
**Yang mau bacanya langsung tiga bab, disarankan nunggu malem yah, soalnya ngothor nulisnya nggak bisa sekalian, engap guys, jadi pengen es cendol**
Esok harinya, Jennie berangkat bekerja seperti biasa, tetapi sebelum pergi ke kantor dia lebih dulu mengantar Ziel ke sekolah.
Kemarin saat dirinya dan Aneeq berciuman, ternyata Ziel diajak bermain dengan Elly, diiming-imingi mobil-mobilan oleh Aneeq agar pria kecil itu mau memberikan waktu bagi mereka berdua, barang sebentar.
"Boy, Mommy tinggal yah, ingat pesan Mommy, tidak boleh bertengkar dengan Biel, kalian harus rukun, oke?" ucap Jennie sebelum dirinya beranjak pergi, wanita itu menyempatkan diri untuk memberi pesan pada sang anak sambil mengusak puncak kepala Ziel dengan sayang.
"Of course, Mom. Mommy juga tidak boleh bertengkar dengan Daddy, kalian harus rukun supaya Ziel tidak sedih," jawab Ziel, membalikan ucapan Jennie, membuat wanita itu menatap tak percaya.
Aneeq benar-benar membawa pengaruh besar pada diri Ziel, pria kecil yang biasanya bersikap ragu-ragu, kini justru semakin berani menampakkan dirinya.
Jennie mengulum senyum, tiba-tiba dia teringat ciumannya dengan Aneeq kemarin, rasanya begitu aneh, karena dia sama sekali tak menolak itu semua.
Cih, rasanya dia mulai gila!
Jennie menatap Ziel, dia menganggukkan kepalanya pelan, mengiyakan pesan putranya. "Baiklah." Ucapnya, lalu mencium pipi Ziel, sebagai salam perpisahan.
__ADS_1
Sesampainya di kantor, Jennie langsung naik ke ruangannya, tetapi wanita itu justru dibuat terkejut, saat melihat ada dua Aneeq dengan pakaian yang berbeda.
Jennie mematung di ambang pintu, dengan mulut yang menganga, dia sedikit menggelengkan kepala, tetapi tetap saja ada dua Aneeq di dalam sana. Apakah efek ciuman dengan pria itu bisa membuatnya mabuk? Sampai pandangannya jadi bermasalah?
Sementara di dalam sana Aneeq dan Bee saling pandang, melihat Jennie yang berulang kali menggelengkan kepala, dan mengucek matanya. Keduanya merasa heran, dengan tingkah wanita itu, seperti baru saja melihat hantu.
Namun, setelah itu Aneeq langsung sadar, kalau Jennie belum pernah melihat saudara kembarannya, mungkin wanita itu bingung, sampai terus geleng-geleng kepala seperti itu.
Aneeq melangkah ke arah Jennie, dan wanita itu reflek mundur, dia seolah menghindari Aneeq.
"Hei, kamu ini kenapa?" tanya Aneeq, mencoba menggapai tangan Jennie yang terangkat karena menolaknya.
"Kalau kamu ingin tahu, ayo masuk, biar aku kenalkan siapa dia," ujar Aneeq, menatap dengan sungguh-sungguh sambil mengulurkan tangannya, dan hal itu membuat Jennie akhirnya menurut.
Dia menggapai tangan Aneeq dan mereka melangkah bersama. Hingga kedua orang itu sampai di hadapan Bee. Pria berkacamata mata itu tersenyum, dan Jennie membalasnya dengan kikuk.
"Jen, kenalkan, ini saudara kembarku. Dia pengacara yang akan mengurus perceraianmu, dia juga yang akan membantu kamu untuk mendapatkan bukti perselingkuhan suamimu. Kamu tenang saja, semuanya akan beres," ujar Aneeq memperkenalkan Bee pada Jennie, membuat wanita itu mengerti, mengapa wajah kedunya begitu mirip.
__ADS_1
Jennie menghela nafas panjang, lalu tersenyum semakin ramah pada Bee.
"Perkenalkan Tuan, saya Jennie," ucapnya sopan.
"Senang berkenalan dengan anda Nona, saya Bizard Welling Tanson. Pengacara yang akan membantu anda, setelah ini anda harus memberikan berkas-berkas perceraian anda pada saya, setelah itu kita akan mencari bukti yang anda butuhkan. Saya dan Tuan Aneeq akan bekerja sama untuk itu, mohon jika nanti saya butuh informasi atau apapun tentang suami anda, anda harus siap sedia memberikan informasi tersebut dengan cepat," jelas Bee lebih rinci, agar Jennie lebih mengerti.
Jennie menatap ke arah Aneeq, pria ini benar-benar menepati ucapannya, meskipun entah alasan apa yang membuat Aneeq seperti itu, yang penting sekarang dia bebas dari Michael.
"Terima kasih, Tuan," ucap Jennie kini pandangan matanya ke arah Bee, wanita itu tersenyum manis, membuat Bee ikut tersenyum pula.
Bee menarik lengan Aneeq, membuat tubuh pria itu bergeser. "An, pilihanmu oke juga."
"Hei, jaga matamu sialan!"
*
*
__ADS_1
*
Kekepin An, takut digondol sodara sendiri 🤣🤣🤣