My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 52


__ADS_3

Sama halnya seperti Aneeq, pagi Jennie juga terasa tidak menyenangkan. Karena dia harus melihat bunga-bunga yang bertebaran di depan rumahnya. Padahal itu semua bunga kesukaannya, tetapi karena yang mengirim adalah Michael, entah kenapa dia justru menjadi benci sekali melihatnya.


"Cih, bunga ini tidak sebanding dengan rasa sakitku, Mike! Kamu pikir aku bisa luluh hanya karena bunga sialan ini? Tidak lagi, aku juga sudah tidak menyukainya, sejak hari ini, aku tidak lagi menyukai bunga Lili!" gerutu Jennie, sambil menatap sebal, lalu dia dengan cepat menggandeng tangan Ziel untuk masuk ke dalam taksi.


Di dalam kendaraan roda empat itu, Ziel menatap sang ibu yang menunjukkan wajah masam. "Mommy." Panggilnya, membuat Jennie menoleh.


Gara-gara Michael, harinya suram, bahkan dia sampai mengacuhkan Ziel. Michael telah meremehkannya, membuat dia jadi tidak sadar, sudah memproklamirkan Aneeq sebagai prianya. Andai pria itu mendengar, Aneeq pasti sudah besar kepala.


"Iya, Sayang. Ada apa?" tanya Jennie berusaha untuk tersenyum.


Sebelum menjawab, Ziel lebih dulu membuka tasnya, dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


"Mom, Ziel diundang ke acara ulang tahun Biel, kita datang yah," ujar Ziel, sambil mengulurkan kartu undangan kecil pada Jennie.


"Kapan ini, Sayang?" Jennie meraih kartu tersebut, lalu mulai membacanya. Tanpa jawaban dari Ziel, Jennie sudah bisa tahu, bahwa pesta ulang tahun itu diadakan hari ini, dan dia juga sangat tahu bahwa Ziel sangat menyukai perayaan seperti itu.


"Hari ini yah? Jadi Ziel mau datang?"


Ziel langsung menganggukkan kepalanya. "Yes, Mom. Ziel sudah janji pada Biel, kalau Ziel akan membawa Mommy dan Daddy Baru."


Jennie mengangkat kedua alisnya. "Tapi, Boy. Daddy sibuk, bagaimana kalau kita pergi berdua saja?"


Ziel tampak cemberut, padahal tadi wajahnya sudah sangat sumringah, karena bocah itu berpikir, bahwa kali ini dia bisa pamer sang ayah, ayah yang sangat hebat di matanya, lain saat Jennie bersama Michael.

__ADS_1


"Tapi Ziel sudah janji, Mom. Bukankah janji harus ditepati?" lirih Ziel, sambil menunduk menatap sepatunya dengan nanar.


Dan hal itu membuat Jennie merasa sangat sedih, selama ini Ziel memang tidak pernah mendapat kasih sayang apapun dari sosok ayah. Setiap ke sekolah, Jennie yang selalu datang, bahkan sampai perayaan hari ayah, Michael tidak bersedia untuk menuruti keinginan putra mereka.


Jennie menarik nafas dalam-dalam, sepertinya kali ini dia tidak bisa memaksakan kehendak untuk memisahkan Ziel dari Aneeq. "Baiklah, nanti kita datang sama-sama yah. Nanti kita cari kado yang pas untuk Biel." Ucap Jennie, berharap ajakannya itu membuat Ziel senang.


Dan benar saja, mata Ziel langsung berubah berbinar. Dia menatap Jennie, lalu menghambur memeluk tubuh sang ibu. "Yeay, akhirnya Ziel punya Daddy yang bisa dipamerkan. Ziel akan beritahu semua teman-teman."


Dada Jennie sedikit merasa sesak, entah kenapa dia tidak bisa melarang Ziel untuk melakukan itu. Batinnya selalu menangis jika melihat Ziel yang kekurangan kasih sayang dari sosok ayah. Jennie merasa sangat bersalah.


Jennie tak mampu menjawab, dia hanya bisa mengecupi puncak kepala Ziel, dan memeluk pria kecil itu dengan erat.


***


Tanpa banyak kata, Aneeq langsung menyetujuinya. Bahkan dia langsung mengajak Ziel untuk membeli hadiah, dan juga memilih kostum manusia super, yakni ultraman X untuk bocah itu pakai saat ke pesta.


"Boy, are you ready to go?" tanya Aneeq, sambil memeluk tubuh mungil Ziel. Dan bocah tampan itu langsung mengangguk.


"Of course, Dad. I am so ready. Yeay, Ziel jadi manusia super!" pekik Ziel penuh kegirangan. Aneeq terkekeh, lalu mengecup pipi Ziel sekilas, dia segera menggendong Ziel lalu melangkah.


Dan jangan lupa, Aneeq tidak akan mungkin pergi berdua saja, satu tangan pria itu terayun, menarik lengan Jennie agar berjalan sejajar dengannya.


Tak butuh waktu lama, ketiga orang itu sampai di lokasi pesta. Aneeq seperti tidak asing dengan rumah yang dia pijak, tetapi tak mau banyak berpikir, Aneeq segera menggandeng tangan Ziel, sementara Ziel meraih tangan ibunya.

__ADS_1


Sesaat Aneeq dan Jennie saling pandang, lalu menatap ke bawah di mana Ziel sudah tersenyum sumringah.


Akhirnya ketiga orang itu melangkah, mereka menemani Ziel untuk mengikuti pesta ulang tahun temannya. Begitu masuk ke dalam sana, suasana sudah ramai, anak-anak seusia Ziel sedang menyanyikan lagu selamat ulang tahun, kemudian disusul acara potong kue.


"Boy, ayo ke depan, kasih kadonya pada temanmu," ucap Aneeq seraya menyerahkan kotak besar yang sedari tadi di pegang olehnya.


"Okey, Dad."


Ziel melangkah ke depan, dan memberikan kado tersebut pada Biel. "Happy birthday, Biel." Ucapnya sambil tersenyum menunjukkan dua gigi depannya yang runcing.


"Thank you vely much, Ziel. Kamu datang sama Mommy and Daddy kamu?" tanyanya setelah menerima kado tersebut.


Ziel langsung mengangguk antusias. "Oh, that's right. She is My Mommy, and he is My Daddy." Tunjuk Ziel, pada Jennie dan Aneeq yang melambai ke arahnya sambil tersenyum.


Ayah dan ibu Biel ikut melihat ke mana arah telunjuk Ziel. Tiba-tiba ayah Biel mengerutkan alis, merasa tidak asing dengan wajah ayah Ziel.


"Tuan Aneeq?!"


Merasa terpanggil, Aneeq langsung mengangkat kepala. "Wow, Mr. Bara? It's you?"


***


Pasti udah kenal ya sama Biel, Ziel juga ada di sana soalnya. Yang belum baca silahkan mampir ke karya kakakku "TERJERAT GAIRAH MUSUH"

__ADS_1


__ADS_2