My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 130


__ADS_3

Acara pernikahan itu berlangsung dengan sangat meriah, banyak tangis bahagia dengan ungkapan haru saat Ken menyerahkan secara langsung putri bungsunya pada sang menantu—Caka.


Setelah sesi sambutan telah selesai, pembawa acara mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati hidangan. Sementara beberapa penyanyi naik ke atas panggung untuk memberi hiburan.


Sementara di atas pelaminan sepasang pengantin itu melakukan pemotretan, para keluarga silih berganti untuk ikut serta dalam pembindikan gambar tersebut. Bahkan tak sedikit kado pernikahan yang El terima, mulai dari kotak kecil sampai yang besar. "Wow, aku seperti sedang ulang tahun." Ucap El saat menaruh kado di sisi tubuhnya.


Dan di sana ada kado dari Ziel juga, berupa boneka ular kesayangannya.


Wanita cantik itu menatap Caka yang tak banyak tersenyum. El menarik lengan Caka dan memeluknya erat. "Kamu senang tidak, Kak? Mendapatkan kado sebanyak ini?" Tanyanya dengan senyum tipis yang selalu tersemat.


Caka menggeleng, membuat El mengerucutkan bibirnya, merasa sedikit kecewa. Tangan Caka terangkat, lalu membenahi rambut El yang sedikit menutup mata. "Aku tidak suka semua kado ini. Karena kado terindahku sudah ada di depan mata."


Mendengar itu, El mengangkat wajahnya, kembali menatap sang suami yang sudah tersenyum kecil. Membuatnya ikut tersenyum pula. Ah, ternyata Caka bisa menggombal juga.


Caka sedikit menarik tengkuk El, lalu melabuhkan kecupan dalam di kening sempit itu. Tanda bahwa dia sangat bahagia memiliki istri seperti El. Wanita yang tidak pernah dia bayangkan, akan menjadi miliknya seutuhnya.


"Tahan, tahan," teriak sang fotografer, meminta agar Caka tidak langsung melepaskan ciumannya. Karena sang fotografer ingin mengambil momen manis tersebut.


Caka bertahan pada posisinya, sementara El terus tersenyum sumringah. Hingga beberapa saat kemudian, perlahan Caka menarik diri, sepasang pengantin itu saling pandang dan tersenyum bahagia. Takdir baik membawa mereka bersama, meski harus didahului oleh drama.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Kak," ungkap El berbinar-binar.


"Aku mencintaimu, El," balas Caka, El hendak memeluk tubuh suaminya. Akan tetapi Bee, Choco dan De malah naik ke atas pelaminan, memisahkan El dan Caka dengan Bee yang memposisikan dirinya berada di tengah.


"Eits, kalian ini benar-benar tidak berperasaan. Ada kami dan tamu undangan yang ingin mengucapkan selamat, kalian malah terus mengumbar kemesraan!" cetus pria yang belum laku itu. Sebab sibuk bekerja, dia sampai lupa mengenal cinta.


"Iya, lagi pula kamu itu adik kami El. Hormat sedikit dong, pada Kakak-kakakmu ini," timpal Choco yang semakin menarik El menjauh dari Caka.


El mengulurkan tangannya ke arah Caka, agar pria itu menggapainya, tetapi De langsung menggenggam tangan sang adik. "Sabar, masih banyak orang. Waktu kalian berdua itu nanti malam. Sekarang El masih milik kami. Ingat itu, Ca!" Ujar pria berjambang lebat itu memperingati adik iparnya.


Kening Caka mengernyit, sementara El sudah mencebik. Bee menepuk salah satu bahu Caka, dia menyipit dengan tatapan membunuh. "Ingat, Ca. Kalau kamu sampai berani sakiti dia. Ada Daddy dan kami semua yang akan menghajarmu."


"Betul, Ca. Kamu akan tahu konsekuensinya. Kami akan menyunat cacingmu! Dengan gunting milik De, iya 'kan, De?" Choco ikut-ikutan mengancam dengan meminta dukungan dari sang dokter yang biasa membedah perut seseorang.


"Bila perlu sampai habis, supaya kamu tidak memiliki masa depan lagi!" timpal De dengan tatapan mata bengis.


Kali ini De hanya bisa ikut-ikutan gila seperti saudara kembarnya. Sebab kalau sudah bersama, wajah dan sifat mereka tidak akan jauh berbeda. Sama-sama gila seperti leluhurnya. Terutama para pembaca, yang hobinya main uler-uleran dengan Ken dan Zoya.


"Ish, kalian ini sedang apa sih? Kenapa suamiku diancam-ancam seperti—"

__ADS_1


"DIAM!!!" kompak Bee, Choco dan De, menghentikan El yang sebentar lagi akan nyerocos ke mana-mana.


El langsung mengatupkan bibirnya, sementara ketiga pria jomblo itu saling memberi kode, melalui sorot mata mereka.


"Hei, kalian mau apa?" tanya El dengan tatapan curiga. Dia sedikit berjalan mundur, Caka ingin mendekat ke arah El tetapi dia tahan oleh Bee.


Dan detik berikutnya, tubuh El melayang di udara, wanita cantik itu membulatkan mata karena merasa sangat terkejut, sementara ketiga kakaknya kompak menghadap kamera dengan memegangi tubuhnya.


Mereka berteriak. "Peace!"


Lalu sang fotografer mengambil gambar beberapa kali, Caka yang tak paham hanya bisa menatap tak percaya. Dan pria itu semakin tak habis pikir, saat Bee, Choco dan De saling berebut bunga ya ada di tangan istrinya.


"Punyaku!" teriak Bee seraya mendorong kedua saudaranya.


"Haish, ini punyaku Bee, aku dulu yang ambil. Kamu harus mengalah dong." Choco mencoba meraihnya, tetapi segera ditepis oleh Bee.


Tak tinggal diam, De ikut menyerang dengan memegangi tubuh Bee dari belakang. "Biasakan adil. Jangan mau menang sendiri!" Cetusnya, Choco mengambil kesempatan. Dia bekerja sama dengan De untuk melumpuhkan Bee.


Di atas pelaminan sana begitu heboh, karena aksi rebutan tersebut. Hingga semua tamu undangan hanya bisa tercengang, lain halnya bagi reader uler-uleran, mereka malah mengambil kesempatan dengan saling bekerja sama untuk mengumpulkan rendang.

__ADS_1


"Sikat, mumpung ada hajatan!"


__ADS_2