
"Alahhhh.... Kau ada Laura disini untuk apa merindukan ku!" jawab Ovia tertawa sambil sedikit meninju pelan lengan Noel pria itu pun langsung menangkap tangan Ovia dan menatap dalam kedua bola matanya.
"Ovia dengarkan aku baik-baik, aku tau ini salah tapi aku tidak bisa menutupi nya lagi.... Sebenarnya aku sudah menyukai dirimu dari dulu, sangat-sangat mencintai mu, tapi kau sangat susah untuk didekati jadi aku berpacaran dengan Laura hanya untuk bisa dekat denganmu, aku sengaja selalu mengikuti Laura bukan karena aku posesif padanya tapi aku ingin ikut bersamamu, memandangmu, selalu melihat mu!" Ovia seketika kaget dan langsung melepaskan paksa genggaman Noel, Ovia pun mundur beberapa langkah.
"Kau gila Noel, jangan bicara omong kosong kau tau Laura sudah aku anggap saudara ku sendiri kau jangan macam-macam," kesal Ovia dengan sedikit berteriak, kini wajah wanita itu menjadi merah padam karena benar-benar marah terhadap Noel.
"Tapi inilah kenyataan nya Vi, aku benar-benar tidak sanggup lagi untuk berbohong aku juga merasa bersalah terhadap Laura, tapi aku sangat mencintaimu." Noel meneteskan air matanya, Ovia mengepalkan tangannya emosi.
"Stop mengatakan itu brengsek mulai sekarang kau menjauh dari Laura aku tidak ingin dia tersakiti karena mu." Ovia kembali berteriak kesal.
"Aku bisa menjauh dari Laura tapi aku tidak bisa menjauh darimu," ucap Noel yang kini memasang wajah serius seketika Ovia pun langsung menampar pipi Noel dengan kuat.
__ADS_1
"Kau benar-benar brengsek!" teriak Ovia marah.
Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada seorang wanita yang mendengar semua perkataan dua orang itu, dia langsung menangis mendengar kata-kata yang menyakitkan itu tak dia sangka pria yang sangat dia cintai tapi mencintai sahabat nya sendiri yang sudah ia anggap juga seorang saudara nya, ada rasa, kesal, marah, kecewa semuanya berkumpul di hatinya. "Kau benar-benar keterlaluan Noel!" Laura menangis dengan terisak lalu wanita itu berlari menuruni tangga sambil menangis.
Laura keluar dari gerbang sekolah dengan masih menangis wanita itu berlari tanpa arah dia berjalan menyebrangi jalan tapi tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat, Laura kaget melihat mobil itu menuju arahnya.
Arghhhh!!!!
Mobil itu menabrak tubuh Laura hingga sebagian isi tubuhnya keluar, orang-orang yang melihat itu pun langsung menghampiri nya
"Dia sudah tidak bernyawa!" ucap seseorang.
__ADS_1
"Kita harus segera menghubungi keluarga nya!" ucap someone.
Semua orang yang mendengar berita menyedihkan itu pun terkejut termasuk Ovia dia menangis dengan histeris dan berteriak dengan kencang dia benar-benar tidak percaya apalagi dia mendengar Diara dan Rachel mengatakan kalau Laura berlari sambil menangis saat turun dari tangga menuju rooftop, Ovia tiba-tiba pingsan dan di larikan ke rumah sakit, Noel yang mendengar berita kematian Laura pun benar-benar merasa bersalah karena telah memanfaatkan wanita itu. "Maaf, maaf, maafkan aku Laura!" tangis Noel pun pecah.
Setelah kejadian itu Ovia mengurung diri selama sebulan lebih di kamarnya bahkan dia melewatkan perayaan kelulusan nya tapi kedua sahabatnya Diara dan Rachel selalu menemani nya dan menyemangati Ovia.
Hampir setengah tahun Ovia mengurung diri membuat kedua orang tuanya merasa khawatir mereka akhirnya membawa Laura ke psikiater, perlahan akhirnya Ovia kembali pulih dan dia melanjutkan studi nya ke luar negeri untuk menenangkan pikirannya karena jika masih disana dia akan kembali teringat tentang kenangan nya bersama sahabat terbaik nya.
Setelah beberapa tahun dia baru kembali lagi ke negara asalnya dan bekerja ditempat yang sama dengan kedua sahabatnya tapi karena kejadian itu membuat dia tidak ingin menjalin hubungan dengan pria manapun karena menurut nya orang yang mencintai nya adalah sebuah kesialan, karena hal itulah orang tuanya selalu mengenalkan pria padanya karena takut anak nya tidak mau menikah suatu saat nanti dan hidup seorang diri dan mereka tidak mau itu terjadi.
Bersambung ~~~
__ADS_1
Happy reading tolong dukungannya ya.