My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
#11


__ADS_3


"Apa maksudnya semua ini?" Ovia bertanya dengan heran kepada Zayn.


Bukannya menjawab Zayn langsung berlutut di depan Ovia dengan satu buket bunga mawar merah yang indah yang entah darimana.


"I love you Ovia, be my lover," ucap Zayn dengan lembut serta menyodorkan bunga mawar tersebut kepada Ovia.


Mendengar pengakuan dari Zayn membuat jantung Ovia berdegup dengan kencang dan benar-benar kaget tapi Ovia melangkah mundur beberapa langkah.


"Maaf saya tidak bisa menerimanya pak!" Ovia kembali bersifat formal kepada Zayn mendengar hal itu Zayn langsung berdiri dan memegang kedua tangan wanita itu.


"Kenapa? Aku benar-benar mencintai mu Ovia." Zayn meyakinkan Ovia tentang perasaan nya.


Ovia melepaskan genggaman tangan Zayn. "Maaf tapi saya tidak mencintai anda!" Ovia berusaha bersikap biasa pada Zayn.

__ADS_1


Seketika dada Zayn sesak mendengar ucapan Ovia yang tidak mencintainya. "Aku tidak tau kapan aku mulai jatuh cinta pada mu tapi percayalah aku benar-benar tulus padamu!" Zayn berucap dengan wajah yang serius menunjukkan kalau pria itu benar-benar tulus akan perasaannya.


"Maaf sebaiknya anda mengubur dalam-dalam perasaan anda terhadap saya, karena saya tidak akan pernah membalas perasaan anda!"


Ovia ingin melangkah pergi tapi tiba-tiba Zayn menahan tangannya.


"Apa alasan mu tidak mau menerima ku?" Zayn bertanya karena dia merasa tidak terima.


"Karena anda bukan tipe saya dan lagi pula kita juga baru bertemu!" mendengar itu Zayn mengerutkan keningnya dan langsung memeluk Ovia, wanita itu memberontak dengan mendorong tubuh Zayn supaya melepaskan pelukannya itu.


"Lepaskan saya pak!" tanpa menjawab ia terus memberontak kepada Zayn walau ada perasaan bersalah di hatinya karena menolak pria itu Zayn melepaskan pelukannya dan memegang bahu wanita itu ia menatap dalam kedua mata itu.


Ovia kaget tidak percaya melihat Zayn yang menangis karena dirinya. *Nggak mungkin kan dia nangis karena aku tolak* batin Ovia tidak percaya.


"Maaf pak, maafkan saya." Ovia segera melepaskan tangan Zayn dari bahunya dan pergi meninggalkan pria itu yang masih mematung di tempatnya, Zayn mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"You are only mine." Gumam Zayn menatap Ovia yang sudah menjauh.


Ovia sampai dirumahnya ia pulang dengan menaiki taksi, kini dirinya berbaring di tempat tidur tampak sedang mengingat kejadian saat Zayn mengungkapkan perasaannya.


"Bagaimana aku akan menghadapi nya di kantor besok!" gumamnya.


"Aish sudahlah pasti dia juga sudah lupa, lelaki seperti dia sudah pasti punya banyak kekasih di luar sana," sebenarnya Ovia punya alasan kenapa dia tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun dari dulu tapi dia tidak ingin mengatakan nya karena hanya kedua sahabatnya saja yang tahu alasan kenapa ia mengunci hatinya, Ovia memejamkan matanya dan sekilas ingatan tentang masa lalunya terlintas di kepalanya membuat dia meneteskan air matanya.


Ke esokan paginya wanita itu berjalan memasuki gedung tempatnya bekerja tanpa wanita itu sadari ada seorang pria yang menatapnya dari jauh dengan tersenyum tipis.


"Baguslah dia masih mendengar kan perintah ku!" gumam Zayn yang melihat Ovia menggunakan pakaian yang tertutup.


Bersambung~~~


Happy reading tolong dukungannya ya.

__ADS_1


__ADS_2