My Strong Woman

My Strong Woman
PETUNJUK


__ADS_3

"Sial, hampir saja Max melihatku. Aku harus cepat pergi dari sini."


Setelah menyelesaikan aksinya, Velove bergegas pergi karena Max pasti menyuruh anak buahnya naik ke atas untuk mengecek siapa penembak itu.


Ternyata benar dugaan Velove, baru setengah jalan Luis berserta yang lainnya telah sampai di atas. Velove panik seketika dia bingung harus sembunyi dimana.


"Shiitt, cepat sekali mereka sampai diatas. Aku harus sembunyi dimana ini, tidak ada ruangan disini."


Velove yang bingung memutuskan untuk melawan mereka. Velove sembunyi di balik tembok, dan kemudian muncul 5 anak buah Max yang menaiki anak tangga. Lalu salah satu dari mereka menoleh ke arah Velove yang sedang bersembunyi.


Velove yang sudah bersiap-siap pun segera melayangkan tinjunya ke wajah anak buah Max itu.


BUGH


"OPPS, Sorry, tapi kamu sudah menemukanku." ucap Velove dengan santainya.


Luis yang melihat itu segera menyuruh teman-temannya untuk segera mengepung Velove.


"Kalian semua tangkap orang itu." teriak Luis keras.


"Huhh kalian sungguh menyebalkan." ucap Velove kesal.


Perkelahian pun terjadi, di ruang sempit itu Velove di kepung oleh anak buah Max. Mereka menyerang Velove dengan kasar. Velove pun tak kalah dari mereka. Velove justru dengan tenangnya menghadapi anak buah Max. Anak buah Max juga tidak bisa menandingi seni bela diri yang di kuasai Velove.


BUGH


BUGH


DUGH


BRUUAKK


Anak buah Max jatuh satu persatu terkena tendangan Velove. Setelah cukup aman Velove mencoba kabur namun, tangannya tertangkap oleh Luis.


"Berhenti, jangan kabur." teriak Luis.


Velove yang kehilangan kesabarannya pun melakukan salto dan kakinya pun mengenai pundak Luis. Tangan Velove pun terlepas dan dia segera kabur menjauh menghindari Luis dan kawan-kawannya. Luis tidak mendapatkan Velove namun ditangannya ada gelang yang lepas saat Luis mencoba menangkap tangan Velove tadi.


"Siapa orang itu hebat sekali bela dirinya." gumam Luis sambil memegang pundakanya yang sakit.


"Ayo kita turun laporkan semuanya pada Tuan." ajak Luis kepada semua temannya.


Velove kabur melewati pintu belakang cafe, dan setelah itu masuk lah Max menyusul Luis dan anak buahnya. Namun sebelum sampai atas Luis dan teman-temannya sudah sampai di lantai bawah. Luis melaporkan apa yang terjadi tadi.

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa menangkapnya?" tanya Max pada Luis.


"Maafkan kami Tuan, kami gagal menangkap penembak itu. Dia sangat hebat dalam bela diri kami kalah telak melawannya." jawab Luis dengan kepala menunduk.


"BODOHH. Dia sendirian dan kalian berlima kenapa bisa sampai kalah?" teriak Max emosi.


"Maafkan kami Tuan, kami telah melakukan kesalahan." jawab semua anak buah Max.


"Saya hanya mendapatkan gelang ini Tuan, saya tadi hampir menangkapnya namun gagal." ucap Luis menyerahkan gelang itu pada Max.


Max kaget melihat gelang yang diberikan oleh Luis.


"Gelang ini??? Kalian cepat cari di semua tempat penembak tadi sampai ketemu, Luis kamu segera cek semua cctv yang ada di sekitar sini jangan ada yang terlewat." perintah Max pada anak buahnya.


"Love ternyata benar itu adalah kamu, Kenapa kamu kabur lagi dariku Love. Siaalll."


Max mengumpat dirinya sendiri. Max kembali frustasi merasa di permainkan oleh pujaan hatinya.


Velove yang berhasil kabur pun langsung menuju ke hotel untuk segera berkemas dan segera pergi.


"Siaall, gelang ku pasti terlepas karena orang tadi. Aku harus cepat pergi dari sini, Max pasti sudah tau kalau itu aku." Velove bergumam dalam hati.


Setelah sampai di hotel Velove langsung masuk ke kamarnya dan dengan cepat dia mengambil laptopnya untuk menghapus semua jejak yang ditinggalkannya tadi. Dengan cepat jari jemari Velove mengoperasikan benda pipih itu. Setelah setengah jam, Velove akhirnya selesai menghilangkan semua bukti.


"Aku harus cepat pergi dari negara ini. Sorry Max belum saatnya kita bertemu." ucap Velove sambil membereskan semua barangnya.


"Bagaimana Luis kamu masih belum bisa menemukannya? Kenapa kerjamu sangat


lambat." teriak Max marah-marah.


"Maaf Tuan tapi saya tidak menemukan video itu. Sepertinya ini sudah dihapus beberapa menit yang lalu." jawab Luis.


"Ohh Shiitt, ternyata benar kamu lah orang misterius itu Love."


Max kembali Frustasi dia tidak bisa berpikir jernih sekarang. Emosinya tak terkendali jika menyangkut tentang Velove.


"Tuan sebaiknya kita cari Mr. Wong dia pasti tau sesuatu tentang gadis anda." ucap Luis memberi saran.


"Baiklah cepat kita pergi kesana."


Max beserta anak buahnya segera mencari keberadaan Mr. Wong untuk menggali informasi tentang Velove, setelah 1 jam mencari akhirnya Max menemukan tempat tinggal Mr. Wong. Max menyuruh anak buahnya untuk menemui Mr. Wong, didobraknya pintu rumah itu dengan paksa. Setelah terbuka Max masuk dan segera mencari Mr. Wong.


Mr. Wong ternyata sedang bercinta bersama dengan salah satu wanita penghibur tadi. Di saat ada kekacauan Mr. Wong langsung pergi dan membawa satu wanita cantik untuk menemani malamnya. Max mendobrak lagi pintu kamar itu dan mendapati 2 pasangan sedang bergumuuul di atas ranjang.

__ADS_1


Mr. Wong dan wanitanya pun terkejut, mereka kalang kabut mencari penutup untuk menutupi badan mereka yang tanpa busana apapun.


"Kalian apa-apaan masuk rumah orang seenaknya?" teriak Mr. Wong.


"Sorry Mr. aku butuh sebuah penjelasan dari mulutmu." ucap Max dengan senyum smirk di wajahnya.


"Penjelasan apa bukannya kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan?"


"Ya itu benar, aku mau tau siapa yang sudah kamu suruh untuk menemukan data dan berkas ini. Siapa orangnya?" ucap Max dengan tatapan tajamnya.


"Aku tidak harus memberitahukan dia siapa karena itu sudah menjadi rahasia privasi."


Mr. Wong tidak mau memberitahu Max tentang orang misterius itu. Max mulai hilang kesabaran dan dia mulai nekat dengan aksinya. Max mulai beraksi dengan jiwa iblisnya.


"Mr. Wong jangan memancing amarahku, jika aku sudah marah maka kamu akan segera pergi ke neraka." teriak Max.


"Luis berikan aku belati mu."


Luis pun memberikan belati kepada Max. Max melangkah maju mendekati ranjang Mr. Wong. Mr. Wong pun ketakutan dia gemetar sekali melihat ekspresi wajah Max yang menyeramkan.


"Mr. Wong apa kamu sudah bosan hidup, sehingga kamu berani sekali bermain teka-teki denganku. Haaa!!!" teriak Max di depan wajah Mr. Wong.


"Atau kamu ingin belatiku ini memo**tong senjata laras pendekmu itu."


Mr. Wong pun gemetar mendengar ucapan Max, dan akhirnya Mr. Wong pun menyerah kemudian dia mengatakan informasi mengenai Velove.


"Ba-baiklah aku akan katakan yang sebenarnya.Yang memberikan data dan berkas itu adalah Hacker Ve yang misterius itu. Dia tinggal di Manhattan, New York. Dia terkadang juga bertugas di Los Angeles. Selebihnya aku tidak tau." ucap Mr. Wong dengan ketakutan.


"Kalau dari awal seperti ini bukankah akan lebih baik, jadi aku tidak perlu mengeluarkan banyak energi seperti ini."


"Baiklah, Thanks Mr. Wong. Aku pergi, sorry sudah mengganggu kesenanganmu. Ayo Luis kita pergi."


Max membawa komplotannya pergi dari rumah Mr. Wong. Kini dia sedikit lega karena mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Velove.


"Love tunggu aku, kamu tidak bisa lari sekarang. Akan aku cari kamu di seluruh daratan Amerika atau di ujung dunia sekalipun."


**HAI READERS SEMOGA MASIH TETAP SUKA YA DENGAN CERITAKU😀😀OTHOR MAU TANYA NIH KALIAN LEBIH SUKA ADEGAN YANG MANA NIH...


ADEGAN EHEM EHM ATAU ADEGAN PERKELAHIAN ATAU ADEGAN MAX KETIKA BUCIN😂😂


KOMEN YA DEARS BIAR OTHOR TAU KESUKAAN KALIAN JADI OTHOR AKAN BUAT IDE YANG NGGAK MEMBOSANKAN😀😀😀 SILAHKAN KOMEN YA READERS TERCINTAH😍😍🥰


JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE NYA👍

__ADS_1


JANGAN LUPA JUGA KASIH HADIAH OTHOR🌹☕


TERIMA KASIH🥰🥰😘😘😘😘**


__ADS_2