Zoya seraya melangkah ke arah meja kebesaran Aneeq. Ia melihat-lihat benda apa saja yang ada di sana, lalu kembali menatap Jennie.


Jennie menunduk dalam, meski Zoya bicara dengan pelan, tetapi entah kenapa ia merasa diintimidasi oleh tatapan mata wanita cantik itu. "Apa yang ingin anda tanyakan, Nyonya?" Jennie memberanikan diri buka suara, ia benar-benar merasa tak tenang, memorinya tiba-tiba langsung berputar pada momen Aneeq mewawancarai dirinya untuk pertama kali. Hih, ibu dan anak sepertinya sama saja, sama-sama suka mengintimidasi.


"Kamu berhubungan dengan anakku?" tanya Zoya.


Jennie terdiam, ia ingin menjawab tapi lidahnya tiba-tiba terasa kelu. Lutut wanita itu gemetar saat Zoya melangkah dan semakin dekat dengannya. Padahal Zoya selalu bersikap santai, tetapi entah kenapa Jennie malah semakin kelabakan.

__ADS_1


"Saya_"


"Katakan saja, Jen. Tidak apa-apa. Aku sudah tahu semuanya kok, asal-usulmu, keluargamu, pendidikanmu, bahkan status kehidupanmu pun aku tahu. Dan aku tidak mempermasalahkan itu. Kamu berhubungan dengan Aneeq? Sudah sejauh mana kalian?" potong Zoya ingin membuat Jennie merasa rileks, dan tidak terlalu gugup mengahadapi dirinya.


Jennie mengepalkan tangannya yang terus mengeluarkan keringat dingin. Haruskah dia jujur? Tapi kenapa ibu Aneeq terlihat bersemangat sekali untuk mengorek informasi tentang dirinya?


Jennie mengangguk pelan. "Saya memang berhubungan dengan Tuan An, Nyonya. Tapi hubungan kami belum terlalu jelas. Karena saya baru bercerai dari suami saya dan saya juga tidak ingin orang-orang menganggap Tuan An yang menyebabkan perceraian itu terjadi, lagi pula saya juga masih menata hati, saya tidak ingin terlalu terburu-buru. Saya takut gagal lagi."


Zoya mengangguk mendengar penuturan Jennie, semua yang dikatakan calon menantunya itu benar. Zoya kembali memangkas jarak, ia mengusap bahu Jennie seolah memberikan kekuatan sebagai sesama perempuan.


"Aku mengerti. Aku sangat paham bagaimana sifat anakku. Dia memang pemain wanita, dia pandai berkata manis dan bersikap semaunya. Dia sering menghabiskan waktu hanya untuk main-main, dan tidak peduli apa kata orang, wajar jika kamu merasa ragu padanya. Tapi satu yang ingin aku tahu, apa dia pernah mengajakmu menikah?"


Deg!


Jantung Jennie mencelos, ludahnya tiba-tiba tercekat di tengah tenggorokan. Benarkah Aneeq seserius itu dengannya? Bolehkah dia ragu sekali lagi? Dan ingin Aneeq meyakinkannya kembali?


"Kamu orang pertama," ucap Zoya yang membuat Jennie langsung mengangkat wajahnya.


Kedua pasang mata itu saling tatap, Jennie bisa melihat bagaimana ketulusan wanita di hadapannya ini untuk menyayangi Aneeq. Sama seperti dirinya yang menyayangi Ziel.


"Kalau kamu masih ragu, aku akan perlihatkan bagaimana dia memperjuangkanmu. Kalau dia benar-benar mencintaimu, cukup dalam hitungan menit dia akan gila. Aku sudah pernah membuktikannya."


Mendengar itu, Jennie semakin dibuat gamang. Namun, jauh dalam lubuk hatinya, dia ingin kembali diperjuangkan.

__ADS_1


Dia menginginkan Aneeq.


(Flashback off)


*


*


*


Cie yang kesel sama Mommy Njoyyy and Daddy Ken? Kenapa? Keterlaluan yah?


Sini gue bisikin, sebagai orang tua, anaknya jadi pemain wanita pasti kecewa. Mau masa lalu mereka kayak apa, tapi yang pasti pengen anaknya yang lempeng-lempeng aja.


Karena hakikatnya, seorang maling, pasti marah kalo anaknya maling juga!


Di balik layar Daddy Ken mukul Aneeq bukan cuma karena drama, tapi dia lampiasin amarah, kecewa sama Aneeq yang nggak mau berubah.


Ya kali, cuma karena ngincer hadiah anu-anu tega mukulin anaknya. Kalo cuma mau anu-anu mah, tunggu Zoya tidur plorotin juga dapet. Deuh nih jari kalo ngetik 😩


Dah lah gue ngoceh panjang jadinyaπŸ™„


Salam anu πŸ‘‘

__ADS_1


Dari Mommy dan Daddy πŸ‘©β€β€οΈβ€πŸ’‹β€πŸ‘¨



__ADS_2